Gaza had an airport.
It had a code (GZA), a runway, and an annual capacity of around 700,000 passengers.
Historical record:
Opened: November 24, 1998. (U.S. President Bill Clinton was among those who attended the ribbon-cutting.)
Destroyed: In 2001, the Israeli Air Force bombed the radar tower. In January 2002, bulldozers tore up the runway.
So when media outlets now say, “Something Gaza never had: an airport,” that is not mere ignorance.
It’s the second phase of a politics of destruction: first you demolish the building, then you erase the memory.
And that “Master Plan” being sketched over the rubble isn’t development
it’s an attempt to cover a crime scene with luxury real estate.
You can’t rewrite history. Planes landed there. And those runways were dismantled
by you.
@SaulStaniforth “The rubble Removed”
forgetting to add that The Rubble contains thousands upon thousands of bodies of children, elderly, and adults, k!ll*d by the Isrl society’s weapons, provided by US taxpayers
The most conservative figure places the number into 650+k people
"There's even an airport, something that Gaza hasn't had"
Gaza international airport opened in November 1998. The Israeli military destroyed it in 2001.
Posko pertama kami di Aceh Tamiang. Bertemu di satu lokasi yang tidak di pusat kota, warganya terkepung banjir 9 hari. Ada yang minum air banjir, ada yang makan daun, ada yang memakai pakaian yang sama selama 9 hari.
Tolong semuanya, tolong ke Aceh. Bantu mereka..
@txtdrimedia Aturan ketat, bangun 1 jam sebelum subuh, disuruh tahajjud, terus senam sebelum subuh 🤣, No TV, No radio,no HP berita cuma baca di koran yang di tempel di mading sekolah , belajar sampai jam 10 malam. Ketemu ortu cuma boleh sekali dalam 2 minggu itupun cuma 3 jam 🤣😅🤣
@txtdrimedia Saya juga dulu SMA Boarding School.
Kami masing2 punya buku hitam/ buku dosa , kalau poin dibuku hitam sdh lewat batas ya di DO. Nilai gak cukup di DO. Bukan 1 atau 2 orang yg di DO, tapi gak pernah ada yg nuntut sekolah, karena pada sadar diri sih
Sekarang 1 bulan cuma 1 rujukan? Lha terus bapak yg rujukannya ke penyakit dalam, jantung, saraf dan ortopedi gimana tuh? BPJS sekarang kok tambah ribet sih.
PKS Konsisten Kawal RUU Perampasan Aset!
PKS sejak awal konsisten mendorong hadirnya RUU Perampasan Aset. Bagi PKS, korupsi bukan hanya soal pelanggaran hukum, tapi juga bentuk perampasan hak rakyat. Karena itu, aset yang didapat dari kejahatan harus bisa segera dikembalikan ke negara untuk kepentingan publik, bukan dibiarkan hilang begitu saja.
Kami meyakini bahwa negara membutuhkan instrumen hukum yang lebih kuat untuk menutup celah korupsi. RUU Perampasan Aset dipandang sebagai jawaban karena memberi jalan yang lebih rasional, adil, cepat dan efektif bagi negara dalam memulihkan kerugian. Kehadirannya juga menjadi bukti keseriusan Indonesia dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berkeadilan.
Bagi PKS, pengesahan RUU ini adalah langkah strategis untuk melindungi uang rakyat dan memastikan pelaku korupsi tidak bisa menikmati hasil kejahatannya. Negara harus hadir dengan aturan yang tegas, karena melawan korupsi membutuhkan instrumen yang tidak biasa.
Substansi RUU ini menghadirkan terobosan penting. Ada mekanisme non-conviction based asset forfeiture, yaitu perampasan aset tanpa harus menunggu vonis pidana, sehingga aset hasil kejahatan tidak sempat dialihkan atau hilang. Ada juga mekanisme pembuktian terbalik terbatas, di mana pihak yang diduga memiliki harta hasil tindak pidana wajib membuktikan asal-usul kekayaannya. Kedua mekanisme ini diyakini bisa memperkuat integritas penegakan hukum sekaligus selaras dengan praktik internasional.
Rekam jejak ini menunjukkan konsistensi PKS dalam mengawal RUU Perampasan Aset, dari dorongan awal, pengawalan pembahasan, hingga dukungan penuh pada pengesahannya di masa-masa penuh gejolak ini. Semua itu adalah bagian dari ikhtiar menjaga amanah rakyat agar tercipta aturan hukum yang lebih adil dan tegas bagi koruptor.
Just to remind you.. This is the Israeli occupation soldier who murdered little Palestinian girl Hind Rajab by shooting 355 bullets at her tender body!