โ ๐ณ โ โฆโ ๐ผอ๐ผอ๐อ๐อ๐ อ๐ธ. โ โฑโ โโ ๐นar from the civic fever and its glare, the ๐อ๐อ๐อ๐อ๐อ๐อ๐อ๐อ๐ข of erudition keeps its watch: โ โ ๐๐ฑ๐ต๐ ๐ซ๐ค๐ญ๐๐ค. โ
Sebelum kita benar-benar berpisah, aku ingin mengucapkan terima kasih banyak untuk 52 dare (maaf dare Shea belum sempat dimasukkan) yang sudah dikerjakan oleh teman-teman semua selama 5 minggu terakhir.
Berikut adalah reveal dare dari yang submit di awal saat open registration.
Kalau ada yang merasa dare-nya sedikit berubah, artinya submission kalian termasuk dalam topik sensitif/fobia, sehingga harus dimodifikasi demi kenyamanan bersama.
Dengan demikian, aku resmi menutup DARE_TRACKER! <3
ใ ค
ใ ค
Alastair menoleh ke arahnya, tertawa kecil mendengar pertanyaan yang membungkus keraguan. Kemudian, ia membalas, "Jangan dipikirkan. Soal keamanan, Sevrin akan selalu mengurusnya hingga selesai. Bukan begitu?"
"Semuanya sesuai rencana. Mereka menerima bagian masing-masing, langsung setuju begitu saja karena nilai yang kita tawarkan tinggi sekali," Sevrin menjawab tanpa khawatir.
"Jadi, kita mengulang bulan depan?" Adelheid menimpali.
Alastair mengangguk pasti, "Sudah rindu menyambut tamu baru, 'kan? The Grand Conclave akan kita adakan sekali lagi."
๐๐๐ ๐๐๐ผ๐๐ฟ ๐พ๐๐๐พ๐๐ผ๐๐.
Untuk pertama kalinya setelah sekian lamaโnama itu kembali digaungkan bagai asap yang merayap perlahan melalui cerobong. The Grand Conclave dibuka seperti tulisan yang digoreskan di atas kertas kosong. Jauh di luar sana, Enclavore dan ORVALENCE mungkin telah dikubur bak arsip yang tidak lagi dapat disentuh, seolah-olah waktu menjadikannya pudar hingga tidak lagi seperti ingatan utuh.
Namun, di bawah langit yang sama sekali berbeda, masa lalu tidak akan pernah benar-benar pergi. Ia diawetkan, dijaga, dan tibalah masa bagi keenam orang itu untuk menjemputnya kembali.
ใ ค
ใ ค
ใ ค
ใ ค
Sembilan belas tahun datang tanpa seruan riuh meriah, bagaikan dunia tengah belajar meredam segala sesuatu di dalamnya agar tidak lagi pecah di telinga sejarah. Angin melintas di perbukitan tandus, membawa bebauan yang keluar saat air hujan membasahi tanah yang kering. Tidak jauh dari kaki bukit, berdiri bangunan rendah dengan dinding kaca buram dan logam bersih yang dikelilingi permukiman kecil terurus.
"Hebat, ya?" suara lembut melantun dalam seisi ruangan, "Belasan tahun berlalu, sampelnya masih utuh dan bagus," ia adalah Suzanne.
Arabella tersenyum menyetujui, "Sampai kapan pun, aku akan mengingat seluruh daftar nama dari tamu terakhir kita. Baru kali ini, aku sangat terkesan dengan kemampuan dan daya tahan mereka."
Seorang wanita di seberangnya mengangkat alis, menatap salah satu tabung dengan minat besar terhadap rasa ingin tahu. "Sayang sekali, sampel terakhir belum sempat kita ambil," kata Adelheid sambil menyentuh permukaan kaca tabung dengan ujung jarinya.
"Apa ada kabar dari dewan keamanan wilayah?" Arthur bertanya, ia masih terlihat sama. Tidak ada yang berubah. Arthur yang penuh tanya dan mudah gelisah.
ใ ค
ใ ค