Bukan karena hari ini indah kita bisa tersenyum.
Tapi karena kita tersenyum hari ini jadi begitu indah.
Kebahagian itu hadir karena kita memilih untuk bahagia.
Bukan karena rumah istana kita jadi bahagia.
Tapi karena kita bahagia rumah jadi bagai istana.
Bukan karena mudah kita yakin bisa.
Tapi karena kita yakin bisa semua jadi mudah.
Bukan saking nikmatnya kita jadi bersyukur.
Tapi karena kita bersyukur semua jadi terasa nikmat.
Tak mungkin jika Dia menyiksa hamba-hamba yang dicipta-Nya. Wahai diri, mari perbaiki saja perilaku. Semoga Allah menghadiahi dengan akhir yang indah.” (162)
“Wahai diri, yang menciptakanmu adalah Allah. Allah yang lebih tahu apa yang terbaik untukmu. Ilmumu sangat terbatas. Akalmu sangat terbatas. Sementara ilmu Tuhan tiada batas. Serahkanlah segala takdirmi hanya pada-Nya. Berbaik sangkalah kepada-Nya. Dia Maha penyayang.
Kelak ketika Tuhan nagih,”telah ku karuniakan padamu umur, kesehatan, harta. Kau gunakan untuk apa itu semua?” Ingin sekali ku menjawabnya “Tuhan, ku bersyukur, berkat hidayah-Mu, semua karunia itu tak kugunakan sedikitpun kecuali untuk aktivitas produktif yang kau ridhai”. (83)