︎ These seven years (months) have been meaningful thanks to you, @paradcxism-kun. You give me the hope to live, the will to love, and I am living my best in every second because you are here with me. 愛してる、守る。
︎ Ia menyendok satu suapan puding ke dalam mulut. “Bet yours is way more difficult. Sejauh yang kulihat sosokmu hanya pergi lama dan kembali dengan wajah seperti baru mematikan 10.000 pasukan Kobayashi.” Si bungsu terkekeh. “Kau sudah cukup istirahat, @paradcxism-kun?”
︎ ⋆ ───────── BERMODALKAN SATU KETUKAN dan bulatnya tekad, Kadenokouji baru berani bertindak nekat.
Tugas Akhir di depan mata, sudah berteriak untuk segera digurat menjadi cerita. Akan tetapi Kadenokouji Yukio belum ingin serta-merta menggenapkan sang pinta.
︎ “Aku juga baru kembali dari kediaman Obaa-san.” Yukio memberikan salah satu puding kepada si tunggal, lengkap dengan sendok kecil kalau-kalau lelaki eksentrik itu memerlukannya. “Kembali dari kediaman Obaa-san, pergi melihat Kumihimo, mencari giok—banyak.”
︎ Barangkali inilah yang membuat langkah kaki enggan menapak lebih jauh lagi. Sebab yang mencetak sang jejak tak lagi sesuai dengan beban yang hendak diberi. Jatuh lagi, bangun lagi.
Berharap, tetapi menyangkal.
Berlari, tetapi melambat.
Mati, tetapi hidup.
ㅤㅤㅤ
You have demonstrated exceptional dedication this term. In recognition of your achievement, you are granted the title:
𝑲𝒐̄𝒎𝒚𝒐̄ 𝒏𝒐 𝑺𝒉𝒊𝒅𝒐̄𝒔𝒉𝒂
(光明の指導者)
— The Guiding Light of Magic —
May your path remain guided by clarity and quiet brilliance.
ㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤ
You have demonstrated exceptional dedication this term. In recognition of your achievement, you are granted the title:
𝑲𝒐̄𝒎𝒚𝒐̄ 𝒏𝒐 𝑺𝒉𝒊𝒅𝒐̄𝒔𝒉𝒂
(光明の指導者)
— The Guiding Light of Magic —
May your path remain guided by clarity and quiet brilliance.
ㅤㅤㅤ
︎ Langkahnya mulai bergerak maju, menyeret @paradcxism untuk menuju taplak miliknya yang sudah dibentangkan di area fasilitas publik di Hutan Sakura. “Tapi sebelumnya, aku ingin mendengar punyamu lebih dulu. Aku sudah menyiapkan area piknik dan puding kesukaanmu juga.”
︎ Ia masih enggan mengikis kedekatan fisik dengan sosok yang lebih tinggi, sehingga salah satu tangan yang mendekap kini beralih meraih jemari Takahashi Mamoru dan menggenggamnya erat.
“Kau harus tahu hal ini juga: aku sudah mulai mengerjakan Tugas Akhirku.”