"Seorang hamba tidak akan menggapai hakikat iman kecuali stlh menganggap musibah sbg nikmat, nikmat sbg musibah, tidak peduli dg dunia yg dinikmati dan sama sekali tidak ingin mendapatkn pujian karena ibadah kpd Allah Ta’ala yg ia kerjakan."
(Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah)