Ges, makasih banyak ya buat semua atensi kalian. Akhirnya aku bakalan milih gabung donasi ke akun orang yang lebih terpercaya.
Tadinya niat hati open mandiri biar sama-sama, aman.
Eh, malah disamperin buzzer 🤣🤣🤣🙏🏻. Dijapri akun bodong yang ngaku mahasiswa padahal bukan 😆🙈.
kalau kamu dibesarkan sama ibu yang emosinya meledak-ledak + ayah yang suka lepas tangan, besar kemungkinan sekarang kamu jadi orang dewasa yang super peka
kamu bisa baca mood orang cuma dari:
• cara dia nutup pintu
• jeda 2 detik sebelum jawab
• nada “iya” yang sebenernya bukan iya
bukan karena kamu over sensitive, tapi karena dulu reading the room itu literally soal survival.
salah baca = langsung kena marah
telat nangkep = jadi pemicu ledakan
otakmu terlatih banget buat baca vibe orang di sekitar, sekarang udah dewasa, tapi skill itu masih nyala 24/7.
ibu ini cerita kenapa Nadiem Disingkirkan:
- Digitalisasi ancam koruptor= mereka gk bisa korupsi lg
- kebijakan berbasis data bikin penyelewengan ketahuan
- Putus rantai vendor lama
- pindah ke Chrome OS bikin vendor Microsoft & pelatih lama kehilangan income
- Hapus ujian nasional
- hilangkan proyek kertas, buku, soal ujian bernilai miliaran
- hapus jual beli kunci jawaban
- Dana BOS jadi transparan
- laporan terintegrasi, tidak bisa lagi lapor fiktif
- Angkat 700.000 guru PPPK
- ganggu sistem jual beli jabatan yang sudah lama berjalan
- Tidak paham adat
- masuk kolam kotor tapi mau bersih-bersih
- Nadiem disingkirkan karena terlalu banyak pihak kehilangan uang dari pusat sampai daerah
Berdasarkan pengamatan dan sharing2 sama senior, cara efektif dapat kerja tuh gini🙏
Bukan: sempurnakan CV
Bukan: apply ke 100 tempat
Bukan: kuasai semua skill
Bukan: ikut seminar "cara dapat kerja"
Tapi:
Jadi orang yang enak diajak kerja sama.
Jadi orang yang bisa dipercaya.
Jadi orang yang orang lain
mau rekomendasiin dengan senang hati.
Dan, jadilah orang yang bisa kerja.
Karena pada akhirnya,
rekomendasi dari satu orang yang tepat
lebih kuat dari 100 CV yang oke sekalipun.
Bangun reputasimu. Supaya namamu bisa disebut saat kamu ga ada di ruangan tsb🙏✅
Reminder: Tetap terus ngelamar kerja ya gaes, jangan berhenti.
Pasti capek, tapi kita ga ada yang tau kalau kerjaan yang mau nerima kita itu tinggal 1 apply lagi
Di jaman sekarang, buat dapetin kerjaan lakuin 2 hal ini.
Konvensional dan non konvensional
Konvensional: Kayak orang biasanya, bikin cv, portfolio, apply2, interview, lalu diterima
Non konvensional: Personal branding, share semua hal2 seputar kerjaan di social media kalian.
Mulai dari hasilnya, prosesnya, bahkan tantangannya.
Jangan tertutup hanya dari 1 metode aja, kita ga ada yang tau rejeki datengnya darimana
liat temen-temen kita yang lagi hancur mentalnya, tapi malah jadi super sibuk upgrade diri.
• gym makin rajin.
• tidur lebih disiplin.
• posting progress badan makin sering.
• nyobain semua cabang olahraga.
• beli sepatu kalcer meski pricey, tetap gas
tiba-tiba jadi paling aware sama kesehatan badan, mereka ga lagi cuma nangis doang, mereka mengalihkan sakit hati jadi bahan bakar.
ini namanya high functioning heartbreak, kondisi di mana hati lagi hancur berantakan, tapi dari luar keliatan stabil, produktif, bahkan “baik-baik aja”.
Terjemahan lowongan kerja dengan bahasa sejujurnya.
a) Mampu bekerja di bawah tekanan = manajemen kantor payah jadi tekanan ke karyawan,
b) Fast learner = gak ada training, belajar sendiri,
c) Flexible work hours = kerja 24/7 di rumah waktu libur sama cuti tetep disuruh kerja,
d) Gaji kompetitif = kompetisinya sama UMR,
e) Bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia = di pelosok ujung dunia,
f) Able to work in dynamic team environments = anggota timnya ganti terus karena gelut sama resign mulu,
g) Able to work in tight deadline = kantor gak bisa manage waktu sama deadline,
h) Memiliki SIM A = mobil lu nanti dipinjem buat urusan kerjaan kantor,
i) Asas kekeluargaan = gak bisa bedain urusan pribadi sama kantor,
j) Berpenampilan menarik = nyari sugar baby berkedok lowongan,
k) Bisa beradaptasi dengan cepat = kerjaan ganti terus,
l) Usia di bawah 25 tahun = nyari anak polos yang belum tahu hak ketenagakerjaan,
m) Gaji negotiable = pas offer ditawarin underpaid,
n) Urgently required = karyawan lama resign tapi belum disiapin gantinya gak ada handover.
o) Full stack developer = programmer superman ngerjain semua,
p) IT Support = superman versi peralatan IT,
q) Desainer grafis = full stack developer versi gambar,
r) Benefit THR = gak ada benefit,
s) Asuransi BPJS Kesehatan = gak ada asuransi swasta,
t) Sehat jasmani dan rohani = gak boleh izin sakit,
u) Jujur dan bertanggung jawab = kantor abis kemalingan,
v) We are a branch office of an international company = nyari karyawan murah di Indonesia,
w) Memiliki inisiatif = atasan gak bisa kerja, gak tahu mau dikasih kerjaan apa,
x) Gaji tidak ditampilkan = underpaid,
y) Loyal pada perusahaan = overwork,
z) Menguasai Excel, PHP, Python, C, C++, Java, Matlab, MySQL, HTML, CSS, ReactJS, dll = perusahaan gak punya duit buat hire 5 orang,
Saya baru disensus BPS, pantas saja banyak yg meragukan akurasi datanya. Iseng sy jawab : saya ga berpenghasilan, saya makan tabungan
Si mba survei ternyata tidak punya kolom isian untuk jawaban semacam itu, jadi dia tanya : sehari hari pengeluaran habis berapa? Ternyata itu diakui sebagai sumber pendapatan. Dia tidak peduli ternyata pengeluaran kita itu dari hutang atau jual-jual aset.
Ya pantas saja diatas kertas ekonomi kita terus naik kalau cara pencatatanya begitu
cc : ige_pranata
OB kantor gue cerita: tiap hari dia bersihin ruang interview jam 5 sore.
Dia hafal 2 tipe kandidat.
Tipe A keluar ruangan bilang "Yah, gue bilang gaji terserah aja biar aman".
Tipe B keluar bilang "Gue tembak 8 juta, kasih alasan 3 poin".
Minggu depan, Tipe A dipanggil lagi. Gajinya 4,2 juta. Tipe B? 8 juta. OB udah tau duluan.
Gue tanya Pak OB: "Kok tau Pak?"
"Mas, yang bilang terserah itu mukanya lemes. Tasnya masih jinjing. Ngeluh di pantry 'HRD-nya galak'."
"Yang tembak 8 juta? Dia keluar senyum. Buka HP, catet sesuatu. Bilang ke temennya 'gue kasih data, jadi dia mikir'."
HRD suka yang mikir, bukan yang pasrah.
4 kalimat pembunuh gaji yang OB sering denger di pantry:
1. "Gaji terserah perusahaan aja" → artinya lo ga tau harga lo 2. "Saya ikut standar aja" → artinya lo ga punya standar 3. "Yang penting keterima dulu" → artinya lo desperate 4. "Sebelumnya saya 4 juta" → artinya lo minta 4,5 juta
Ngomong 1 dari 4 ini = auto UMR.
OB: "Yang lolos itu beda Mas."
Dia ga pernah bilang terserah. Dia bawa kertas kecil. Pas HRD tanya gaji, dia buka kertas.
"Pak saya minta 8 juta. Karena 3 hal: saya pegang ads 15jt/bln, ROAS 3x, dan saya bisa mulai senin."
HRD diem. Catet. OB yang lagi ngepel denger. Minggu depan anak itu balik bawa ID card.
Gue bikin rumus G.A.J.I. biar lo ga ngomong terserah lagi.
G — Ga usah sebut angka dulu: Tanya range dulu. "Boleh tau range untuk posisi ini Pak?" A — Angka lo + 20%: Kalau range 6-8, lo tembak 8,5. J — Jelaskan 3 alasan: Bukan "saya butuh". Tapi "saya kasih".
Lanjutan G.A.J.I:
I — Ikut tutup: "Itu angka yang saya ajukan, saya terbuka diskusi kalau ada komponen lain".
Tanpa G.A.J.I = terserah = 4 juta. Pake G.A.J.I = 8 juta + dihargai.
Contoh G.A.J.I temen gue lamar Admin Sosmed:
G: "Range-nya berapa ya Bu?" HRD: "6-7 juta" A: "Saya di 7,5 juta Bu" J: "Karena 1) saya kelola 3 akun aktif, 2) engagement naik 40% di tempat lama, 3) saya bisa edit video sendiri jadi ga perlu vendor" I: "Saya terbuka kalau ada bonus kinerja"
HRD: "Oke saya note". Hasil? Deal 7,2 juta. Bukan 6 juta.
Sebelum G.A.J.I: "Terserah aja Bu" → HRD mikir "oke 4,5 aja deh, dia ga nolak kok" → Lo nyesel 2 tahun.
Setelah G.A.J.I: "Saya 7,5 karena..." → HRD mikir "anak ini tau harga dirinya, harus gue perjuangin ke bos" → Lo dihargai.
cc : bongkarsistem
Aku setuju dengan apa yang pernah dikatakan Miley Cyrus:
"Aku tidak pernah berbicara buruk tentangmu.
Aku hanya menceritakan apa yang kamu lakukan kepadaku.
Jika itu membuatmu terlihat buruk, maka masalahnya bukan pada ceritaku, tetapi pada perilakumu sendiri.
Karena menceritakan kebenaran tentang apa yang aku alami bukanlah bentuk kebencian. Itu adalah bentuk kejelasan.
Dan aku tidak bertanggung jawab untuk menjaga citra seseorang yang dulu tidak pernah peduli saat tindakannya merusak ketenanganku.
Terkadang kebenaran terdengar begitu menyakitkan hanya karena selama ini ada seseorang yang diuntungkan oleh diamnya orang lain."
Dulu company gue di Jepang banyak hire orang Indo buat kerja remote, karena banyak yg gue bawa juga.
Gue pernah dikomplain sama management karena beberapa karyawan Indo itu sering mati lampu. Masalahnya kalo mati lampu, banyak karyawan yg harus out sampai 1 jam. Mereka harus pindah ke coworking space karena back-up ga bertahan lama. Dan masalah utama sebenernya di koneksi internet yg buruk kalo pake back-up/tethering.
Bahkan company sempet nge-blacklist kandidat dari beberapa daerah dan cuma mau terima mereka kalo mereka mau relocate ke kota2 besar (Jkt, Sby, Bandung, etc.) gara2 kejadian mati lampu ini.
Sekarang malah tambah parah dengan adanya kejadian mati lampu beberapa hari ini karena mati lampu-nya sampai 4-5 jam. Ini kalo di business yg pacing-nya tinggi bener2 terdisrupsi.
Jangan heran kalo nanti company luar lebih milih hire karyawan dari Vietnam, Malaysia, PH, India karena di sana koneksi internet dan listriknya lebih stabil. Ada kemungkinan karyawan remote yg dari Indo bakal diblacklist (dan ini udah bahkan udah kejadian di beberapa company)
Kasian banget ya jadi pekerja remote di Indo. Udah ga dicariin kerja, ga dapet fasilitas apapun, kalo gajian dipajakin. Eh ini terancam industri-nya rusak gara2 kelakuan pemerintah yg ga bisa jaga pasokan batu bara.
7. Mulai journaling setiap hari.
Tanyakan apa yg harus kamu lakuin untuk mencapai versi terbaikmu, tulis standar hidup dan pasanganmu, apa yg membuat kamu bahagia dan apa yg pantes kamu dapetin di hidup ini. Otak kamu akan mulai menemukan peluang untuk mencapai apapun yg kamu tulis di jurnal.
6. Rapikan lingkunganmu tempat kamu tidur, belajar dan aktivitas lainnya. Lingkungan yg rapi bikin mood kamu bagus. Kamar berantakan, meja kerja berantakan itu selalunya mencerminkan kondisi hidup dan mental yg juga berantakan. Mau hidup kamu lebih tertata? Mulai rapihin dulu lingkungan kamu.
4. Berani untuk sendiri.
Seseorang yg mandiri akan jauh lebih cepet berhasil dalam memanifestasi dan mewujudkan impiannya.
5. Afirmasi yang sesuai dengan identitas baru.
Misal kamu pengen jadi kaya, sebut tiap hari "Aku kaya, aku berkelimpahan", nanti peluang utk menjadikanmu kaya bakal datang ke kamu. Misalnya kamu pengen dicintai "Aku dicintai, Aku layak disayangi dengan seseorang yg tulus, baik dll". Aku udah buktiin, ini beneran berhasil walaupun diawal terasa cringe.
2. Mulai lebih memperhatikan diri sendiri dari makanan, tontonan, bacaan dan penampilan.
Gini, gimana mau memuji diri sendiri kalo tiap hari berpakaian lusuh dan gak wangi?
3. Menghindari siapapun yg bikin aku down.
Dulu punya temen yg suka ngatain aku dan kyk mandang aku sebagai org yg gak mampu. Pas sama dia aku selalu ngerasa menyedihkan, jadi aku cut off dia. Setelah cut off, aku ketemu banyak temen yg bisa menghargai aku dan rejekiku makin lancar.
Percaya gak? Kalo mau jadi lebih beruntung dalam finansial, karir, jodoh itu kamu harus membuang identitas lamamu. Aku dulu selalu kejebak di pekerjaan yg sama bertahun-tahun, ketemu tipe cowo yg sama, temenan sama pembuli dan itu terjadi berulang kali. Dan setelah banyak merenung, aku sadar kalo ternyata yg salah itu aku sendiri. Aku merasa gak layak untuk diperlakukan dgn baik.
Caraku membuang identitas lama dan menciptakan identitas baru :
1. Berhenti mengutuk diri sendiri. Ucapan adalah doa