@agnesai_sapiens I really hope Agnes 2.5 Pro can be released for Token Plan users soon. I’ve been subscribed for about two weeks now, and I’m really looking forward to having access to Agnes 2.5 Pro. I hope the team can consider bringing it to the Token Plan soon🙏
I don't think people understand the gravity of the situation as the UN is preparing for possible nuclear weapon use in Iran.
This is a picture of Tehran. For you uneducated, untraveled, never-served, warhawks licking your chops at the thought of bombing it. It's not some low population desert. There are families, children, family pets. Regular working class people with dreams. You're sick to want war.
Tehran is a city of nearly 10,000,000 people. Imagine nuking Washington, Berlin, Paris, London, or beyond, bombed with nuclear weapons.
I gave up my diplomatic career to leak this information. I suspended my duties so as not to be part of or a witness to this crime against humanity, in an attempt to prevent a nuclear winter before it is too late.
Yesterday, nearly ten million people protested “No Kings” in the United States. The possibility of the use of nuclear weapons must be taken very seriously. It's dangerous. Act now. Spread this message worldwide. Take the streets. Protest for our humanity and future. Only the people can stop it. History will remember us.
[Creepypasta Mulyono]
Sejak awal, semua orang tahu Mulyono bukan sosok biasa. Sebagai staf khusus Presiden, aku melihat lebih dari yang bisa dipahami kebanyakan orang. Ketika ia terpilih sebagai Presiden Indonesia, seluruh negeri memujanya sebagai pemimpin yang merakyat. Namun di balik sorotan publik, ia adalah sosok lain: seorang entitas astral yang mampu mengubah realitas dengan kata-katanya.
Mulyono memiliki kemampuan yang tidak wajar, sebuah rahasia yang tersembunyi rapat dari penglihatan publik. Aku pertama kali menyadari hal ini dalam sebuah rapat kabinet. Ruangan yang awalnya riuh dengan debat tiba-tiba senyap saat Mulyono berbicara. Suaranya, rendah dan berat, tidak hanya memenuhi ruangan tetapi juga pikiran kami, mengarahkan kehendak dan pemikiran tanpa perlawanan.
Seiring berjalannya waktu, semakin jelas bahwa Mulyono tidak hanya mengendalikan kabinet, tetapi juga pemikiran rakyat. Ia menggunakan media dan pidato-pidatonya untuk menenun kebenaran sesuai dengan kehendaknya. Realitasnya, ia perlahan-lahan mengikis dasar demokrasi dan menggantinya dengan ilusi yang tak terbantahkan bahwa ia adalah pilihan terbaik untuk negara.
Misteri Mulyono bertambah rumit ketika aku menemukan ruang tersembunyi di Istana. Di sana, terdapat simbol-simbol kuno dan artefak yang, menurut saya, berhubungan dengan asal-usul astralnya. Setiap malam Jumat Kliwon, ia menghabiskan waktu berjam-jam di sana, berkomunikasi dengan apa yang ia sebut sebagai "Penjaga Gaib Nusantara." Dari sini, ia mendapatkan arahan untuk langkah-langkah selanjutnya dalam mempertahankan kekuasaannya. Ia pun mengeksekusinya dengan baik setiap hari Rabu Pon.
Ketakutanku bertambah ketika seorang teman yang mencoba mengungkap kebenaran ini menghilang secara misterius. Pencarian yang saya lakukan hanya mengarah pada lebih banyak pertanyaan tanpa jawaban, dan saya mulai merasa pengawasan yang tidak terlihat selalu mengikuti.
Kini, aku menulis ini sebagai catatan terakhir, sebuah peringatan jika aku pun menghilang. Mulyono bukan sekedar manusia; ia adalah manifestasi dari kekuatan yang lebih tua dan lebih gelap daripada Sejarah Indonesia itu sendiri. Dan dalam bayang-bayangnya, kita semua hanyalah pion dalam permainan kosmik yang tak terpahami. Waspada, dan jangan terlena oleh tatapan kosong yang mengaku sebagai harapan.