Dalam Adlerian psychology, bahkan istilah trauma itu nggak ada.
Lho, kok jahat? Misal ada anak muda yang mendekam dikamarnya sepanjang hari.
Dia gak berani bersosialisasi karena waktu kecil di-abused orang tuanya dan sering di-bully di sekolah. Itu salah dia sendiri, bukan karena trauma?
Yes, the past doesn't matter.
Anak muda tadi insecure, maka dia nggak bisa keluar rumah.
Coba pikir dari sudut pandang lain ๐๐ป dia nggak mau keluar rumah, maka dia membuat sebuah state of anxiety untuk mendukung goal dia nggak keluar rumah.
Dia nggak sadar membentuk goal untuk nggak bersosialisasi dalam pikirannya, maka dia memanufaktur untuk selalu ada dalam kecemasan dan ketakutan sebagai pemenuhan tujuannya untuk menghindari sosialisasi.
Wait, lo bilang klo anak muda tadi pura2 sakit?
Nggak, anxiety dia itu beneran. Bahkan mungkin dengan gejala fisik lain, seperti sakit kepala atau mual.
Namun, gejala-gejala ini juga merupakan manifestasi dari usaha dia untuk mencapai tujuan menghindari kegiatan luar.
Focus point dari Adler adalah diri kita nggak ditentukan oleh pengalaman masa lalu, melainkan oleh makna yang kita berikan pada pengalaman tersebut.
Bukan berarti pengalaman buruk saat masa kecil itu nggak berpengaruh dalam membentuk personality, their influences are strong.
But the important thing is that nothing is actually determined by those influences.
Kamu harus melakukan sesuatu untuk reset makna yang kamu beri terhadap masa lalu yang buruk.
Butuh proses, tapi mulai dari perspektif bahwa kamu yang bertanggung jawab terhadap diri kamu saat ini dan masa depan. Bukan pengalaman masa lalu.
Your life is not something that someone gives to you, but something you choose yourself, and you are the one who decides how you live.
Kalau kreativitas adalah mobil, maka imajinasi adalah bensinnya, kita adalah pengendaranya.
Dan di jaman serba AI ... Bard ibarat navigatornya yg bantuin kita sebagai driver. Ga ada prompt yg terlalu aneh buat Bard. Contoh..