Betul.
Tapi kehidupan manusia itu terlalu kompleks.
Ada yg terlahir dari keluarga harmonis, tapi keluarganya tetep nggak ada yg bisa jadi support system, nggak ada akses ke mentor atau sejenisnya.
Sementara manusia itu makhluk sosial.
Punya kebutuhan relasi seperti Sender itu bisa sehat, bukan dependensi.
Justru, manusia yg nggak punya kebutuhan berelasi itu yg dipertanyakan kesehatan mentalnya.
Kalo kasusnya seperti ini, memang tidak akan mati, tapi tidak sehat dan bisa berujung pada kematian (depresi).
Baru tau, ternyata nggak semua pegawai PPPA di Indonesia punya kapasitas untuk menangani kasus kekerasan seksual.
Walaupun secara profesional, seharusnya punya.
#intinyadeh Kadis PPPA Konawe Selatan intimidasi korban dugaan pemerkosaan.
> Korban P (18thn) PRT di rumah pribadi Bupati Konsel, Irham Kalenggo
> Pelaku adalah ponakan istri Bupati, terjadi di rumah Bupati
> Korban lapor ke Polresta Kendari, lalu disusulin sama Kadis
(1/2)
Girl, disebut aib itu kalo dibuka ke publik.
Relasi kamu sama pasanganmu itu relasi privat.
Bercerita tentang masa lalu yg akan mempengaruhi keputusan pasanganmu, itu namanya transparansi dalam relasi.
Nggak perlu berlindung di balik kata “aib” kalo
mau menghindari transparansi dalam relasi.
Walaupun ini hanya konten, tapi saya baca kolom komentar sangat miris.
Anak SMP itu masih minor, belum bisa memberikan konsensual secara sadar. Jadi jika sampai hamil, itu sudah termasuk pemerkosaan.
Baca komentar, respons warganet:
- “bikin malu orang tua”,
- “pergaulan bebas”,
- “waktu bikin nggak nangis”,
- dan komentar tidak etis lainnya.
Kondisi mental anak di bawah umur itu jauh lebih penting, daripada mementinngkan citra orang tua tapi mengorbankan kondisi mental anak.
@ayifuy@ardianpancaa Untuk saya, justru malah becek karena nyemprotnya nggak bisa diarahin pake tangan. Kalo nggak becek, minimal partikel cipratannya pasti lebih keluar jalur dibandingkan yg selang semprotan yg bisa diarahin pake tangan.
Betul, konsep laki-laki harus menanggung ekonomi hanya karena dia laki-laki berasal dari pembagian peran patriarkal.
Pertanyaanmu sendiri mencampur dua konteks yg berbeda:
1. kritik terhadap sistem patriarki,
2. preferensi individu dalam relasi.
Ada orang yg menolak sistem patriarki dalam aspek kontrol, dominasi, dan pembatasan perempuan; tapi tetap menyukai relasi tradisional, misalnya: laki-laki provider.
Ada yg hanya menolak bagian patriarki yg merugikan dirinya.
Ada juga yg menganggap provider itu bukan soal gender; tapi energi maskulin, rasa aman, kepemimpinan, dan pembagian peran yg disepakati.
Konflik muncul, biasanya karena inkonsistensi nilai yg dianut:
- ingin hak modern;
- tapi mempertahankan kewajiban tradisional untuk pasangannya;
- dan menolak kewajiban tradisional untuk dirinya sendiri.
Jadi, tidak ada yg salah jika memilih sistem patriarki parsial (laki-laki dominan di finansial, perempuan dominan di domestik) ataupun sebaliknya; egaliter parsial atau bahkan egaliter penuh. Selama kedua belah pihak rela, sadar, dan konsisten dengan nilai yg mereka anut itu masih sehat.
Kenapa bajunya Jisoo terlihat flattering dibandingkan yg lain di Met Gala 2026?
Karena gaunnya Jisoo memberi ilusi pinggang, terlihat dari lipatan gaun yg mengelilingi pinggangnya Jisoo.
Tubuhnya Jisoo itu rectangle.
Supaya penampilannya flattering, perlu pakaian yg memberi ilusi (hourglass) pada pinggangnya.
Pernikahan tanpa cinta (emosi), akan menghadirkan relasi berbasis fungsionalitas.
Bisa stabil tapi tidak hidup.
Pernah dengar pasangan yg baik-baik aja, tapi kesepian?
Postingan di atas yg saya reply, membahas konsep hubungan berbasis fungsionalitas.
Tidak salah, tapi harus sadar dalam memilih sistem relasi.
Pernikahan tanpa cinta (emosi), akan menghadirkan relasi berbasis fungsionalitas.
Bisa stabil tapi tidak hidup.
Pernah dengar pasangan yg baik-baik aja, tapi kesepian?
Postingan di atas yg saya reply, membahas konsep hubungan berbasis fungsionalitas.
Tidak salah, tapi harus sadar dalam memilih sistem relasi.
@LambeSahamjja Dharma wanita, bhayangkari, atau organisasi persatuan istri-istri lainnya itu dulu fungsinya untuk saling menguatkan (saling support) karena LDM dan suami dinas luar di tempat yg jauh.
Cuma sekarang, memang banyak yg fungsinya bergeser.
"Kalau masing-masing sudah terlalu lengkap dan mandiri, kenapa nggak sekalian hidup sendiri-sendiri saja?",
Karena relasi yg sehat itu dibangun atas kebutuhan dasar manusia, yaitu kebutuhan berelasi.
Bukan dibangun di atas vulnerabilitas (sisi rapuh) masing-masing, yg kemudian membentuk dependensi yg tidak sehat.
Orang-orang itu unik-unik ya.
Contohnya kayak di bawah ini.
Dia nggak bisa bedakan antara sekadar memberi tau, mengingatkan, dan mengontrol.
Sering banget, semua dicampur aduk menjadi satu dengan dalih cara menunjukkan cinta dan kasih sayang.
💚 tolong gmn lgi ya kasi tau cowo yg ga jaga kebersihan gni😭 plg kerja kalo males ya g mandi, cuci muka sm gsok gigi males2an. ak kesel, terus malah bilang hal sepele dkit2 ngambek😭
@Marimar_Aauw Korban nggak selalu dalam keadaan sadar setelah mengalami kekerasan seksual.
Cara pelaku menjerat korban juga macem-macem caranya.
Kalo direct mungkin bisa sesimpel itu, kalo pelaku menjerat korban dengan eskalasi bertahap?
Kasus pemerkosaan nggak sesimpel itu.
@atmawiratna Menikah dan memiliki anak itu dua hal yg berbeda.
Seseorang bisa saja menikah tanpa berniat memiliki anak.
Seseorang bisa memiliki anak tanpa memutuskan untuk menikah.
Jadi, konsep 'menikah dalam kondisi stabil sekaligus memiliki anak' tidak sesimpel itu.
Masalahnya bunuh diri itu sering dilakukan korban dalam keadaan tidak sepenuhnya sadar.
Karena normal/default-nya, manusia itu takut kematian.
Kalo sudah nggak takut dengan kematian, bahkan sampai rela menyakiti diri sendiri, itu sudah gangguan dan sering tidak 100% sadar.
Tidak 100% sadar itu bukan pingsan, bukan gila, tapi kapasitas judgement-nya sedang terganggu.
Dan Islam mengakui gangguan itu.
Untuk bisa berempati, bisa belajar dari perspektif lain, bukan hanya dari satu perspektif.
Jadi, konsep bunuh diri tidak sesimpel itu.
Saya tambahin buktinya.
Memang ada kok kursi yg setiap saat nggak bisa di-book.
Contoh gambar dari film horror luar dan tayang 5x setiap hari. Setiap cek jam 00.00 WIB, kursi D8–D11 pasti nggak tersedia.
Kesimpulan dari komentar yg udah ada:
- Sengaja untuk tiket khusus;
- Sengaja untuk tamu khusus;
- Maintenance kursi;
- Risiko direkam penonton dari best view; (kurang menjawab karena di bioskop lain yg sama kursi bisa di-book, bisa jadi benar tapi SOP mereka jadi nggak seragam)
- Jalan masuk bioskop. (yg ini kurang menjawab, walaupun bisa aja kayak kursi C14&C15–L14&L15 di gambar itu pintu masuk)
Tapi nggak semua bioskop begini. XXI yg satu begini, tapi XXI di tempat lain selalu kosong kok best view-nya (yg ruang tata letak sinemanya sama persis kecuali deretan pojok jalan masuk).
Woman to women:
Biasakan tanya kepastian di depan, bukan di belakang. Daya tawar wanita itu tinggi ketika pria sedang menyatakan cinta.
Pacaran kalo tujuannya bukan untuk nikah itu untuk apa? Ini harus jelas di awal hubungan. Supaya nggak terjebak di dalam ambiguitas.
pertanyaan serius buat cewe-cewe:
kalau kalian udah pacaran lama, tapi gaada kepastian nikah. kemudian ada cowo lain dateng ngajak buat ke jenjang yang lebih serius.
kalian bakal tetep stay sama pacar atau malah terima tawaran orang itu. coba kasih penjelasannyaaa.