Manusia akan beneran belajar berempati kalau dia ada di titik terendah hidupnya. Dihajar realita, dikasih penyakit serius, ekonomi runtuh, gak ada jalan lain, and many more. Life doesn’t humble you at your highest, but at your lowest.
Ges aku taro di sini yaa infonya.
https://t.co/a4Z2bphpy7
dan WAJIB MENGISI GOOGLE FORM apabila sudah mendownload detail pekerjaan. Siapa tahu, kami akan follow up kamu.
https://t.co/fpeYKwGxqG
Regards,
Tyo
Ges ada yang mau job ga? Full time WFO.
Ga gede sih bayarannya, tp buat pemasukan cukup.
Karena gw lg manage 3 freelance, yg ini mau gw drop.
Yang mau, share akun gw aja ya. Jobnya gampil kok cuma nge-admin buat sport massage. Start bulan Maret 2026.
Agak lucu institusi pemerintah posting ginian padahal kita semua tau produsen hoaks terbesar adalah pemerintah: yang punya bujet paling besar buat buzzer tu ya pemerintah, yang bayarin dan menghidupi media-media bodong adalah iklan pempus/pemda.
We are building the AI education product that will replace School
Looking for tutors & data labelers to help us build it. Rates from $50/hr -> $200/hr.
Come help us delete school
@Offentlichkeit_@thingsrecommend@UGM_FESS Bisa nego work hoursnya kok kak 👌🏻
Kebetulan itu asumsi full time work rate saya 1 hari (8jam), saya dobel jadi 2 hari kakk
Karena negara kita ini kejam untuk orang yang ingin membangun keluarga dan memiliki anak.
- Kuliah mahal, di saat sama kualitas pendidikan SD-SMA kacau.
- Boomer rakus kuasai tanah sehingga rumah sulit terbeli.
- Pejabat tone deaf dan gagal berempati dengan kesulitan rakyat.
- Korupsi di mana-mana.
- Boomer tukang rusak lingkungan + keruk sumber daya alam.
- Penanganan masalah yang lambat.
Generasi kita untuk hidup sehari-hari aja sudah berasa dihukum dan full survival mode, kemudian "dihukum" lagi dengan pernikahan dan memiliki anak.