Gua Baru Tahu Sering Nonton Short Video Bisa Bikin Fungsi Otak Menurun
Awalnya gua kira nonton short video di HP itu cuma buang-buang waktu. Tapi setelah baca jurnal ini, gua baru tau efeknya bisa berbahaya untuk otak.
Penelitian dari Tiongkok ini meneliti 48 orang, terus dilihat kebiasaan mereka nonton short video, lalu dicek fungsi atensi & kontrol diri, didukung juga dengan pemeriksaan EEG.
Hasilnya bikin gua cukup bikin kaget antara lain:
-Semakin sering nonton short video, semakin turun kemampuan otak buat kontrol diri
-Fungsi eksekutif otak, terutama atensi, juga menurun
Short video itu juga berasosiasi dengan overstimulasi dengan karakteristik cepat, singkat, dan penuh reward instan. Lama-lama otak jadi kebiasaan butuh stimulus cepat, sehingga bikin fokus jangka panjang makin susah.
Yang menarik dari studi ini adalah:
Semakin tinggi tingkat kecanduan (adiksi) untuk menonton short video di smartphone, berasosiasi dengan semakin rendah tingkat pengendalian diri (self control)
KESIMPULAN:
Kebiasaan nonton short video ternyata berkaitan dengan penurunan self-control dan turunnya fungsi eksekutif otak, terutama kemampuan atensi.
Buat penumpang yang mau naik ojol di terminal Arjosari, sekarang bisa naik dari dalam area terminal. Pengantar jemput bisa lewat pintu 1 di sebelah pintu keluar ya rek.
Jangan naik dari depan pintu keluar, tapi di dalam area terminal aja
Dulu ibu ngutang 37,5jt ke keluarga besar buat sy kuliah ke UGM
Berhubung satu2nya dalam silsilah keluarga ibu yg ke UGM, semua pd mencibir pas pinjem uang.
Bahkan ad yg ngolok2 bilang “sok2an sih ngirim anak ke Jogja” - pdhl yg minjemin bukan dia 😅
Tp yg bikin sedih adl..
Lagi rame pengorbanan Ibu.
Okelah saya kisahkan sedikit Mama saya itu seperti apa.
Jadi tahun 1999 saya dan bapak ke Makassar. Terus bapak beli gelang emas buat Mama.
Pas saya masuk kuliah, ternyata gelangnya digadai buat biaya kuliah.
Dan baru ditebus 20 tahun kemudian. 😭
Hallo Malang ‼️
Kickfest kembali lagi bersama Clothing Brand dan Musisi lokal maupun Nasional yang akan memeriahkan Kickfest Malang 2024 dan tentunya ada diskon up to 70% ⚡
Lap. Rampal 27-29 September! 🙌
Dyandra Tiket-- https://t.co/yJirHwWK2k
Biasanya, sepulang kerja, saya punya kebiasaan kecil. Yaitu, mampir di warung-warung kopi pinggir jalan.
Saya tidak tau sejak kapan saya menyukai hal-hal yg menurut saya di beberapa tahun lalu adalah hal yg aneh. Duduk sambil menghisap 234, atau marlboro kretek murah, dan satu gelas kopi jagung seharga 3000 rupiah.
Tapi, justru di tempat inilah saya menemukan banyak hal unik. Sesuatu yg dulu kerap saya lewatkan selepas lelah pulang bekerja.
Di tempat ini, saya bisa melihat gigih kerja keras orang2 yg selama ini selalu terlewatkan di mata saya. Mereka yg sebenarnya bisa tiba2 berubah menjadi seperti seorang karib lama hanya dari berbagi sebatang kretek.
Mereka yg berbagi masalah hidupnya sendiri, lalu menertawakannya; Seakan bagi mereka hidup ini hanyalah tentang bahagia, sedih, dan di sela-selanya diisi dengan numpang mampir minum kopi.
Di tempat ini, saya jarang sekali melihat keangkuhan, rasa ingin pamer jabatan, atau juga permintaan puji-pujian atas segala pencapaian di sela2 topik pembicaraan.
Di tempat ini, mereka justru membicarakan banyak hal yg jauh lebih menarik. Tentang kabar angin satpol PP yg akan razia di akhir pekan, tentang obrolan politik sekelas RT/RW, tentang sulitnya mengurus berkas di kelurahan, tentang customer ojek online yg kepalang keparat, dan masih banyak lagi.
Garis besarnya, mereka membicarakan tentang hidup mereka yg rasanya luar biasa keras jika dibandingkan dengan hidup saya. Namun mereka tampak sudah begitu terbiasa.
"Soal seragam, mungkin kita beda, Bang. Tapi soal kemampuan mencari nafkah, saya berani di-adu dengan abang."
Kata salah satu bapak tua yg duduk di sebelah karung besarnya yang berisi botol-botol pelastik, kepada saya.
Saya sangat senang mendengar kisah2 mereka yg tampak asing di hidup saya. Sebab, ketika mendengar cerita2 mereka, saya jadi semakin yakin bahwa sebenarnya kami semua ini sama. Hanya pelumas dari roda-roda bergigi yg bergerak tanpa henti di sebuah kota yg bernama, Jakarta.
Hanya robot yg bekerja tanpa henti demi bisa hidup satu hari lagi-- setiap hari.
Saya mungkin bukan motivator handal. Tapi jika suatu saat hidupmu sedang terasa kepalang keparat, cobalah berhenti sebentar, lalu mampirlah di warung-warung kopi pinggir jalan.
Duduk, lalu coba nikmatilah bagaimana cara kota ini bernapas di sela-sela keriuhannya.
Cari tempat nugas yg punya makanan berat, buka 24 jam dan colokan banyak. Adaaa!
Ini tempatnya baru buka sih di kawasan Suhat. Namanya kopitiam Omah Datok 24, sesuai jam bukanya yg 24/7 alias gak ada tutupnya