Menurut saya, Prabowo ini seperti sedang mengejar semacam symbolic immortality.
Di usianya yang sudah menghitung hari, dia seperti memikirkan bagaimana dirinya akan dikenang.
Nah, kekuasaan yang dia pegang sekarang ini benar-benar dimanfaatkan untuk membangun legacy dalam skala negara.
Itu mungkin menjelaskan kenapa pemerintahannya dipenuhi program besar dan institusi baru yang diharapkannya akan jadi penanda zamannya:
Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, Sekolah Terintegrasi, URI, MBG, Kopdes Merah Putih sampai Danantara.
Singkatnya, yang punya obsesi satu orang, yang ikut repot satu negara. 🙄
Persis 1998:
1. Bikin minoritas paling keliatan dan lemah sebagai musuh masyarakat
2. Jadiin target kekerasan
3. Rakyat lapar jadinya lupa yang bikin lapar itu yang mainin isu ini
Yang orang sering lupa, playbook orba kaya gini malah hasilnya gagal total dan ujungnya bikin suharto mundur, bahkan sampe harmoko sendiri yang minta
Ini yakin mau main kaya gini? Beneran sekutu atau ada agenda lain?
Di Indonesia ni kalo ngaku gay atau pindah agama bisa langsung diusir dari keluarga, tapi para pelaku bullying atau KDRT masih bisa diterima di keluarga.
Bahkan ada keluarga yg belain anaknya walau udah mukulin orang lain sampe babak belur, or nabrak orang sampe meninggal.
disiram air kencing, ditendang, dipukuli, ditelanjangi, transpuan juga manusia. ga ada satu alasanpun yang membenarkan tindakan kekerasan ke sesama manusia hanya karena identitas gender atau orientasi seksual. merasa berhak jadi polisi moral tapi moral lu aja gaada njing kesel gw
Emas 375 kg itu setara Rp 980,6 miliar.
Kalo kamu ngabisin duit Rp 20 juta PER HARI sejak Indonesia Merdeka (17 Agustus 1945) sampai sekarang, duitnya masih sisa Rp 389 miliar dan baru habis di tahun 2079.
Saya baru disensus BPS, pantas saja banyak yg meragukan akurasi datanya. Iseng sy jawab : saya ga berpenghasilan, saya makan tabungan
Si mba survei ternyata tidak punya kolom isian untuk jawaban semacam itu, jadi dia tanya : sehari hari pengeluaran habis berapa? Ternyata itu diakui sebagai sumber pendapatan. Dia tidak peduli ternyata pengeluaran kita itu dari hutang atau jual-jual aset.
Ya pantas saja diatas kertas ekonomi kita terus naik kalau cara pencatatanya begitu
cc : ige_pranata
A Scottish fan chanted, "Free Palestine."
"I was a nurse in Gaza. I volunteered in Gaza. I’ve seen what happens. There is a genocide. Free Palestine."
She's a hero.
Pemadaman listrik bergilir itu bukan karena PLN gak beli batubara atau bukan juga karena batubaranya terbatas.
Tapiiii....karena sekarang PLN lagi gak punya uang karena sering diutangin oleh pmrintah.
Kalo mau lihat buktinya bisa baca di laporan keuangan PLN 2025. Terlihat piutang pemerintah melonjak dr 43 T ke 110 T.
Artinya dari tahun 2025 pmrintah punya hutang ke PLN naik 2 kali lipat alias gak mau bayar (tahu lah uangnya buat apa, yap buat embege dan kopdes).
Dan tahun 2026 ini lebih parah sampai dompet PLN kering. Makanya PLN udah angkat tangan kalo suplier batu bara minta harga di atas harga DMO (70 USD).
Beda cerita kalo pmrintah mau bayar hutang, pasti PLN punya uang buat bayar lebih ke suplier batubara.
Pemadaman listrik sekarang ini bukan sepenuhnya salah PLN, karena saat ini pun PLN lagi kocar-kacir. Bahkan merugi.
Jadii...
Udah tau kan kalo pemadaman listrik ini salah siapa?
Ternyata yang ketemu Wakil Presiden Indonesia adalah Mahasiswa Kampus Ruko yang bahkan kampusnya sendiri klarifikasi ga ada organisasi BEM di kampusnya.
NEGARA ADALAH PEMBUAT HOAX NOMOR SATU
Hampir sama seperti yg ini bang. Panggil gojek ternyata timses nya sendri. Yg pake rompi gojek.
cc:threadmraffaizan
Cara membedakan aksi demo bayaran atau murni gerakan rakyat di Indonesia itu gampang banget.
Kalau demonya dijaga aparat, bahkan dibiarkan bebas berarti berpotensi demo settingan penguasa.
Kalau demonya dihalangi mati-matian sama aparat, bahkan disuruh bubar, itulah demo yang sesungguhnya demi kepentingan rakyat.
Dear SEAblings, today in Jakarta, Indonesia, there will be protests by students and various elements of society against the government. These protests will primarily highlights the government's massive spending programs, widespread corruption, economic depression—