YANG SEHARUSNYA DAPAT GAJI BESAR
1. GURU
2. NAKES
YANG SEHARUSNYA TIDAK MAHAL
1. PENDIDIKAN
2. BUKU
3. IKAN, BUAH & SAYUR
YANG SEHARUSNYA SAMA
SISTEM SEKOLAH TIDAK ADA SWASTA TIDAK ADA NEGRI ๐ญ
...rejekiku pasti akan smpai kepadaku. Cuman aku tetap merasa sedih. Merujuk pada hadiah tahun lalu, uang hadiah sebanyak itu, inthiseconomy, pasti bakal sangat sangatttttt amat bermanfaat ๐ฅ
MBG, pliiss bngettt kamu stop bisa gak sih ๐ฅ
Beberapa waktu lalu ikutan lomba menulis karya, aslinya g kepingin ikut karena rempong punya anak. Tapi dipaksa atasan. Yowes lah bikin. Ndilalah menang.
Tapi ya itu karena awalnya ga niat ikut aku hanya baca ketentuan nya setengah. Aku cuma baca sampai bagian struktur karya
Temen2 Uda tanya di grup tp bahkan tidak ada satu panitiapun yg memberikan penjelasan. Banyak temenku yg menduga2 hadiah ini dihilangkan karena terdampak efesiensi. Cuma ya itu. Kenapa tidak disampaikan saja kpd para peserta.
Aku selalu berkeyakinan bahwa apapun yg menjadi...
@SeputarTetangga@Ccookk_ Dapat kak, bahkan anak yang berasal dari keluarga tidak mampu dapat 2 SD 3 paket daging. Jadi ini seperti iuran dari siswa untuk siswa gitu sistemnya
@MadameSuga Orang yang gak paham, akan berpikir jahat. Sementara yg paham akan menjelaskan walaupun mungkin gak akan di gubris dan kekeh dgn statement jahat mereka. Itulah manusia.
@MadameSuga@JoseAndre89 Kak soal pembukuan ini, belajarnya bagaimana ya, saya sebagai muslim ingin tahu soal ini karena dulu saat masih bekerja sebagai guru bayangan di sekolah katolik merasa amazing dg tata kelola lembaga pendidikannya. Apakah ini bisa diajarkan ke umum(selain penganut katolik)?
Jadi biarawan/biarawati Katolik itu ada 3 kaul (janji suci):
1. Kaul kesucian โ> tidak menikah demi melayani Tuhan dan sesama dengan hati yang tidak terbai
2. Kaul ketaatan
3. Kaul kemiskinan
Jadi dalam kasus penggelapan dana oleh pegawai BNI, kalau ada tuduhan terhadap biarawati, dia ga paham Gereja Katolik dan soal kaul kemiskinan. Udahlah ga paham, lalu mikir jahat.
akhlaknya bagus, ya gue terima. tapi ya gitu, kalo udah ada keperluan untuk nyuruh belio, kadang gue minta pihak ketiga untuk nyampeinnya, yang seumuran biar "ego" belio gak kesenggol. ini tindakan prefentif aja
intinya jangan tinggalkan sholat walau role model kamu masih firaun
Guys, gue baru dengerin obrolan Vincent Verhaag dan Jedar di podcast dan ada beberapa hal yang bikin gue diem sebentar.
Bukan karena dramatis.
Tapi karena beda dari yang biasanya gue denger dari pasangan selebritis.
Jedar bikin "pasal" buat rumah tangganya.
Dan Vincent accept dan nurutin semua itu
Isinya antara lain kalau aku marah kamu sabar. Kalau aku diam kamu harus peka.
Kalau aku salah, kamu minta maaf lebih dulu.
Di luar konteks kedengarannya satu pihak banget. Dan Vincent sendiri ngakui "agak NPD ya istrinya."
Tapi yang menarik dia tetap accept.
Bukan karena takut.
Tapi karena dia baca pasalnya, setuju, dan nganggap itu bagian dari komitmen yang dia pilih.
Dan pasal yang paling gue suka?
Pasal 5
"Kamu boleh sukses setinggi langit.
Tapi pulangnya tetap ke aku.
Karena aku itu rumah, bukan alamat."
Tapi yang paling bikin gue mikir bukan pasalnya.
Tapi empat hal yang Jedar tetapkan sebagai garis merah sejak sebelum nikah dan ini nggak ada kompromi, nggak ada diskusi kalau udah kejadian.
Narkoba cerai.
Selingkuh cerai, harta jatuh ke istri.
Judi cerai.
KDRT cerai, harta dan hak asuh ke istri.
Dan Vincent setuju bukan cuma di mulut.
Tapi masuk ke perjanjian pranikah.
Tertulis.
Legal.
Bahkan untuk El Barak anak Jedar dari pernikahan sebelumnya yang secara hukum bukan tanggung jawabnya Vincent masukin ke perjanjian bahwa dia akan tanggung jawab sama seperti anak kandungnya sendiri.
Dan dalam keseharian ini bukan cuma omong kosong.
Empat tahun menikah.
Vincent bilang dia nggak pernah keluar malem tanpa istri.
Nggak minum alkohol.
Bukan karena dilarang tapi karena dia sendiri yang ngerasa "what am I doing here" setiap kali nyoba.
"My target of having fun is at home."
Dan waktu mereka sempat di titik paling berat baru nikah, COVID, uang hilang hampir Rp10 miliar kena penipuan, bayi baru lahir, susu nggak keluar karena istri stres mereka nggak sampai ke titik "mendingan pisah."
Mereka cuma jadi jauh sebentar.
Lalu balik lagi.
Yang gue pelajarin dari cerita ini:
Bukan soal pasalnya yang menguntungkan satu pihak.
Bukan soal siapa yang lebih dominan dalam rumah tangga.
Tapi soal satu hal yang jarang banget ada di pasangan manapun
Aturan main yang jelas, disepakati dari awal, dan dipegang berdua.
Banyak rumah tangga yang hancur bukan karena ketiadaan cinta tapi karena ketiadaan kesepakatan soal hal-hal yang nggak bisa dikompromikan.
Jedar dan Vincent dengan semua keabsurdan pasal-pasalnya setidaknya tahu persis garis merahnya di mana.
Dan Vincent tahu persis konsekuensinya kalau dia langkahi.
Menua itu wajib.
Bosen itu haram.
Gampang diucapkan.
Susah dijalankan.
Tapi kalau lo udah nentuin dari awal bahwa bosan bukan pilihan bukan karena romantis, tapi karena sadar bahwa lo yang tua bareng orang itu, bukan anak-anak mungkin persepsinya beda.