🚨 OFFICIAL 🚨
PERSIB resmi umumkan rekrutan anyar selanjutnya untuk mengarungi musim 2026/27, yakni 🇦🇷Mariano Peralta (28/MF).
Pemain asal Argentina tersebut sebelumnya bermain untuk sesama klub 🇮🇩ISL, yakni BORNEO catat total 30 gol dan 28 asis dari 69 kali penampilan selama dua musim.
Bersama Pesut Etam juga Mariano Peralta meraih penghargaan Pemain Terbaik atau MVP 🇮🇩ISL 2025/26 lalu.
Nama Mariano Peralta sempat diisukan sudah pasti bakal merapat ke klub 🇮🇩ISL lainnya, yakni PERSIJA saat musim 2025/26 belum lama usai namun kepindahan tersebut akhirnya batal terealisasi dan menyebrang ke PERSIB.
THE SAGA OFICIALLY CASE CLOSED! 🇦🇷💙🐯🙌
📸 Lorenzo Lepore
The MVP has found his new home. 💙
Yang paling dibicarakan, yang paling diperebutkan, kini resmi menjadi bagian dari #PERSIB
Mariano Peralta resmi bergabung sebagai #SumangetAnyar untuk menambah daya serang #PERSIB
Let’s make history together, Mr. MVP! 🇦🇷
🇯🇵✍️ Teka-teki rekrutan asing Persib akhirnya terjawab.
Gelandang asal Jepang, Gakuto Notsuda, kini resmi menjadi bagian dari Maung Bandung untuk menyambut musim yang baru.
🎥@persib
Woww, sang juara bertahan Persib Bandung on fire di bursa transfer kali ini. Sudah resmikan 5 pemain baru!
🇮🇩 Ragnar Oratmangoen (28/LW)
🇮🇩 Sandy Walsh (31/RB)
🇯🇵 Gakuto Notsuda (32/CM)
🇫🇷 Gabriel Mutombo (30/CB)
🇧🇦 Luka Menalo (29/LW)
Siapa lagi kira-kira?
MAKIN MAKINNNNN KEDALAMAN PERSIB!!
Ragnar Oratmangoen resmi diperkenalkan sebagai pemain anyar Persib Bandung. Diaspora kesekian yang membela Maung Bandung. 🥶
🚨🔵 ANOTHER GRADE A NIPPON COME TO LIGA INDONESIA?!
Pemain asal Jepang berikutnya dengan CV menarik yang dikabarkan bakal melanjutkan karir di Indonesia untuk gelaran 🇮🇩ISL musim 2026/27 mendatang adalah 🇯🇵Gakuto Notsuda (31).
Pemain yang sebelumnya pada musim 2025/26 bermain untuk 🇹🇭BG Pathum United (1st tier) tersebut dikaitkan dengan PERSIB.
Sebelum akhirnya memulai perjalanan di Asia Tenggara, Notsuda bermain di level kasta tertinggi liga Jepang terbuktibdari dirinya yang mencatat 200+ penampilan bersama klub lokal kenamaan, 🇯🇵Sanfrecce Hiroshima (1st tier).
Oh Hi there!
Thank you for giving your attention to this matter. Since you giving an effort to this matter, kayanya saya juga akan ngasih penjelasan dan jawaban yang sedikit agak panjang.
First of all, saya tidak dalam posisi denial. Justru sebaliknya. Konteks di awal kan perihal nama Persib yang masih ada di FIFA Ban List + gak punya latihan yang mumpuni. Dan memang harus diakui kalo sampe sekarang perihal fasilitas latihan/training center, Persib secara entitas sepakbola yang bisa juara Liga tiga kalo berturut-turut, belum maksimal dalam hal ini. Bahkan masih bisa dikatakan kurang. Kurangnya banget lagi. Nge-gym aja masih harus gabung sama umum di gym komersil. Makannya banyak fans Persib yang kritis juga buat hal ini.
I'm not trying to be Persib apologist, man. In fact, i'm doing the opposite.
Coba dibaca lagi, "pengelolaan aset juga fokus mereka dalam pengembangan infrastruktur". Saya ulangi ya, Infrastruktur.
Makannya saya bilang kalo cuma sekadar "ada" doang, saya rasa ga ada bedanya sama klub-klub Indonesia lain yang masih "numpang" di fasilitas pemkot atau sewa fasilitas milik swasta. Gak ada yang spesial soal itu. Bahkan dari sisi Persib sebagai klub yang saya dukung.
Saya rasa mayoritas dari fans nya Persib juga gak semua denial. Banyak banget yang sadar akan hal ini, apalagi pas FIFA Registration Ban List yang seakan gak selesai ini. Emang jelek aja. Diakuin kok.
Terus, dirimu juga bilang kan kalo... "The point is simple, just start. It’s about upgrading, building soccer schools, developing youth systems, training camps / training grounds, and improving facilities."
Ya itu... dengan dimaksimalkan-nya lapangan pendamping di kompleks GBLA apaan dong kalo bukan "mulai dulu" ? Buktinya bahkan itu lapangan butut sekarang digedein dan rumputnya juga dibenerin. And Persib already did that. So what's the problem?
Talking about the youth academy. Don't you know that Persib already have that? even the U-13 won the Gothia Cup last year. So we already did that too.
So your point about "Just start", we already did that. Tapi harus diingat kalo "mulai" dan "sudah maksimal" itu dua hal yang berbeda.
Poin saya bahkan bukan soal sudah mulai atau belum. Tapi selama fasilitas itu masih atas nama owner dan bukan aset resmi milik klub, sustainability-nya saya rasa bakalan tetep rapuh. Ini berlaku bukan cuma buat Persib doang. Tapi untuk hampir semua klub Liga 1.
Sebagai supporter/fans. harus diingat dan dipahami kalo apa yang dibangun di atas nama pribadi bisa hilang kapan saja ketika ownership berubah. Dan itu jelas bukan fondasi yang sehat buat pengembangan jangka panjang.
Dan soal "whether it's registered under the owner's name or the club doesn't even matter" I'm sorry but actually, it matters a lot. Gak sedikit klub-klub yang kolaps pas ownernya bangkrut atau kabur. Tentunya sebagai fans gak mau itu kejadian kan?
Untuk sebuah klub punya Training Ground yang proper kaya Bali United atau Persija Jakarta tuh bagus. Beneran. Bagus banget. Tandanya emang ada keseriusan dalam proyek jangka panjang. (Sekalipun masih atas nama Owner).
Tapi kalo buat saya pribadi, lebih bagus lagi kalo semisal fasilitas latihan tersebut-tuh atas nama klub sebagai aset milik klub tersebut.
Bang, kalo saya jadi abang nih ya. Daripada banter terus sama Bobotoh yang ga ada ujungnya dan untungnya buat abang dan klub abang selain cuma muasin ego doang, mendingan press manajemen abang sendiri deh. Beneran.
Ini berita yang saya sematin 2024. Berarti kalo sampe 2027 alias musim ini gak juara, bisa lepas itu TG. Sayang, bang. Udahmah 3 tahun dipantatin Persib terus, ini Fasilitas juga akhirnya lepas.
Kan rugi bandar jatohnya bang~
Izinnnnnnnnnnn Lauk buruk milu mijah?sa apal urang si ii jeng si keyeup teh lainna sebagai di viking teh?di tambah si ii sok Aya di kotak capo Tah wkwk Lamun cek saya mah mending ulah Aya pembelaan diri sih izinnnnn