manusia yang kurang "empati" itu mengerikan. jangankan memahami kondisi orang lain, untuk sekedar sadar kalau tindakannya menyakiti pun mereka sering gak mampu. dan bagian yang paling menakutkan adalah mereka tidak merasa bersalah. di kepalanya, semuanya tampak wajar, tampak layak, tampak "biasa" . padahal luka yang mereka timbulkan bisa bersarang lama di hati orang lain. yang menyakitkan bukan cuma perbuatannya, tapi ketidakmampuannya melihat orang lain sebagai manusia.
ga ngerasa dampaknya di diri lo tuh bukan berarti SEMUANYA AMAN, ya, shibal. coba liat sekitar, cek gimana harga bahan pangan di pasar, gimana lapangan pekerjaan yang ada, gimana bencana silih berganti di sekitar & GONG lainnya itu. touch some grass & jangan denial aja sih 🤗
aduh ngeliat seliweran orang belain prabowo mati-matian soal banner greenpeace... gue jd mikir deh gmn ya cara ngerubah sudut pandang mereka yg emg pure bodoh dan enggak mau buka mata soal politik? soalnya mereka-mereka ini jg yg bahaya di next pemilu nanti t_____t
Bukannya introspeksi, malah koar-koar sok jagoan. Kayak gangguan jiwa. Dunia international juga memantau & mengevaluasi Anda. Tiap kata yg keluar dari mulut Anda punya dampak besar bagi kemajuan atau kemunduran negara ini. Tolong dipakai akalnya. Yang waras dong!
“Dikit-dikit nyalahin Prabowo terus.”
Lah, kami mah objektif. Yang kami kritik pemegang kekuasaan dan pengambil keputusan, bukan antek-antek asing, bukan konspirasi global, apalagi kambing hitam yang sengaja diciptakan buat mengalihkan perhatian dari tanggung jawab pemerintah.
perempuan yang melawan akan selalu dianggap terlalu berisik oleh dunia yang nyaman dengan diamnya perempuan. but history has never been kind to those who stay silent in the face of injustice.
untuk perempuan-perempuan yang memilih bersuara, mengambil ruang, dan menolak tunduk: hidup perempuan yang melawan ✊🏻🩷
#demo