Normalisasikan kalo orang gak suka sama kita, ya itu urusan mereka. Gak usah sampe overthinking "Aku salah apa ya", karena kamu berbuat 1000 kebaikan pun kalo hati mereka jelek tetap aja jelek.
Aku barista. 🤣
Kalau ada pelanggan kasih tumbler yang kotor, biasanya tumblernya aku taruh dulu dan minumannya tetap kubuat di cup biasa.
Diskon tumbler Rp2.500 tetap aku kasih.
Pas selesai, biasanya aku bilang dengan ramah,
"Kak, mohon maaf ya. Tumblernya masih kotor jadi kami belum bisa pakai. Minumannya kami buat di cup biasa, tapi diskon tumbler Rp2.500 tetap kami berikan kok. Lain kali kalau bawa tumbler ke Point Coffee atau barista mana pun, usahakan kondisinya sudah bersih ya, Kak. Terima kasih, selamat menikmati." ☺️
Disampaikan dengan senyum dan nada yang ramah banget. 😭🤣
Alasan kenapa kamu harus baca buku: supaya saat berbicara, yang keluar dari mulut kamu bukan cuma komentar tentang fisik, fashion, atau aib orang lain🥲
Percayalah, ketika seorang perempuan yang tadinya mudah menangis, meledak-ledak, dan moody tiba-tiba berubah jadi tenang, santai, dan lebih observatif daripada reaktif, itu bukan kebetulan.
Biasanya ada kejadian besar yang mengubah pola pikir dan arah hidupnya secara drastis.
- Anak ini kehilangan bapaknya yg SEDANG BEKERJA BUKAN yg sedang maling ayam
- Anak ini tidak teriak2 “Bapak.. Bapak..” pada saat pemakaman karena TIDAK ADA KAMERA yg merekam
- Anak ini menangis mengeluarkan air mata pada saat dikunjungi BUKAN senyum2 ke kamera
- Anak ini baru mendapatkan 1 kali bantuan, TIDAK MENDAPATKAN BANTUAN yg katanya dapat donasi 1/2M, Ayam 100 Kg, sepatu baru, baju baru, IPAD Baru, HP baru, Baju Baru, Makanan 1 Dus & Se-Truck, biaya sekolah dari SD hingga selesai Sarjana
beratnya jadi orang yang memaklumi itu bukan karna harus mengerti orang lain. tapi karna setiap kecewa, kita selalu sibuk nyari alasan supaya rasa sakit itu masuk akal.
“oh mungkin dia lagi capek”
“oh mungkin dia emang gak sengaja”
“oh mungkin aku aja yg terlalu sensitif”
sampe akhirnya semua orang punya alasan, kecuali perasaan diri sendiri
life-time strugglenya perempuan kayaknya emang belajar how to manage her emotions ya.
terus menerus belajar mengelola rasa sedih, marah, kecewa, rasa gak layak, rasa sendiri, cemas, malu, frustrasi, dan ketidak nyamanan lainnya.
belajar gak ngasih ruang buat syaitan yang terus berusaha bikin kita putus asa. sampai lupa kalau kita adalah hamba Allah yang berharga, yang setiap detiknya masih diberi nikmat, diberi kesempatan, dan dipilih untuk berbuat baik.
may Allah be with you through all your ups and downs.
No malgastes la vida esperando que alguien se arrepienta de haberte perdido. No subas cosas para que las vea ni desaparezcas esperando que pregunte por ti. No todo el mundo va a extrañarte, ni todo el mundo va a volver. Déjalos, tu paz vale más q cualquier arrepentimiento ajeno.
Just detach. Let it end. Accept whatever life brings your way. Not everything is meant to last, and not every story gets a happy ending. Loosen your grip. Stop forcing what no longer fits. Make peace with what's over and allow yourself to breathe again.
Bugün terapide sordum: Çok seven ve değer veren insanlar neden bir anda hiçbir şey olmamış gibi her şeyi silip uzaklaşabiliyor? Psikoloğumun cevabı şuydu+++
Cewek sekarang rata-rata udah punya dunianya sendiri.
Weekend pilates, tennis, gym, padel, yoga, hangout sama temen, atau sekadar me time tanpa harus bergantung sama siapa pun.
Jadi kalau mau kenalan atau deketin, pastiin bawa kejelasan, effort, dan kedewasaan. Bukan cuma modal gombal basi.
Karena cewek yang udah nyaman sama hidupnya sendiri nggak lagi butuh validasi. Mereka butuh orang yang beneran siap hadir, bukan yang cuma rame di chat.