"Dari mana datangnya kekuasaan politik? Prinsipnya sederhana saja: diktator membutuhkan dukungan dari rakyat yang diperintah. Tanpa dukungan itu, diktator tidak akan sanggup mengamankan dan mempertahankan sumber-sumber politik" (hlm 24)
Donlot gratis di https://t.co/4J6VEhZjjL
Jadi.. selama 10 tahun terakhir, cara parenting yang katanya "lembut dan baik" itu TERNYATA gagal total.
Iya, gagal.
Penelitian di tahun 2025 di Amerika menunjukan:
keluarga yang pake aturan tegas—jam malam nggak bisa ditawar, batasan gadget jelas PUNYA HUBUNGAN SAMA ANAKNYA JAUH LEBIH BAIK.
Ini oleh-oleh dari kelas Mas Yusi, penulis Raden Mandasia, bersama @PenerbitbaNANA dan @narabahasa Sabtu lalu.
Tunjukkan (show) jika pembaca perlu merasakan. Nyatakan (tell) jika pembaca hanya perlu tahu.
Mau berlatih menunjukkan kesedihan tanpa kata "sedih" atau sinonimnya?
Ini dianggap sebagai salah satu kejahatan paling mengerikan dalam seluruh sejarah perang.
Saat seorang tentara Israel melakukan penembakan jarak jauh terhadap seorang wanita tua di Gaza yang sedang memegang tangan cucunya, sambil mengangkat bendera putih, setelah pasukan pendudukan memberikan jaminan aman untuk melewati.
Melupakan dan Mengabaikannya adalah kejahatan.
Sudah siap memaksimalkan Bulan Ramadan untuk ibadah yang lebih baik?
#SiapLebihAwal dalam sehala hal perlu kita lakukan, supaya ibadah dan semua kegiatan selama Ramadan berjalan dengan baik dan penuh berkah.
#Ramadan1447H#Muhammadiyah#islamBerkamajuan
Tiga tahun ini, saya mengikuti perkembangan dunia. Terlebih dinamika global bulan-bulan terakhir ini.
Sebagai seseorang yang puluhan tahun memperhatikan dan mendalami geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, serta sejarah peperangan dari abad ke abad, terus terang saya khawatir. Cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. Cemas kalau dunia mengalami prahara besar. Apalagi kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga.
Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah. Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit. Situasi dunia menjelang terjadinya Perang Dunia Pertama (1914-1918) dan Perang Dunia Kedua (1939-1945) memiliki banyak kesamaan dengan situasi saat ini. Misalnya, munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer besar-besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas. Sejarah juga mencatat, bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya perang besar, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi. Mengapa?
Mungkin bangsa-bangsa sedunia tidak peduli, atau tidak berdaya, atau mungkin tidak mampu untuk mencegahnya. Secara pribadi saya berdoa kepada Tuhan, semoga mimpi buruk terjadinya perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir itu tidak terjadi. Banyak studi yang mengatakan bahwa jika terjadi perang dunia, perang total dan perang nuklir, maka kehancuran dunia tak bisa dihindari. Korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 milyar manusia. Tidak ada peradaban yang tersisa dan musnahnya harapan manusia.
Tapi tidak cukup dengan doa satu, dua orang. Andaikata 8,3 milyar manusia penghuni bumi juga berdoa secara khusyuk, Tuhan tak begitu saja mengabulkan kalau manusia dan bangsa-bangsa sedunia tidak bekerja dan berupaya untuk menyelamatkan dunianya.
Sesempit apa pun, masih ada waktu dan cara untuk menyelamatkan bumi dan dunia kita. Mari kita berbicara dan berupaya. Ingat kata-kata Edmund Burke dan Albert Einstein yang intinya mengatakan bahwa kehancuran dunia bukan disebabkan oleh orang-orang jahat, tetapi karena orang-orang baik membiarkan orang-orang jahat menghancurkan dunia. Atau juga, kalau yang baik-baik diam, yang jahat akan menang.
Saran dan usulan saya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif mengundang para pemimpin dunia untuk berembuk di Persidangan Umum PBB yang sifatnya darurat (Emergency UN General Assembly). Agendanya adalah langkah-langkah nyata untuk mencegah terjadinya krisis dunia dalam skala yang besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia yang baru.
Saya tahu, boleh dikata saat ini PBB tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing.
Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu “bagai berseru di padang pasir”. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini. Ingat, if there is a will, there is a way. *SBY*
Terima kasih atas penjelasan @Menlu_RI re Dewan Perdamaian, namun sy lihat penjelasan beliau terlalu abstrak & normatif thdp masalah yg kontroversial, sangat rumit & pastinya penuh ranjau.
Sbg negosiator 🇮🇩 utk DewanPerdamaian, Menlu Sugiono perlu berikan penjelasan lebih mendalam,
1) apa hak dan kewajiban Indonesia sbg anggota DewanPerdamaian, dan apakah prinsip kesetaraan dijamin,
2) apa jaminan bhw proses ini tidak akan menjadi proyek real estate Trump / internasional di Gaza yg akan kesampingkan hak rakyat Palestina, dan bagaimana mencegah agar Dewan steril dari kepentingan bisnis aktor2 luar (yg sebenarnya tidak peduli dgn Palestina) yg akan jadikan Palestina sbg obyek bukan tuan rumah di Gaza,
3) apa jaminan atau pathway bhw Dewan akan mewujudkan solusi 2 negara / kemerdekaan Palestina (krn baik Trump & Netanyahu masih menjauhi tujuan ini),
4) bagaimana kalau ada perbedaan pendapat diantara anggota Dewan , apa mekanisme penyelesaiannya & bagaimana agar anggota Dewan tidak diposisikan sbg “anak buah” Trump yg dikenal sering berpikiran tidak lazim,
5) kalau ada PM Israel Netanyahu dlm DewanPerdamaian, bagaimana dengan perwakilan Palestina ?,
6) bagaimana kalau gencatan senjata dilanggar Israel (yg sudah sering terjadi),
7) kenapa perlu ada fee fantastis $ 1 milyar utk jadi anggota permanen DewanPerdamaian (sehingga terkesan sangat transaksional dan elitis), dan apakah 🇮🇩 akan membayar > menurut sy, jangan
8) kalau benar DewanPerdamaian adalah organisasi internasional, apa hubungannya dgn PBB dan apakah tidak akan menyaingi PBB,
9) apa red flags bagi 🇮🇩 yang dari awal perlu menjadi pedoman partisipasi kita dlm DewanPerdamaian, dlsbnya.
Rakyat 🇮🇩 butuh, dan berhak, mendapat penjelasan yg gamblang mengenai ini. Wamenlu Anis Matta, yg bertugas tangani dunia Islam dan Timur Tengah, juga perlu tampil. Ditunggu penjelasan Menlu Sugiono lebih lanjut thdp butir2 pertanyaan diatas.
https://t.co/1b0r1jonmE
🚨 Berikan RETWEET pada video ini
Dunia perlu melihat apa yang dilakukan teroris RSF — yang dipersenjatai dan didanai oleh UEA dan dengan dukungan Zionis-Amerika — terhadap rakyat Sudan yang tidak bersalah.
Don’t scroll on 🇸🇩 Kejahatan dan Kebrutalan Ini Harus Dihentikan!!