Apa bener selingkuh itu penyakit kecanduan?
Selingkuh itu sebenernya bukan penyakit dalam arti gangguan medis yang tiba-tiba dateng kayak flu atau infeksi gitu.
Tapi kalau kita bicara soal mekanismenya, emang ada kemiripan sama kecanduan atau adiksi.
Mari kita jelaskan secara detail….
Di dalem otak kita ada yang namanya reward system.
Pas seseorang selingkuh, ada lonjakan dopamine yang tinggi banget karena ngerasain sensasi baru, deg-degan pas sembunyi-sembunyi, sampe validasi dari orang baru.
Sensasi high ini yang bikin pelakunya ngerasa ketagihan buat ngulangin lagi demi dapet perasaan senang yang sama.
Jadi secara neurosains, polanya emang mirip sama orang yang kecanduan judi atau zat tertentu.
Tapi aku harus jujur dan objektif ya, kita nggak bisa jadiin alasan kecanduan ini buat memaklumi tindakannya.
Selingkuh itu tetep sebuah pilihan dan keputusan sadar, bukan sesuatu yang terjadi di luar kendali kayak orang lagi kejang.
Banyak orang berlindung di balik kata penyakit cuma buat menghindari rasa bersalah atau tanggung jawab atas luka yang mereka buat ke pasangannya.
Itu sebenernya salah banget kalau dijadiin pembenaran.
Meskipun ada dorongan hormonal yang bikin nagih, kontrol diri itu tetep ada di tangan masing-masing.
Kalau emang ngerasa ada pola yang susah berhenti, biasanya itu karena ada isu psikologis yang belum kelar di dalem dirinya, misalnya butuh pengakuan yang berlebih atau emang punya masalah sama kontrol impuls.
Intinya selingkuh itu perilaku yang dibentuk oleh kebiasaan dan pilihan, bukan penyakit yang nggak bisa disembuhin kalau emang orangnya punya niat dan integritas buat berubah.
dr. Dastin Andre, CCP
Mungkin unpopular opinion, tapi gw lebih ga ngerti kenapa mesti bela-belain wfc dengan meja sekecil itu dan ngambil resiko laptop rusak karena ketumpahan kopi.
It’s a noisy environment, and the coffee isn’t even that good.
Tau ga sih kalau Allah tuh literally nyuruh kita buat TRAVELLING???
"Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu dalam keadaan mudah dimanfaatkan. Maka, jelajahilah segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya..." Q.S Al-Mulk:15
Daft Punk's Thomas Bangalter made his return to the decks last night for a suprise b2b with Fred again.. — his first set in 16 years
Full story:
https://t.co/JJYevBHl8h
SIARAN PERS
Suhu Panas Landa Sejumlah Wilayah Indonesia, BMKG Ungkap Penyebab dan Potensinya ke Depan
Jakarta, 15 Oktober 2025 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa cuaca panas dengan suhu maksimum mencapai 37,6°C yang melanda berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh kombinasi gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia. Kondisi ini diprakirakan masih akan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan bahwa penyebab utama suhu panas ini adalah posisi gerak semu matahari yang pada bulan Oktober berada di selatan ekuator. Faktor lainnya adalah penguatan angin timuran atau Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan hangat sehingga pembentukan awan minim serta radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara maksimal.
“Posisi ini membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua, menerima penyinaran matahari yang lebih intens sehingga cuaca terasa lebih panas di banyak wilayah Indonesia” kata Guswanto di Jakarta, Rabu (15/10).
Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengungkapkan, data BMKG mencatat pengamatan suhu maksimum mencapai di atas 35°C menyebar luas di seluruh wilayah Indonesia. Wilayah yang paling berdampak suhu tinggi meliputi sebagian besar Nusa Tenggara, Jawa bagian barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi bagian selatan dan tenggara, serta beberapa wilayah Papua.
Pada 12 Oktober 2025, suhu tertinggi tercatat sebesar 36,8°C di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat). Kemudian, suhu sedikit menurun menjadi 36,6°C di Sabu Barat (NTT) pada 13 Oktober 2025.
Lebih lanjut, suhu kembali meningkat pada 14 Oktober 2025, berkisar antara 34–37°C. Beberapa wilayah seperti Kalimantan, Papua, Jawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan suhu maksimum 35–37°C. Wilayah Majalengka (Jawa Barat) dan Boven Digoel (Papua) juga menunjukkan peningkatan suhu hingga 37,6°C.
"Konsistensi tingginya suhu maksimum di banyak wilayah menunjukkan kondisi cuaca panas yang persisten, didukung oleh dominasi massa udara kering dan minimnya tutupan awan,” jelas Andri.
Di samping cuaca panas yang persisten dan dominan, BMKG memprakirakan potensi hujan lokal akibat aktivitas konvektif masih dapat terjadi pada sore hingga malam hari, terutama di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua. Mengingat dinamika yang terjadi, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan dan menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, khususnya pada siang hari.
"Tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca mendadak seperti hujan disertai petir dan angin kencang pada sore atau malam hari," tambah Guswanto.
BMKG mengingatkan agar masyarakat memantau secara berkala informasi cuaca terkini dan peringatan dini melalui situs resmi https://t.co/JWRniK9ARu, akun media sosial BMKG, atau aplikasi Info BMKG guna mengantisipasi dampak cuaca terhadap aktivitas sehari-hari.
Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama
Instagram : @infoBMKG
X : @infoBMKG@InfoHumasBMKG
Facebook : InfoBMKG
Youtube : infoBMKG
Tiktok : infoBMKG