@peace88nlove@sosmedkeras Emang bgtu, type cewe murah yg sok jual mahal. Buar terlihat elegant dan cantik. Suruh nikah aja ama kebo. Tenang aja perempuan lebih banyak dari laki2. Kalo ada cewe bgtu langsung tinggal aja, nnti juga ketemu yg sesuai kriteria gak neko2.
Miris banget yaa…‼️
Orang yang peduli terhadap kondisi masyarakat bukannya didengar, malah diserang, dibully, bahkan didoxing.
Yang lebih miris lagi, @kemkomdigi seolah tutup mata 👎👎
Teman2 bantu viralkan berita mengenai Kaltim ya, terkait dinasti, terkait tidak pekanya atas penggunaan anggaran, demo masyarakat dan mahasiswa atas keresahan ini
@a7ibayu Sebagai sesama Kaltim, ane bantu walaupun gak seberapa signifikan. Tetap suarakan bobroknya Dinasti Keluarga besar satu itu dalam memimpin Provinsi kita.
@zlebor02@PngAdilnR4kyt Mahluk kaya ello masih idup aja tong?? Org2 udeh mikir robot. Nah ello masih abah aja gak kelar2,, pantesan sdm kapuran gmn mau maju konoha. KOCAK!!!
@IndonesiaFedera@ComRamdani Ya Allah udeh rusak akhlak, sholawat Nabi dipakai untuk manusia yg zholim terhadap orang2 yg ingin manunaikan ibadah hadji.
🚨 Pernyataan Sikap Kami atas Video ini 🚨
Kawan-kawan, Handai Tolan. Coba perhatikan mulai dari menit 5:41. Kacau ini presiden. Mental dendamnya kentel banget. Kemampuannya dalam mencerna kritik sangat buruk. Amat sangat buruk.
"Berarti kamu butuh MBG ya? Soalnya katanya MBG gak penting. Banyak orang-orang pintar di Jakarta yang bilang kalau MBG gak penting. Buang-buang anggaran."
Woy, Gendut. Kalau sedari awal 'blueprint' MBG itu menyasar anak-anak sekolah yang nasibnya seperti Yamisa, KAMI JAMIN, gelombang kritik dan protes ngga akan semasif seperti sekarang. Nilai gizi perporsi bakalan lebih bagus, anggaran yang dipakai juga nggak bakalan setekor sekarang.
Masalahnya adalah, den, presiden, MBG udah berjalan setahun lebih, sektor yang dikorbankan sudah banyak, anggaran udah kebuang triliunan rupiah, tapi pendistribusiannya masih sangat carut marut. Masih banyak siswa/i kayak Yamisa yang belum kebagian, tapi di lain sisi siswa/i yang ortunya mampu, yang biaya SPP sekolahnya ada di level menengah sampai mahal, malah kebagian, dan bentuk menu yang disajikan terkesan melecehkan kemampuan ekonomi mereka.
Mosok koyok ngono rak paham sih, Ndut?
Tolong hentikan narasi dan berbicara pada khalayak publik perihal banyak orang pintar yang menolak MBG. Tidak ada yang menolak MBG apabila program ini berlandaskan kajian dan riset yang kuat, roadmap yang mateng, dan target kategori penerima manfaat yang sangat jelas. Dengan terus-menerus menarasikan kritik terhadap MBG sebagai bentuk penolakan, maka bukan tidak mungkin kalau kami mengecap presiden sebagai dalang konflik warga vs warga, rakyat vs rakyat.
"Ya kan untuk bisa merata kami perlu waktu."
Alah, omong kosong. Kalau pelaksana program sedari awal mau untuk melakukan riset yang lebih dalam terlebih dahulu, mengizinkan para ahli untuk turut terlibat, waktu dan biaya tidak akan banyak terbuang seperti sekarang. Dan tidak akan ada anak-anak sekolah seperti Yamisa, yang terlambat mendapatkan haknya.
Sekitar 700 SISWA KERACUNAN MASSAL DI GUNUNG KIDUL DIY.
Bupati Gunung Kidul Ngamuk,
Peristiwa keracunan massal yang menimpa sekitar 700 siswa di Gunung Kidul, Yogyakarta...
"Anda tidak bisa tertib, KELUARRR...," @AimanWitjaksono mengusir dan mempermalukan Abu Janda.
Terimakasih bung Aiman sudah membersihkan layar TV Indonesia dari sampah2 peradaban.
Ya namanya kerja pasti ninggalin anak lah taplak! Mau lu kerja di pabrik atau di kantor juga begitu. Emang lu pernah liat Ronaldo gocek Pique sambil gendong Esmeralda? Bukan lu doang yang kerja ninggalin anak.
Gini nih kalo orang kelamaan nganggur diajak kerja. Drama mulu.