Pelatih kepala tim nasional Senegal, Pape Thiaw, menjadi topik pembicaraan di Amerika karena pernyataan yang dibuatnya saat konferensi pers, terkait dengan ibadah sholat Jum'at
Wartawan :
"Hari ini ada angin yang sangat kencang di negara bagian New Jersey, dan petugas keamanan menyarankan anggota delegasi untuk tidak keluar demi keselamatan kalian... mengapa Anda tetap keluar untuk menunaikan sholat...?"
Pape Thiaw :
"Apakah ada yang lebih penting daripada sholat? saya rasa itu bukan urusan Anda... kalian takut pada angin, sementara kami takut kepada Allah, Zat yang menciptakan angin... kita datang ke sini untuk sebuah pertandingan hiburan, lantas kita lupa bahwa kita diciptakan untuk menyembah Allah...
Bahkan kalo final Piala Dunia FIFA digelar hari ini dan kami adalah salah satu tim finalisnya, kami tetap akan keluar untuk menunaikan sholat Jum'at, meski itu berarti kehilangan gelar juara...
Jangan ceramahi kami tentang ritual dan kewajiban agama kami..."
#PialaDunia
Jika pada akhirnya kita menjadi asing kembali, aku cuma mau bilang...
Terimakasih sudah pernah membuatku bahagia.. sudah menemani hari hari ku..
Bahagia bisa mengenalmu, jika aku adalah orang terburuk yang pernah kamu kenal aku minta maaf.
🏃🏃🏃🏃
Sesuatu yg bukan untukmu akan selalu menemukan cara untuk pergi, mau kamu jaga sekuat apapun. Bisa lewat sikap yg berubah, jarak yang memanjang, atau rasa yang perlahan hilang tanpa penjelasan.
you'll keep asking why? sampai akhirnya kamu sadar pertanyaan itu bukan buat dicari jawabannya, tapi buat dimengerti maknanya. karena takdir gak pernah salah arah, yg sering keliru itu kita, terlalu lama bertahan di jalan yg sebenarnya bukan tujuan kita.
IQ, EQ, dan SQ adalah tiga aspek yang berbeda dari kemampuan manusia. Ketiganya bisa dilatih, meskipun dengan cara yang berbeda.
1. Melatih IQ (Intelligence Quotient)
IQ berkaitan dengan kemampuan berpikir logis, analitis, memahami pola, dan memecahkan masalah.
Cara melatih:
Membaca buku yang menantang pemikiran (sains, filsafat, sejarah, ekonomi).
Belajar bahasa baru.
Bermain catur, sudoku, teka-teki logika.
Mempelajari matematika dan statistik dasar.
Melatih kemampuan berpikir kritis dengan mempertanyakan asumsi dan mencari bukti.
Menulis ringkasan atau analisis dari apa yang dipelajari.
Contoh latihan harian:
30 menit membaca buku nonfiksi.
15 menit mengerjakan teka-teki logika.
Belajar satu konsep baru setiap hari.
---
2. Melatih EQ (Emotional Quotient)
EQ adalah kemampuan memahami, mengelola, dan merespons emosi diri sendiri maupun orang lain.
Cara melatih:
Mengenali emosi yang sedang dirasakan dan penyebabnya.
Mendengarkan orang lain tanpa langsung menghakimi.
Belajar mengendalikan impuls saat marah atau tersinggung.
Memahami sudut pandang orang lain meskipun tidak setuju.
Meminta umpan balik dari orang terdekat tentang perilaku kita.
Melatih komunikasi yang jelas dan asertif.
Contoh latihan harian:
Menulis jurnal emosi selama 5 menit.
Saat ada konflik, tanyakan:
Apa yang saya rasakan?
Kenapa saya merasakannya?
Apa yang sebenarnya ingin saya capai?
---
3. Melatih SQ (Spiritual Quotient)
SQ berkaitan dengan makna hidup, nilai-nilai, integritas, dan kemampuan melihat sesuatu secara lebih mendalam.
Cara melatih:
Melakukan refleksi diri secara rutin.
Meditasi, doa, atau kontemplasi sesuai keyakinan masing-masing.
Membaca filsafat, etika, atau literatur spiritual.
Memikirkan pertanyaan besar seperti:
Apa tujuan hidup saya?
Nilai apa yang ingin saya pegang?
Orang seperti apa yang ingin saya menjadi?
Melakukan tindakan yang selaras dengan nilai yang diyakini.
Melatih rasa syukur dan kesadaran diri.
Contoh latihan harian:
10–15 menit refleksi atau doa.
Menuliskan satu hal yang disyukuri dan satu hal yang bisa diperbaiki hari ini.
---
Kombinasi Latihan Terbaik
Jika ingin meningkatkan ketiganya sekaligus:
1. Baca buku berkualitas (IQ).
2. Diskusikan ide dengan orang lain dan dengarkan pendapat mereka (EQ).
3. Renungkan bagaimana ide tersebut berhubungan dengan nilai hidup Anda (SQ).
Secara sederhana:
IQ membantu Anda mengetahui apa yang benar.
EQ membantu Anda menyampaikan dan menerapkannya dengan baik.
SQ membantu Anda menentukan mengapa hal itu penting.
Orang yang sangat efektif biasanya bukan yang paling tinggi IQ-nya, melainkan yang mampu menyeimbangkan ketiga aspek tersebut.
SQ
(Tujuan & Nilai)
▲
│
│
EQ ◄──────┼──────► IQ
(Empati & │ (Logika &
Emosi) │ Analisis)
4 yıllık ilişkimi bir anlık öfkeyle bitirdim.
Aslında ortada gerçekten büyük bir sebep yoktu. Aldatma yoktu, yalan yoktu…
Sadece son zamanlarda her şey sıradanlaşmıştı ve ben bunu sevgisinin bittiğine yormuştum.
Bir gece uzun uzun tartıştık. Bana “biraz sabretsek düzelir” dedi.
Ama ben dinlemedim… Gurur yaptım.
“Yoruldum artık” deyip çıktım hayatından.
İçimde hep bir rahatlık vardı aslında.
Nasıl olsa geri döner diye düşündüm.
Çünkü hep öyle olmuştu…
Ben susardım, o konuşurdu.
Ben giderdim, o kal derdi.
Ben vazgeçer gibi olurdum, o tutardı elimden.
Ama bu sefer… hiçbir şey olmadı.
Ne bir mesaj, ne bir arama.
Sanki gerçekten gitmişti.
İlk başta güçlüymüş gibi davrandım.
Güldüm, gezdim, hikâyeler attım+++
𝙆𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙖𝙪 𝙣𝙜𝙜𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙙𝙞𝙩𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙞𝙩𝙞𝙩𝙞𝙠 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙖𝙙𝙖𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙣𝙞?
Bukan Allah jahat, bukan.
Allah itu nggak akan nempatin kamu ditempat yang salah.
Kalau hari ini kamu merasa masih berdiri dititik yang paling melelahkan, itu bukan karena kamu kuat dari awal, tapi karena Allah itu tau kalau kamu akan kuat bertahan sampai akhir.
Kamu mungkin ngerasa kalo hal ini terlalu berat, kadang sampai tanya "𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘢𝘬𝘶?"
Tapi coba deh diinget, nggak ada satupun ujian yang datangnya tanpa ukuran.
Dan kamu, udah dipilih sama Allah untuk ukuran ujian itu karena Allah anggap kamu mampu.
Kamu nggak lagi hancur, tapi kamu itu sedang dibentuk, walaupun mungkin dengan cara yang nggak kamu sukai.
Air matamu itu bukan berarti tanda kamu lemah, akan tetapi itu bukti bahwa kamu masih sanggup untuk berjuang, bukan menyerah.
Jangan takut, jangan putus asa. Karena Allah pasti akan selalu memberikan pertolongan untuk hamba-Nya
𝘽𝙖𝙧𝙖𝙠𝙖𝙡𝙡𝙖𝙝 𝙁𝙞𝙞𝙠𝙪𝙢
JATUH CINTA YANG DEWASA ITU...
Aku fokus pada duniaku dan kamu dengan duniamu, sembari terus melangitkan doa agar kesempatan untuk bertemu kembali benar-benar menjadi nyata.
Kita tak perlu saling menyita waktu, tak perlu saling menunggu, apalagi memburu. Cukup saling menjaga lewat doa-sebab bagiku, doa adalah cara mencintai yang paling tenang dan rahasia.
Semoga kelak, takdir berpihak untuk menyatukan dua manusia yang sudah selesai dengan mimpinya masing-masing, untuk membangun mimpi baru bersama.
ngomongnya belibet, ketemu orang nervous, pemalu, enggak percaya diri, juga penakut.
luka sedalam dan sebanyak apa yang kamu pendam, sampai kamu menjadi seperti itu?