Gapapa bang.
Gagal juga bagian dr proses kok.
Kamu jauh lebih baik drpada mereka-mereka yang bacotannya pada tone deaf.
Cuekin aja.
Toh kalo kamu kelaperan,
mereka gatau.
Kamu perlu bayar kuliah,
mereka gatau.
Fokus aja built.
Brick by brick.
Layer by layer.
Kamu yang udh mulai belajar sekarang lebih baik daripada diri kamu yang malas malasan kemarin.
Semangat, Bang!
jangan terlalu cepat merasa hubunganmu sudah cukup baik hanya karena "yang penting dia nggak selingkuh." setia memang basic, tapi hubungan nggak cuma dibangun dari kesetiaan.
ada komunikasi, perhatian, emotional availability, respect, effort, dan rasa aman. karena dicintai bukan cuma tentang seseorang yang nggak menyakitimu dengan cara paling buruk, tapi tentang seseorang yang juga consistently makes you feel loved, valued, and safe.
TANDA-TANDA LUKA MASA KECIL YANG MASIH TERBAWA SAMPAI DEWASA
(Bisa terjadi pada sebagian orang yang tumbuh di lingkungan yang penuh tekanan atau kurang aman secara emosional.)
1. Gampang kaget atau panik saat mendengar suara keras
Kalau ada pintu dibanting, orang berbicara dengan nada tinggi, atau suara benda jatuh, tubuhmu langsung tegang dan jantung berdebar. Pada sebagian orang, ini bisa menjadi respons tubuh yang terbentuk karena dulu sering hidup dalam suasana yang membuatnya merasa tidak aman. Tubuh akhirnya belajar untuk selalu waspada.
dunia itu keras sama laki-laki.
tapi dunia juga keras sama perempuan.
pain isn't a competition. yang dibutuhin bukan adu luka, tapi saling denger tanpa ngerasa harus menang. it's not men vs women. it's us vs life.
Gw baru dapet insight yg lumayan nampar:
Kalau lo ngerasa punya pattern kayak gini:
• Gampang banget baper
• Refleks menyendiri/ngilang pas lagi stres
• Perfeksionis parah, TAPI di saat yang sama hobi banget nunda kerjaan...