gak tau nih bakal rame apa kaga, tp kalo bisa bole tolong bantu RT aja.
jadi kemaren gw sempet ditabrak di lampu merah matraman dan yang nabrak itu mobil dinas TNI dengan plat warna merah. rekaman ini dari orang yang nolongin gw
Dear, Teman Member- Member JKT48
Semoga suatu hari kalian mengerti, kalau apa yg fans lalukan hari ini bukan berarti kami membenci kalian para member.
Kami cuma ingin "Mereka" yg selama ini menganggap kami hanya angka dan bukan pendukung, sadar diri dan berubah, atau keluar!!!!
"Ini Seperti Mencari Kebahagiaan di Tempat yang Sakit"
Kalimat ini tiba-tiba terlintas di benak saya setelah melihat kasus pelecehan verbal dan visual serta penggiringan makna yang tidak pantas di internet yang dialami oleh member JKT48. Ironisnya, manajemen seolah-olah diam dengan perilaku tidak pantas baik dari oknum fans maupun staff Jeketi itu sendiri.
Pada awal Januari lalu video editor Jeketi "membuat framing" klip video yang menampilkan Lana, mengarah ke hal yang saru. Banyak protes dan amarah dari fans. Akhirnya klip video itu dihapus tetapi nasib editor video tersebut tidak tahu. Apakah diberi surat peringatan, dipecat, atau apa? Tidak ada info yang keluar dari manajemen.
Di bulan Maret kita digegerkan dengan perilaku seorang fans yang over-obsessive dan berupaya mengendalikan member underage. Bahkan, perilakunya sudah ada indikasi ke tindakan pidana. Ternyata yang bersangkutan punya track record yang buruk bahkan sebelum New Era. Oknum fans tersebut kemudian 'menghilang' dan JOT masih tetap diam.
Pada bulan April Regilious mengirimkan surat ke manajamen atas adanya dugaan pelecehan verbal yang dialami oleh Regie yang dilakukan oleh oknum fans. Tiga bulan berselang masih tidak ada statemen yang dirilis oleh manajemen sebagai respons lanjutan dari Regilious (cmiiw).
Bulan Juni kemarin masih ingat dengan case Ivan? Awalnya ketahuan karena memberikan emotikon jorok di salah satu video TikTok. Kemudian terungkap dia masuk di salah satu grup tele yang berisikan konten-konten cabul member. Dia juga me-request member tertentu untuk dibuatkan konten yang tidak pantas. Terkuak juga isi DM Ivan yang tidak layak baca karena sangat menjijikkan.
JOT masih diam tetapi fans sudah gerah. Mengingat Ivan tergabung di beberapa komunitas. Akhirnya beberapa fans menyambangi kediaman Ivan untuk memberikan 'shock therapy'. Mungkin caranya salah, tapi lebih salah lagi AFK-nya manajemen.
Awal bulan Juli ini Dennssuu menerima laporan dari seorang fans yang mencoba melakukan penyelidikan mandiri mengenai grup berbayar di Telegram. Di dalam itu ada beberapa sub-grup. Ada grup yang menyebarkan AI nude dari foto member. Mereka juga membuat absen yang berisi pelecehan verbal ke member JKT48. Mereka juga menjual cersex, fap challenge, dan mereka juga menerima request. Kalau kalian mengira chat DM dari Ivan itu sudah parah, yang ini lebih parah lagi.
Dari hasil penyelidikan mandirinya, dia dapat nama dan foto salah satu adminnya. Namun, belum diketahui oknum tersebut apakah aktif di X atau bergabung di komunitas. Laporan itu akhirnya di-hold dulu karena kalaupun di-up di X, tujuannya apa? Kalau dilihat sebelumnya yang ada hanya kemarahan fans dan diamnya manajamen.
Belum lagi kalau dibaca oleh member yang banyak masih di bawah 17 tahun. Oknum admin tersebut mungkin akan mendapatkan 'shock therapy' 1-3 minggu tapi member bisa saja mendapatkan trauma seumur hidup.
Nama adminnya juga belum terverifikasi 100% karena fans tidak punya instrumen dan kuasa untuk memastikannya. Lempar bola ke timeline kalau salah nama itu bunuh diri namanya. Di sisi lain, meski nama admin itu belum terverfikasi 100%, tapi grup itu benar-benar ada. Di sana ada pelecehan visual dan pelecehan verbal. Saya yakin, grup berbayar seperti ini tidak hanya ada satu, tapi banyak sekali.
Ini baru case yang terjadi di semester pertama 2025. Di tahun-tahun sebelumnya pun tidak kalah parahnya. Banyak akun salkus masih eksis dan bertebaran di X. Komentar-komentar bernada sexist berseliweran di TikTok. Belum lagi grup tele/WA yang berisikan konten AI nude itu. Makin lama manajemen diam, makin banyak juga akun salkus dan grup berbayar yang berisikan konten-konten yang tidak pantas member eksis.
Dari banyak dan beragamnya kasus pelecehan ke member di internet, ke mana JOT?
Ada banyak sekali pertanyaan yang timbul di kepala para fans. Kenapa manajemen baru statemen untuk melindungi talentnya setelah tagar #fufuritsuOUT meledak? Kenapa manajemen tidak mau ambil langkah tegas untuk membuat member tetap aman? Kenapa laporan dari fans dan fanbase seolah tidak digubris? Akhirnya semua pertanyaan tersebut bermuara di satu kesimpulan, "ah manajemen memang sengaja untuk abai".
Dengan adanya kejadian-kejadian ini, yang dibutuhkan member itu bukan sekadar perasaan aman tapi kepastian aman di ruang publik termasuk internet. Tidak adanya tim psikolog, tim legal, "posko pengaduan", somasi, dan laporan polisi tentang akun-akun yang meresahkan itu menjadi bukti kalau statemen manjemen tentang perlindungan member hanya kebohongan belaka.
Ini baru satu isu dari sekian banyak isu manajerial yang mendapatkan banyak keluhan dari fans. Menurut saya sebagai fans dan costumer, kegagalan manajemen untuk memberikan safe and secure environment ke talent-nya ini merupakan bentuk kegagalan kinerja dari GM JKT48, Fritz Fernandez. #fufuritsuOUT
Udah saatnya temen-temen kita satu suara buat boikot dulu itu theater, atau event jeketi sementara (kecuali ada hajatan member) biar mereka ngerasain. Kalau ragu karna kasian sama member, gua yakin member juga bakalan ngerasa rugi karna latihan mereka sia-sia ulah jot. Jadi yg protes ga cuman fans tapi member juga pasti ikut protes di belakang karna kena imbasnya #FufuritsuOut
So yeah, I agree this banner need to be raised.
If the whole of @officialJKT48 chose to be a wall and stay silent amidst all of this like usual, let our voice be as loud as possible so that they understand that...
SILENCE HAS ITS COST
#fufuritsuOUT
pantesan ditanyain soal mental health member, jawabnya gugugaga. ternyata enabler, talent lo tuh masih banyak yang underage, mikir tolol!
#fufuritsuOUT