SANGAT TIDAK SEPENDAPAT!
1. Orang bodoh tidak mungkin bisa menjadi seorang Jenderal TNI.
2. Orang bodoh tidak mungkin bisa mendirikan partai politik.
3. Orang bodoh tidak mungkin menjadi seorang menteri.
4. Orang bodoh tidak mungkin bisa terpilih menjadi seorang Presiden.
Fix ya.. ini segala akar dari permasalahan bangsa. Partai-partai ikut bermain dalam tender proyek pemerintah !!
Akhirnya banyak pejabat dan aparat yg kecemplung masalah hukum karna bermain di proyek tersebut. Namun tidak bisa menyentuh aktor utamanya.
Sedangkan mereka yg ada di lingkar kekuasaan akan lebih dominan memonopoli tender termasuk memainkan hukum
"Jokowi memecat orang-orang jujur, kompeten, berintegritas, cinta tanah air, bersih dari kotoran korupsi lalu diganti dengan menteri2 orang2nya oligarki
#JokowiAntiDemokrasi
itu artinya Jokowi mengkudeta NKRI. Jokowi telah mengkudeta NKRI sejak 2015, puncaknya 2016" @msaid_didu
Sesuai dengan penjelasan kejaksaan bhw perampokan uang rakyat oleh trio perampok uang rakyat DASOLO (Dadan, Sony, Lodwijk) melalu sogokan bagi-bagi dapur SPPG, maka seluruh dapur harus diaudit - termasuk :
1) sktr 1.500 dapur yg “dikoordinir” atau “diberikan”kepada Polri.
2) dapur yg “diberikan” kepada politisi.
Ketua DPP PDI-P Djarot Saiful Hidayat meminta Jokowi menunjukkan ijazah aslinya untuk mengakhiri polemik yang masih berkembang di tengah masyarakat. Menurut Djarot, langkah tersebut lebih sederhana ketimbang persoalan itu terus bergulir melalui proses hukum, bahkan sampai ke persidangan.
"Paling enak itu enggak usah pakai drama-drama. Enggak usah pakai drama-drama di pengadilan gitu loh ya. Kalau Anda tanya ijazah saya, saya tunjukkan pada Anda gitu ya," ujar Djarot usai acara Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD PDI-P se-Indonesia, Sabtu (30/5/2026). Djarot mengatakan, Jokowi cukup menunjukkan ijazah yang selama ini dipersoalkan agar masyarakat memperoleh kepastian dan tidak lagi mempertanyakan keasliannya.