Ayah saya dulu sempet pindah tugas ke Jakarta, gak betah akhirnya balik Surabaya. Dulu saya sangat sangat menghindari berkuliah di Jakarta, tapi nasib malah membawa ke Jakarta. Lulus pun mau cari kerja di SBY/Luar Jawa tapi sekali lagi, masih stuck di Jakarta 😅😅😅.
Hari ini HUT Jakarta (masih DKI gak sih?). Kalian punya cerita apa soal kota ini?
Kalau versi saya, Jakarta itu love and hate. Saya lahir di sini, tepatnya di RSAL Dr. Mintoharjo. Gak usah tanya tahun berapa, cek profil saja hehe.
Sepertinya 90% hidup saya di Jakarta. Sekolah di sini, kerja di sini. Kuliah sih di Depok. Menikah juga di sini, di Katedral Jakarta, sekalian di pusatnya tuh ahhaha. Sempat kerja di luar Jakarta, tapi ya kebanyakan cari duit di Jakarta. Kalau saya dibilang Jakartan, ya boleh lah. Ortu datang dari Yogyakarta, tapi saya lahir dan besar di sini.
Saya mungkin sudah ke berbagai tempat di Jakarta, tapi yang saya hafal ya cuma area Jakarta Selatan (Jaksel banget gak tuh). Hidup selama ini, saya merasa Jakarta itu banyak rasanya.
Kalau ngomong jeleknya, ya banyak. Satu yang pasti, jalanan itu gak makin rapi. Makin semrawut. Memang ada transportasi publik yang membaik, tapi bagi saya masih cukup jauh dari ideal. Polusi juga memburuk. Untungnya saya dan istri tidak lagi harus keluar dari apartemen karena kita kerja di sini, ga perlu ke kantor.
Bangunan kosong yang terbengkalai juga tidak sedikit. Mungkin bisa meniru cara-cara kota lain untuk 'memaksa' pemiliknya untuk mengaktifkan gedung-gedung kosong itu atau cari caralah. Saya tidak tau, feel free to debate this. Sayang sih, kalau saya lagi ke area2 kosong dalam gedung, berasa kayak film Backrooms.
Cuma, harus diakui, Jakarta itu banyak hal menarik.
Segala macam pembangunan dan hal-hal komersial cepet banget kalau di Jakarta. Mau liat-liat barang konsumtif, jelas di Jakarta banyak etalase yang bisa kita 'nikmati'. Resto-resto baru juga terus bermunculan, sekaligus terus berguguran. Event seringnya di sini, walau sekarang sudah mulai diimbangi dengan adanya venue di luar Jakarta.
Sekarang, tempat yang bisa dikunjungi di Jakarta macam-macam. Meski malnya melimpah, Jakarta tidak hanya punya mal. Sesekali saya ke Ragunan atau ke TMII atau ke museum. Satu yang belum saya kunjungi dan pengen banget itu ke Museum Affandi. Resto di luar mal juga banyak yang enak dan menarik. Saya beberapa kali cukup rutin ke taman-taman di kota ini karena memang itu menarik buat rileks.
Jakarta itu menuju tahun ke-500, usia yang mustahil saya samakan. Dan, sekarang (Metro Jakarta tepatnya) kota ini jadi terbesar di dunia kalau parameternya penduduk. Mudah-mudahan bakal banyak perbaikan di kota ini dan lebih memanusiawikan penduduknya.
Haqqul Yaqin surabaya kalau dikelola baik bisa jadi Permata Indonesia Timur. Lebih baik lagi kalau Gerbang Kertosusilo bisa jadi pusat Industrialisasi masif mengingat hinterlandnya sangat2 luas.
Pembagian administrasi tingkat 1 di Hindia Belanda:
Jawa Barat (Jakarta), Jawa Tengah (Semarang), Jawa Timur (Surabaya), Surakarta, Yogyakarta, Sumatera (Medan), Borneo (Banjarmasin), dan Timur Besar (Makassar).
Daerah yg paling banyak penduduknya adalah Jawa Timur!
Dulu pas SMA Kuliah kepikiran "ngapain nikah, enaknsendiri bebas" sekarang umur dah mulai masuk mid 20 - liat orang berkeluarga. Mbatin "semoga bisa seperti mereka".
Am i cooked?