Pernah di titik ini,
Ini yg saya lakukan ya bang,
Kuncinya:
Wajib konsisten nabung rutin
Eksekusinya:
Nanggung 80 juta
Belikan dulu RDPU semua, sambil nabung terus sampe terkumpul 101 juta,
Setelah 101 juta ikut IPO penjatahan non retail,
Kemudian,
- kalo gak di pake IPO,uang 101 juta simpan di rdpu
- Tabungan ke 101 juta dst baru buat beli cicil saham dividen, Atur sampe porsi nya 50:50
- Return dari IPO nya beli saham dividen
- Return dividen pakai belajar scalping
strategi itu yg saya lakukan terus untuk mengembangkan porto investasi saya
Semoga baik
GUys ini sakit sih......
Lu pada ingat gak kemarin ada dua Dirjen Kemenkeu yang dicopot tanpa penjelasan resmi,
tanpa konferensi pers,
tanpa pernyataan apapun dari kementerian?
Semua pejabat Kemenkeu kompak bungkam.
Tidak ada yang mau menjelaskan kenapa.
Nah sekarang setelah konpers Purbaya mulai kelihatan gambarannya.
Dan ini jauh lebih dalam dari sekadar rotasi biasa.
Ternyata ada sabotase dari dalam.
Purbaya di konpers ini mengakui secara eksplisit ada informasi yang sengaja bocor dari internal Kemenkeu untuk merusak kepercayaan pasar.
Bocoran pertama:
kas pemerintah hanya cukup 3 minggu.
Bocoran kedua:
uang negara tinggal 120 triliun dan hampir habis.
Bocoran ketiga :
dan ini yang paling gila: ada yang dari internal bilang ke investor asing:
Jangan bawa Menteri Keuangan ini ke temu investor. Dia tidak bisa bahasa Inggris dan akan mengacaukan.
Itu dari internal, kata Purbaya secara langsung.
Bukan dari oposisi.
Bukan dari pengamat.
Dari dalam Kemenkeu sendiri.
Dampaknya nyata ke pasar.
Tiga informasi itu meskipun tidak akurat sudah terlanjur membentuk ekspektasi negatif di pasar.
Rupiah tertekan sebagian karena sentimen yang dibentuk oleh bocoran-bocoran itu.
Dan Purbaya harus terbang ke luar negeri,
ketemu investor satu per satu
menjelaskan bahwa kondisi fiskal kita tidak separah yang disebarkan.
Bule-bule itu bilang clear.
Investor-investor besar juga tidak menanyakan itu lagi.
Tapi kerusakan sentimen sudah terlanjur terjadi di dalam negeri.
Soal pencopotan dua Dirjen jawaban Purbaya sangat mengejutkan:
Ketika wartawan bertanya langsung apakah pencopotan itu ada hubungannya dengan bocoran-bocoran itu Purbaya menjawab:
Iya dan tidak. Ada sedikit.
Tapi ada yang lain-lain juga.
Ini adalah pengakuan implisit yang sangat jelas.
Ada sedikit hubungannya tapi bukan satu-satunya alasan.
Artinya ada akumulasi masalah yang akhirnya sampai di titik Purbaya memutuskan harus ada pergantian di level Dirjen.
Dan ada tiga masalah lain yang terungkap bersamaan:
Pertama
40 perusahaan asing tidak bayar pajak semestinya.
Mayoritas perusahaan China.
Under invoicing ekspor melaporkan nilai ekspor lebih kecil dari yang sebenarnya untuk memperkecil pajak dan bea keluar.
Dua sudah dikejar dan berjanji membayar.
Tapi 38 yang lain masih berjalan normal.
Tebakan mereka benar kita tidak akan berubah.
Dan yang lebih mengkhawatirkan Purbaya mengindikasikan ada kemungkinan oknum di Dirjen Pajak yang melindungi perusahaan-perusahaan itu:
Kalau dikasih ke orang pajak yang di situ aja sepertinya dilindungin juga kelihatannya.
Makanya rencananya membentuk tim khusus langsung di bawah Irjen atau Sekjen bukan Dirjen Pajak.
Kedua
dokumen pajak jalan tol dan pajak orang kaya yang Purbaya sendiri tidak tahu ada.
Wartawan tanya soal dokumen rencana pajak baru yang beredar pajak jalan tol, pajak orang kaya.
Jawaban Purbaya:
Pajak orang kaya saya baru dengar kemarin.
Pajak jalan tol sama, baru tahu kemarin."
Wartawan bilang dokumen itu ada tanda tangan elektronik Purbaya.
Oh, tanda tangan elektronik ada loh.
Kadang mereka bilang 'sudah aman Pak' saya tanda tangan."
Seorang Menteri Keuangan tidak tahu ada kebijakan yang beredar atas namanya karena terlalu percaya ke staf yang bilang "sudah aman."
Ketiga
sistem IT SPT pajak yang masih bermasalah.
Wajib pajak yang sudah mengisi SPT badan datanya bisa hilang begitu saja setelah server dimatikan 15 menit untuk maintenance.
Semua isian dari awal lagi.
Purbaya bilang sudah ada yang sengaja menghidupkan lagi akses yang sudah dimatikan:
Ada orang dalam yang ngidupin lagi gitu.
Gambar besarnya dan ini yang paling mengkhawatirkan:
Kemenkeu adalah kementerian yang secara eksternal paling dipercaya investor global saat ini. S&P bilang stable. IMF bilang bright spot.
Tapi di dalam:
Ada Dirjen yang diduga aktif sabotase kepercayaan pasar terhadap Menkeu-nya sendiri.
Ada 40 perusahaan asing yang tidak bayar pajak semestinya dengan indikasi ada yang melindungi dari dalam Dirjen Pajak.
Ada kebijakan yang ditandatangani Menteri tanpa Menteri benar-benar tahu isinya.
Ada sistem IT yang masih bisa disabotase dari dalam.
Dan Menkeu yang paling dipercaya investor global ini masih harus berperang melawan sistemnya sendiri dari dalam.
Kalau Kemenkeu saja masih seperti ini bayangkan kondisi di kementerian lain yang tidak mendapat sorotan sebesar ini.
sungguh sakit ini negeri kita
Catat: Strategi trading menangkap pisau jatuh yang diharapkan rebound. Semoga bikin cuan โ๏ธ
Ini adalah strategi mean-reversion / reversal (membeli saat harga sudah jatuh terlalu dalam, lalu diharapkan rebound). Menggunakan Stochastic Golden Cross (GC)
Cocok untuk Day Trading atau Swing Trading. Tidak cocok untuk Scalping murni
Time frame yang disarankan:
โข Day trading = 15 menit
โข Swing trading = Daily
Indikator yang dipakai:
ATR (14) > 2%
Filter volatilitas. ATR diukur dalam persen harga. >2% artinya saham rata-rata bergerak minimal 2% per hari (periode). Tujuannya: hanya ambil saham yang "hidup" dan punya ruang gerak cukup besar untuk profit cepat
Stoch (14,3,3) %K < 20 dan Stoch (8,3,3) %K < 20
Oversold klasik. %K di bawah 20 = pasar sudah terlalu pesimis. Potensi reversal naik tinggi
Stoch (14,3,3) %K crossup %D dan Stoch (8,3,3) %K crossup %D
Biasanya menandakan momentum mulai berubah arah. Saat %K mulai naik mendekati atau melewati %D, itu sinyal entry (Golden Cross Stochastic).
Inti strategi:
Cari saham yang sangat oversold (kedua Stochastic <20) + volatilitas tinggi (ATR >2%) + garis Stochastic mulai golden cross. Biasanya trader saham akan entry buy saat %K mulai cross di atas %D (Golden Cross) di area oversold.
Setting stock screener di TradingView lihat gambar di bawah ๐
Bagi temen-temen yang baru follow saya, saya ada tutorial step by step cara buat screener di TradingView. Saya juga pernah bagi screener saham, bisa kalian lihat di bawah.
https://t.co/zLT0u1snGX
@worksfess Gue pernah kek gini Senin-Sabtu jam 8-17, libur/sakit potong gaji. Gue merantau dan gaji under UMR. Tiap Minggu cuma di pake tidurr karna ga ada energy
@worksfess Bisaa ka, skrg aku umur 31 setelah cuti ngurus anakk sampe 4 tahun terus keterima kerja lagii๐ญ, btw aku baru keterima kerja 1mingguan setelah cuti lamaa doain aku lancar kerjanya yaa
@lauveliya Pernah banget kaya gini, terus di vidioin ayah lagi di rawat.. langsung pulang saat itu juga selah 2 hari ayah meninggal, setelahnya gue memutuskan untuk ga merantau lagi๐ฅฒ
@tanyakanrl "Welcome to girlhood, gadis mama <3" dulu mamaku kasih kue dengan tulisan gitu ketika aku pertamakali haid, dan berkesan sampai sekarang ๐ฅน๐ซถ๐ป