@CoachJustinL Namanya juga pengamat sepak bola, wajar kalo coach prediksi by data/dari nonton match sblumnya. Hasil kan tetep gabisa diprediksi.
Gua madridista fine fine aja sama kuch. Cuekin aja kuch yg sarkas2 bahas jual rumah.
@totalmmadness Mungkin coba cari tau lebih dulu deh, Bang. Narasi kek gini bisa bikin orang2 ngira Perunggu tone deaf, semalem di Synchro, Maul juga menyuarakan kok. Visual art pas perform mereka pun bisa jadi bentuk ekspresi kepedulian, meskipun nggak selalu disampaikan secara eksplisit.
Para manusia ini akan kembali ke Real Madrid dengan kondisi plenger lalu ditahan imbang Deportivo la Coruna di matchday 1 LaLiga, mendadak kalah lawan Elche di Santiago Bernabeu dan kalah lawan Celta Vigo di Balaidos di matchday 13-14 setelah menang di El Clasico🤍
🚨🗣️ Zlatan Ibrahimović on Cristiano Ronaldo's first-half performance for Portugal:
"Yesterday, Lionel Messi scored two goals and the entire football world started asking the same question..."
"How would Cristiano Ronaldo respond?"
"Well, now we have the answer." 👀
"Two goals before halftime."
"Not one. Two."
"This is why I laugh when people say Ronaldo is finished."
"Finished players don't walk into World Cup matches and dominate like this."
"Finished players don't carry this level of pressure at his age."
"Finished players don't keep proving people wrong year after year."
"The funny thing is that after every quiet game, people rush to write Ronaldo's football obituary."
"Then he scores again."
"And again."
"And again."
"Today wasn't only about the goals."
"Look at his movement. Look at his leadership. Look at how much attention he attracts from defenders."
"Even the free-kick goal from Nuno Mendes started because Ronaldo made the right decision."
"Most strikers would have tried to take the glory for themselves."
"Ronaldo saw the better option and Portugal benefited."
"That's experience. That's football intelligence."
"People think greatness is only about scoring."
"Sometimes greatness is knowing when not to score."
"Yesterday Messi reminded the world who he is."
"Today Ronaldo has done exactly the same."
🔥🇵🇹
"Messi scored two."
"Ronaldo answered with two."
"And somehow people still think these legends are finished."
"Football keeps changing. The names at the top somehow stay the same." 🐐
Kasus Chromebook Nadiem ini sebenernya gimana sih, kok bisa dituntut 18 tahun?
Gue coba jelasin pake bahasa bayi, tanpa istilah hukum yang ribet, Versi Jaksa vs Pembelaan Nadiem ⬇️⬇️
habis nonton indra frimawan dengan bintang tamu dokter @GiaPratamaMD di channelnya om deddy corbuzier, dapet ilmu baru guys
coba kalian periksa ke MCU, lalu cek kolesterol total dan HDL
HDL (High Density Lipoprotein) adalah jenis lipoprotein yang sering disebut sebagai "kolesterol baik". (source: alodokter)
angka HDL ini harus diatas 60 (lebih bagus lagi kalo diatas 80).
rumusnya: angka kolesterol total dibagi HDL
hasilnya harus dibawah 4. contoh:
kolesterol total = 180
HDL = 20
180 : 20 = 9 (bahaya)
kolesterol total = 240
HDL = 80
240 : 80 = 3 (aman)
jika hasilnya dibawah 4, maka jauh dari serangan jantung, dan jauh dari stroke
🚨 BREAKING: Kronologi lengkap keributan Aurélien Tchouaméni dan Fede Valverde di Valdebebas dalam latihan Real Madrid hari ini, dikutip dari berbagai sumber—@jfelixdiaz, @marca, @elmundoes, @TheAthleticFC, @diarioas, @carrusel, @eldesmarque, @tjcope, @ESPNDeportes, & @JLSanchez78.
• Bermula pada sesi latihan kemarin, Rabu, 6 Mei. Tchouameni dan Valverde terlibat dalam kontak fisik keras dalam latihan. Tidak diketahui pasti, salah satu dari keduanya melakukan tekel keras ke satu yang lainnya. Satu dari keduanya tidak terima lalu perdebatan pun terjadi sampai berakhir di sebuah ruangan di Valdebebas dan harus dipisahkan agar tidak saling memukul. Situasi berakhir dilerai oleh orang-orang di sekitar ruangan.
Peristiwa keributan Rabu selesai sampai situ.
• Lalu lanjut ke Kamis, 7 Mei. Menurut @jfelixdiaz (🥇), saat tiba pada pagi sebelum sesi latihan dimulai, Valverde menolak berjabat tangan dengan Tchouaméni. Gestur yang langsung memicu suasana permusuhan di ruang ganti lalu berlanjut ke sesi latihan. Itulah awal dari hari yang buruk.
• Fede mulai menuduh Tchouaméni sebagai sosok yang membocorkan keributan mereka ke media kemarin. Tuduhan yang terus berulang tanpa henti. Tchouaméni membantahnya sepanjang waktu, bahkan menegaskan dirinya bukan orang yang memiliki hubungan dengan pers. Namun tuduhan yang awalnya terjadi di ruang ganti itu terus berlanjut di lapangan latihan.
• Saat tim berlatih, Valverde terus menekan Tchouaméni dengan tuduhan bahwa dialah yang membocorkan masalah tersebut. Dan di tengah situasi itu, seperti yang sangat ditekankan di Valdebebas, Arbeloa tidak turun tangan. Latihan pun berlangsung dalam atmosfer yang disebut “tidak menyenangkan”. Valverde dan Tchouaméni terus saling melakukan tekel keras. Sangat keras, hingga tak bisa dipahami oleh rekan setim maupun staf pelatih. Ketegangan terasa jelas. Dan sepanjang itu pula, Valverde terus bersikeras menuduh Tchouaméni sebagai orang yang menceritakan kejadian hari Rabu kepada media.
• Latihan selesai. Namun yang terburuk justru belum terjadi. Saat kembali ke ruang ganti, Valverde masih melanjutkan tuduhannya. Sumber di ruang ganti menyebutnya sebagai “tuduhan tanpa henti”. Di titik itu Tchouaméni mulai melawannya dan berbicara kepadanya, awalnya dengan tenang. Ia memintanya berhenti. Tetapi Valverde tetap tidak berhenti. Sama sekali tidak. Beberapa pemain mencoba menjadi penengah dan menghentikan tuduhan tersebut. Namun upaya itu gagal.
• Dan saat itulah Tchouaméni kehilangan kesabaran. AS mengonfirmasi bahwa ia kemudian melayangkan pukulan keras kepada Valverde. Pukulan itu mengenai kepalanya secara langsung dan membuatnya jatuh ke lantai. Saat terjatuh itulah ia terbentur meja dan mengalami luka robek; luka tersebut bukan akibat langsung dari pukulan Tchouaméni, melainkan karena benturan saat jatuh. Sejak saat itu Valverde tampak sangat pusing. Sampai akhirnya ia harus meninggalkan kompleks latihan dengan kursi roda untuk kemudian dibawa ke rumah sakit untuk protokol medis.
🔗 @jfelixdiaz di @diarioas – https://t.co/YarhfIJwU4
🔗 @marca – https://t.co/pJMJ4rfeOC
🔗 @elmundoes – https://t.co/yKZ9rqowM2
🔗 @TheAthleticFC – https://t.co/VWZu9u6p5C
🔗 @diarioas – https://t.co/eLKUno2LVK
🔗 @carrusel – https://t.co/ceskH85Hzg
🔗 @eldesmarque – https://t.co/2uTXzY9Pvk
🔗 @tjcope – https://t.co/lmuiZVnCEk
🔗 @ESPNDeportes – https://t.co/T1vP6CnPiW
🔗 @JLSanchez78 – https://t.co/8KlOSdXITG
ini salah satu statement dari bang Raditya Dika yang menurutku kena banget
“aku tidak mau berhubungan lagi dengan orang itu selama lamanya, dengan cara aku menganggap dia tidak ada. jadi yang lebih parah dari membenci orang adalah dengan menganggap dia tidak pernah ada wujudnya. ini lebih menyakitkan daripada dibenci, untuk dianggap tidak ada”
Kalau mau buat konten pastikan ide dan visi lo DO-ABLE.
Gue punya ide soal konten monolog, gue pengen ngajuin suatu argumen soal bersyukur. Tulisannya udah oke. Gue rekam VO-nya.
Footagenya? gue gak punya waktu dan kemampuan yang cukup untuk menyesuaikan antara apa yang gue ucapin dengan visualnya.
Hasilnya gue cuma pake footage apa pun yang ada di galeri handphone.
Hasilnya? 400k views di Instagram. Orang gak fokus sama footagenya, tapi fokus ke argumen dan opini yang gue sampaikan.
Coba bayangin kalau gue obses dengan footage yang harus sesuai dengan VO? gak bakal pernah keupload itu video monolog gue.
Jadi, ide sekeren apa pun selamanya bakal jadi ide kalau lo gak punya kapasitas buat eksekusi itu.
Hal ini berlaku juga ke bisnis dan rencana hidup apa pun. Pastikan apa pun yang lo pikirkan, bisa lo lakuin hari ini juga, atau besok.
Kalau selalu beralasan? "Nunggu strukturnya jadi, nunggu dapet investor, nunggu sistemnya jalan, nunggu kelas ini, dll"
Omong kosyonggg
@tirta_cipeng Betul. Lu bisa ngalahin 1000 orang
pintar hanya dengan 1 fakta. Tapi lu gak akan pernah bisa ngalahin 1 orang bodoh meski dengan 1000 fakta.