Ribuan Ha Hutan produksi RUSAK di Tambora, Dompu, NTB. Oknum APARAT ikut bermain?
Perlu ada ketegasan dari PENEGAK HUKUM terhadap pelaku illegal logging dan perambahan hutan Tambora ini
Bahkan ada dugaan keterlibatan oknum APARAT dari perambahan hutan Tambora selama bertahun-tahun
Padahal, konsesi lahan milik PT. AWB ini sebenarnya ditujukan untuk multi guna usaha, salah satunya penanaman pohon yang memiliki nilai ekonomis
Ada kurang lebih 100 Ha yang sudah ditanami bibit pohon seperti Alpukat, Kaliandra, Kayu Putih, Dua Bangga, dll
Jika bibit2 ini sampai DIRUSAK, ini artinya usaha untuk penghijauan dan tujuan produksi dengan manfaat ekonomi di hutan Tambora GAGAL
Bahkan pemerhati lingkungan asal Dompu juga menyatakan keprihatinannya agar pelaku illegal logging segera DITINDAK TEGAS tanpa pandang bulu karena sudah merusak hutan Tambora
Mari BEBASKAN hutan Tambora dari pelaku PEMBALAKAN LIAR, dukung @DivHumas_Polri untuk menindak oknum pelaku pembalakan liar
@propampolri@kejaridompu@Humas_PoldaNTB@Polresdompu
Kita sangat menyangkan adanya perambah haram di kawasan Hutan Tambora.
Mestinya pihak aparat terkait bisa segera menangkap aksi Illegal logging yg secara terang2an. bukannya malah meminta jatah.
Dukung @DivHumas_Polri usust tuntas illegal logging Tambora.
"Orangtua bisa merawat dan membesarkan 10 anak hingga dewasa, tapi belum tentu 10 anak bisa merawat orangtua di masa tua mereka."
Almarhum Hans Tomasoa dan istrinya, Rita Tomasoa, semasa hidupnya tinggal di Duren Sawit sebagai bagian dari Jemaat GPIB Menara Iman. Setelah rumah mereka dijual, mereka pindah ke Jonggol dan menjadi jemaat GPIB Cipeucang Jonggol. Istrinya telah lama sakit stroke, sehingga semua kebutuhannya harus dipenuhi oleh suaminya.
Pasangan ini memiliki tiga anak laki-laki, namun mereka tidak tinggal serumah dan jarang menjenguk orang tua mereka. Diduga, Hans Tomasoa meninggal lebih dahulu, dan istrinya yang tidak mendapatkan makan dan minum kemudian ikut meninggal. Kasihan banget.
Nb: Jangan biarkan orang tua menangis karena perilakumu yang tidak patut ditiru. Selagi masih ada, sayangi dan cintailah mereka. Jika sudah tiada, penyesalan akan berlangsung seumur hidup.