Lihat videonya, heran kok tutup karena alasan enggak ada anak muda yang mau bekerja di peternakan?
Lihat komentarnya, eh ternyata masalahnya ada pada warlok dan ormas setempat yang tidak mau ada pekerja dari luar daerah, tapi mereka pilih-pilih pekerjaan sampai usaha peternakannya tutup.
Btw, kira-kira kenapa anak mereka lebih memilih tinggal di Australia daripada bertahan mengurus peternakan yang sudah jelas-jelas stabil, ya?
Ada sebab lain sepertinya; ketidakpastian hukum dan banyaknya pungutan liar atau masalah-masalah klasik lainnya, misal.