Kalo ada konten demo lewat diberanda kalian langsung like dan posting ulang!
Jika itupun kalo Kalian peduli dengan kecemasan negara saat ini, dengan melakukan itu secara tidak langsung kita membantu perjuangan temen" yg disana melalui sosial media, karena media terbungkam!
@DokterTifa Kebenaran pasti akan menemukan jalannya walaupun ditutupi baja berlapis-lapis. Semoga Allah swt selalu melindungi dan memberikan kekuatan untuk @DokterTifa dan tim.
@DokterTifa Ya Allah berikan kekuatan dan perlindungan untuk @DokterTifa . Semoga para penghianat bangsa segera mendapatkan balasan yang sangat pedih, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
@DokterTifa Ya Allah, kami mohon engkau lindungi @DokterTifa , beri kekuatan dalam menghadapi semua ini. Kami tahu engkau memberikan ujian ini karena @DokterTifa mampu menghadapi nya, tapi mohon ya Allah jangan ijinkan iblis dan setan menguasai keadaan ini.
Jangan turunkan Prabowo.
Tapi makzulkan Gibran Fufufafa
Saya sepakat dengan Prof Amien Rais.
Terhadap Pemerintahan saat ini, saya sependapat dengan Sabrang:
Kalau Pemerintah jahat, kita lawan
Kalau Pemerintah bodoh, kita tolong
Peran Teddy Indra Wijaya Tidak Sebanding dengan Dino Patti Djalal dalam soal Diplomasi Internasional. Teddy hanyalah ‘tentara lompatan’ yang memanfaatkan klientelisme dan patronase. Dan baru dikenal karena menggendong perempuan yang pingsan saat kampanye Prabowo di GBK.
Pak @dinopattidjalal tidak dikenal karena viral soal yang remeh-temeh seperti itu. Dia dikenal karena rekam jejak dan kemampuan intelektual. Saya sendiri mengetahui beliau dari Buku.
Saat saya mahasiswa, buku "SBY Harus Bisa!: Seni Memimpin Ala SBY" menjadi buku bacaan dalam kelompok diskusi kami. Dari buku itu pula saya mengetahui latar belakang pak Dino.
Dino Patti Jalal adalah keturunan Minang. Dan Saya kagum pada orang Minang, karena tokoh-tokoh besar dan sebagian besar pikiran Republik itu lahir dari ide orang-orang minang.
Ayahnya Hasjim Djalal adalah seorang diplomat dan Ahli hukum laut internasional. Dan Pak Dino mengikuti jejak ayahnya menjadi diplomat Indonesia.
Dan tidak hanya menjadi diplomat, dia juga menjadi Dubes RI untuk AS, Wakil Menteri Luar Negeri (yang ‘diejek’ Teddy hanya 3 bulan), dan menjadi Juru Bicara Presiden SBY.
Dan dia memiliki rekam jejak pendidikan yang mengagumkan. Memperoleh gelar di Universitas Carleton (BA) dan Universitas Simon Fraser (MA) Canada. Dan melanjutkan gelar PhD di London School of Economics and Political Science
Untuk bicara kelas dengan Teddy Indra Wijaya sungguh sangat jauh dalam urusan pergaulan internasional.
Teddy keliling Indonesia hanya ‘mendampingi Prabowo’ tidak punya peran diplomasi apa-apa. Dia hanya mengatur urusan yang bersifat pribadi.
Pak Dino mengerti tentang diplomasi, dan berpengalaman dalam meja perundingan. Teddy sekali lagi ada disamping Prabowo, tidak punya peran diplomasi selain duduk seperti ‘ibu negara’.
Dia diuntungkan oleh kedekatan, dengan lompatan karir yang prematur. Sesuatu yang sangat merusak sistem organisasi ketentaraan.
Apakah perusak sistem seperti itu layak memberi penilaian terhadap orang lain?
Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal
@fajrek1 Kenapa yang ditanya hanya bapak-bapak saja, para wanita pekerja juga ada yang relate. Dan ternyata ketika pulang ke rumah pun kadang ga didengar walaupun sudah seabrek kerjaan dikerjakan.