girl to girl,
kalo menikah nanti, harus sama cowo yang :
- kamu nyuci, dia yg jemur atau sebaliknya.
- kamu yg nyapu, dia yg nge-pel atau sebaliknya.
- kamu yg masak, dia yg cuci piring atau sebaliknya.
- kamu yg nyuapin anak, dia yg gendong/mandiin anak atau sebaliknya.
Intinya kalau kamu nikah sm cowo yg bisa DIAJAK KERJA SAMA
pria dengan cintanya :
"aku jemput ya"
pria dengan pelampiasannya :
"kamu yang kesini"
cewe psikopat :
"udah gausa jemput, aku aja yang kesana"
cegil premium :
“hotel nya udah aku booking ya, nanti ketemu ni kamar 112 ya sayang”
cewe independent :
“gausah, aku bisa pergi sendiri”
akhirnya gue ngerti.
ternyata masalahnya ada di gue, gue datang ke hidup orang dengan energi, kesetiaan, kasih sayang, dan ketenangan yang mungkin belum pernah mereka rasain.
tanpa sadar, gue ngerusak zona
nyaman mereka yang selama ini
dibangun dari kekacauan, mereka bukan nggak suka yang
tulus.
mereka cuma udah terbiasa sama hubungan yang penuh drama dan ketidaksehatan, kehadiran gue nuntut mereka buat bertumbuh dan mungkin mereka belum siap.
Bahasa cinta yang paling tulus itu saat seseorang mau memperbaiki dirinya demi hubungan bukan “I’ll change myself so you won’t leave,” but “I recognize how my behavior affects you, and I genuinely want to grow.”
Jangan main-main dengan doa Nabi Musa As:
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
"Rabbi innî limâ anzalta ilayya min khairin faqîr."
Saat pekerjaan seret, rezeki terasa sempit, dan arah hidup belum jelas, doa ini punya makna yang dalam banget.
tapi pernah ga kamu nyibukin diri sendiri buat ngilangin rasa sedih. but end up, you still sad and depressed. you can’t hold it anymore, and finally you cry because it really hurts your feelings :”)