Dulu awal2 kita ketemuan, Aku tidak mengerti enta mengapa setiap bersama Yuna walaupun kehabisan topik pembicaraan aku merasa nyaman bersama nya. Yuna juga merasakan hal yg sama, tak perlu memaksakan cari topik pembicaraan. Apa adanya.
Jadi ingat itu pertama kalinya aku merasa senang ngobrol dengan perempuan lagi. Walaupun dia penyandang tunarungu, melihat caranya hidup dengan tegar tanpa menyerah. Entah mengapa, membuatku merasa ingin terus berjuang juga melawan penyakit ini.
3 tahun setelah aku terakhir kali bertemu dengannya, dia masih tersenyum seperti dulu. Begitu ya, dia sudah mendapatkan kebahagiaanya. Syukurlah. Syukurlah. Syukurlah.
Mimpi perempuan itu lagi. Kayaknya seumur hidup ku bakal dihantuin hal seperti itu. Walaupun mimpi nya ga horor cuma kebiasaan sehari-hari tapi kenapa harus ada perempuan itu.
Mimpi perempuan itu lagi kali ini dia nangis kejer aku cuma diam tiba2 lari lalu memelukku aku cuma bilang lepaskan emosimu luapkan lah kesedihanmu dia malah nangis lebih kenceng tiba2 aku bangun dan anehnya bahu ku basah aku cek kasur ga basah. Dah ah Gausa di bahas