ᅠ
ᅠ
ᅠ
Rindu pada kekacauan kecil yang dulu terasa biasa, pada tawa yang muncul dari jahil yang sederhana. Terutama padanya… teman kecil itu, yang mudah sekali menangis hanya karena senggolan kecil, dan akan diam begitu kata 𝘦𝘴 𝘬𝘳𝘪𝘮 disebut.
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
️️️️
HILANG, SEBELAH SEPATUKU TELAH HILANG!
Sepatu itu selalu dibuat sepasang, sebab ia tak lagi berarti bila hanya satu sisi. Sepatu tak diciptakan untuk sendiri.
️
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
AKU TELAH HABIS DITELAN SUNYI.
Bukan sunyi yang sekadar tanpa suara, melainkan sunyi yang hidup, yang merambat perlahan, menyelimuti, lalu menelan tanpa sisa.
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
𝗔𝗥𝗖𝗔 𝗣𝗨𝗔𝗟𝗔𝗠 𝗕𝗘𝗥𝗟𝗨𝗠𝗨𝗥 𝗝𝗘𝗟𝗔𝗚𝗔:
Waktu memutar punggungnya, meninggalkan jiwa di antara sisa cahaya dan kerak luka. Sayang, angsa elok itu bertapuk duka, sepenuhnya ia telah kehilangan putihnya. Terkutuk! nyata di bidik maut.
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
⠀
BAJINGAN.
Aku tak perlu menerka untuk mengetahui siapa sang pengirim pesan. Selama lima tahun, ruang-ruang hampa dalam tendasku mulai dikonstruksi pelan-pelan. Diperbaiki dari kerusakan.
Lamun, semua terasa runtuh, luluh-lantak berceceran.
⠀
ᅠ
️️️️
Tidak, Rasmara dan @Lengkahra juga perlu tahu tentang Ibu, harus melihat Ibu bagaimana pun kondisinya.
Mereka butuh kepastian. Butuh benar-benar melihat agar penantian ini punya akhir, agar rindu yang menggantung itu menemukan bentuknya meski menyakitkan.
️
ᅠ
ᅠ
️️️️
“Enggak!” Rasmara menggeleng keras, langkahnya maju satu. Tangannya mengepal meski diiringi gemetar. “Kami juga harus ikut, Raras sama Rai harus ketemu Ibu.”
️
ᅠ