IDF Commander Nochi Mendel Ordered the Drone Strike that Killed Seven Aid Workers
IDF Colonel Nochi Mendel has publicly confirmed that he ordered the Israeli drone attack that killed Australian aid worker Zomi Frankcom and six of her World Central Kitchen colleagues in Gaza in April 2024. The convoy was hit in three separate strikes over four minutes, despite its humanitarian role being coordinated with Israeli authorities. Mendel, who was later removed from his position over failures surrounding the attack, told the ABC he was the commander who gave the order and said he was “not sorry” for his decision. Israel’s military has since decided not to pursue a criminal investigation or further action against those involved.
🇺🇦🇷🇺🚨‼️ PANDORA'S BOX
Ukraine started the war on civilian (dual-use) logistics, and now Russia responded in kind… at 10x scale.
“Russia has destroyed approximately 90% of the warehouse facilities of retail chains in Ukraine,” said Ukrainian Minister of Agrarian Policy Vysotsky.
The Russian army is focusing on completely destroying huge stores, logistics hubs, warehouses, and factories.
Today, the last working Epicenter shopping center was destroyed in Zaporizhia.
Many stores in Ukraine are out of food and have introduced rationing.
Warga Palestina Hanzalah Issa terpaksa bertemu dengan anak-anaknya di seberang pos pemeriksaan militer penjajah zionis di Beit Iksa, barat laut Yerusalem (Baitul Maqdis) terjajah.
Serdadu penjajah "Israel" mencegahnya melintasi pos pemeriksaan untuk menemui keluarganya di dalam
Ini adalah cara pandang yang sangat berkiblat Barat dan tidak membumi dalam konteks Indonesia ya kakak2 adik2 sekalian~
"Kamu bisa X, Y, Z karena feminisme!" adalah argumen bodoh, ahistoris, dan ga nyambung.😂
Kita bedah alasannya mengapa anggapan begini blunder:
Lebanese farmers have to apply to the Israeli military for permits to access their own agricultural lands inside Lebanon.
An "Israeli ceasefire" means peace & quiet for Israelis and a belligerent & murderous military occupation for Lebanese.
SETENGAH TAHUN PERANG TERHADAP IRAN: 180 HARI YANG MENEGASKAN BERAKHIRNYA IMPERIUM AS
Setengah tahun kegagalan total dalam mencapai setiap tujuan yang ditetapkan. AS dan Israel memulai perang dengan berpikir bahwa sistem Iran akan runtuh setelah pembunuhan Ayatollah Khamenei, dengan mengharapkan penyerahan diri dan kapitulasi seperti yang mereka lihat terjadi di Venezuela.
Mereka meyakini bahwa superioritas udara dan menjatuhkan puluhan ribu bom akan membungkam persenjataan rudal dan drone militer Iran. Donald Trump dilaporkan terkejut ketika Iran menutup Selat Hormuz, sesuatu yang telah diancam Iran akan dilakukan selama beberapa dekade jika terjadi serangan AS.
Enam bulan kemudian, kita dapat melihat betapa tidak berpijaknya kebijakan luar negeri neokonservatif pemerintahan Trump yang kedua pada realitas. Ayatollah Khamenei digantikan oleh Ayatollah Khamenei, militer Iran masih memiliki kemampuan untuk menyerang aset-aset AS di kawasan, dan Selat Hormuz masih ditutup.
Enam bulan ancaman pemusnahan, pemboman, dan sanksi ekonomi terbukti sama sekali tidak membuahkan hasil dalam mencapai tujuan-tujuan AS. Iran telah memberikan kekalahan strategis kepada Amerika Serikat.
Kekuatan AS telah dipermalukan dan terekspos sebagai kekuatan yang mengalami kemunduran mendalam. Militer AS yang bernilai lebih dari US$1 triliun dikalahkan oleh sebuah kekuatan regional yang memiliki basis industri pertahanan dalam negeri.
Dunia telah menanggung konsekuensi dari perang yang dilancarkan Washington. Dan sejak berakhirnya apa yang disebut Perang Dingin, belum pernah begitu banyak orang di berbagai penjuru dunia memandang AS sebagai negara rogue yang putus asa dan berbahaya—negara yang bersedia mengabaikan seluruh “aturan” dari “tatanan berbasis aturan” demi mempertahankan imperiumnya.
Miliaran orang menghadapi kenaikan harga, krisis ekonomi, dan bencana ekonomi setelah serangan Trump dan Netanyahu menyebabkan Iran menutup Selat Hormuz. Dan kini, warisan Trump menghadapi kemungkinan nyata berubah menjadi depresi ekonomi global.
Di dalam negeri, Trump mengkhianati basis pendukungnya sendiri setelah sebelumnya berjanji “tidak ada lagi perang”. Sebaliknya, ia melancarkan perang yang selama ini diimpikan Tel Aviv. Ketidakpopuleran perang ini, serta kenyataan bahwa perang tersebut secara terang-terangan terlihat sebagai perang demi kepentingan Israel, telah memicu perlawanan terbesar terhadap lobi Israel dan pengaruhnya terhadap kebijakan luar negeri AS.
Semakin banyak warga Amerika yang mulai mempelajari sejarah genosida dan kebrutalan Israel. Mereka juga semakin muak dan lelah melihat uang pajak mereka digunakan untuk mendukungnya, sementara para politisi mereka tampak sepenuhnya tunduk pada lobi Israel.
Setelah enam bulan, kekuatan imperialis AS sedang mengalami keretakan yang hebat. Dunia berada di ambang bencana ekonomi akibat tindakan para neokonservatif fanatik pro-Israel di Washington. Dan miliaran orang di seluruh dunia semakin memahami bahwa era unipolaritas harus benar-benar berakhir demi kebaikan umat manusia.
Translated from @afshinrattansi
A Japanese climber wearing a Palestinian flag as a cape (@fumifumtakafumi) reached the summit of Mt. Senjo and shouted:
"Free Palestine! Israel must end the illegal occupation right now!"
Mt. Senjo is a tall moutain straddling on the border of Yamanashi and Nagano prefectures.
Tentara mulai sering jagain demo.
Jangan sampai dinormalisasi, kembalikan ke barak!
Sudah dua kali aksi mahasiswa pada Juni dan Agustus 2026 selalu dikawal oleh tentara. Kenapa? Apakah sudah dalam keadaan darurat sehingga kepolisian meminta bantuan ke TNI untuk mengawal demonstrasi?
Jika dibiarkan, kita akan dipaksa untuk menerimanya lalu dinormalisasi, yang ujungnya tidak sehat bagi demokrasi yang kita perjuangkan.
🎥: Permata Adinda
📷: Adrian Mulya
#Tentara #Militer #KembaliKeBarak
🚨 BREAKING:
An Ohio State University professor tackled a TV cameraman to the ground simply for asking questions about Epstein.
"I think we can all guess his political affiliation based on his reaction to an uncomfortable question..."
"Sakit hati kita, habis ini terbit sawit." Bupati Siak murka saat meninjau lokasi Karhutla.
Beliau menemukan fakta lahan sengaja dibakar untuk dijadikan kebun sawit 😢
Prof. Mahfud Curiga ada "Barter" Kasus Korupsi Raksasa? 🤯 Kasus korupsi yang awalnya meledak bak "bom besar" kok tiba-tiba sepi pemberitaan? 😱 Prof. Mahfud MD blak-blakan menyoroti hilangnya kabar kasus MBG di tengah munculnya kasus baru (Febrie Adriansyah).
🇺🇦🇷🇺🚨‼️ Russia’s new tactic — permanent air raid
Russia now sends small, constant waves to keep the air raid alarm going most of the day.
Today’s air raid alarms:
🚨 02:28–02:39 AM
✅ 53-minute break
🚨 03:32–03:46 AM
✅ 3-minute break
🚨 03:49–04:00 AM
✅ 65-minute break
🚨 05:05–07:18 AM
✅ 56-minute break
🚨 08:04–08:46 AM
✅ 33-minute break
🚨 09:17–09:36 AM
✅ 39-minute break
🚨 10:05–10:27 AM
✅ 29-minute break
🚨 10:56–11:41 AM
✅ 2 hours 36 minutes break
🚨 02:17–02:47 PM
✅ 1 hour 58 minutes break
🚨 04:45–07:09 PM
✅ 55-minute break
🚨 08:04–09:08 PM
✅ ongoing at time of post
During alerts, Kyiv Metro stops trains on above-ground sections; underground stations serve as shelters.
Nova Poshta suspends customer service. Malls, cinemas, gyms and other businesses may halt operations and send visitors to shelters.
The alarm freezes the country: no transport, and protocol directs everyone to shelters.
This is possible because Ukraine is out of air defense. Impacts are seen across Ukraine, many in Kyiv. (Video)
Russia previously overloaded air defenses; now it only needs small waves to hit targets.