Gubernur Papua Barat Daya di Depan Zulhas: Kami Numpang, Orang Jakarta Punya Semua Hutan Papua!
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambumengungkap kondisi di Papua saat ini di mana masyarakat lokal tidak menikmati sumber daya yang ada yaitu hutan.
"Kami tinggal di Papua ini tinggal, tapi hutan ini sudah habis. Habislah ini, orang-orang Jakarta yang punya hutan ini. Jenderal punya hutan, konglomerat punya hutan. Orang Papua nggak punya, kita cuma numpang." Kata Gubernur Papua Barat Daya
@RevertStoriesx Untung banyak ya ibu ini. Dekat-dekat kematian memeluk Islam, tidak menjalani shalat 5 waktu, puasa, sedekah, umroh/haji tapi setelah pengadilan akhirat, surga menunggunya
Palestinians must not only survive Israel's
ongoing genocide, but also the unbearable heat. Israel
has destroyed nearly all of Gaza's infrastructure
locked essential humanitarian resources from entering
the Strip, and Palestinians are experiencing limited
electricity.
All this makes the summer heat waves much more
dangerous.
Bambang Setiawan (60), penjual bingkai dan cermin di Pejompongan, dikeroyok hingga tewas oleh gerombolan orang tak dikenal berpakaian sipil. Diduga ada tiga kelompok terkoordinasi yg diturunkan buat melakukan kekerasan ke warga secara sporadis. https://t.co/veWvXYXCZm
@iqbalwfh Sejarahnya di stasiun underground kalau tidak salah karena dulu di London sering ditaruh bom oleh gerilyawan sehingga kemudian ada aturan utk tdk menaruh tempat sampah di sana
🚨 BREAKING:
The US military arrested two of its soldiers protesting US support for Israel's genocide in Gaza:
"Rise up, America. It's time to take this country back from these corrupt politicians."
🚨 BREAKING:
Award-winning Palestinian journalist Ashira Darwish issued a powerful call to action:
"We are no longer asking the world to save us. We can take care of ourselves, but we need you to stop supporting the machine."
🚨 BREAKING:
American journalist Abby Martin:
"We won't forget Palestinians carrying their children in plastic bags.
I will never forget a drone using a baby's cry to lure children from their homes.
You cannot cover this up with propaganda lies."