Fatimah: "Bisa mencontoh Pak Habibie"
BJ Habibie: "Orang antri, makanan susah, phk banyak, itukan lebih penting dari pesawat terbang. Saya dahulukan ini dulu jadi saya ngalah untuk menang.
Jadi yang menang siapa? Rakyat"
Lagi, lagi dan lagi closing statement yang tepat sasaran dari wakil ketua BEM UI Fatimah Azzahra persis berdiri dan berbicara disamping orang dekat presiden. ❤️✊☺️
Jika Pertempurannya Head-to Head Militer antar Militer, Israel sebenarnya sudah kalah melawan Hez
Setelah pertempuran di Ali al-Taher, ada proses perundingan tak langsung antara Hez dan Israel. Israel mengklaim, pasukannya tetap berada di daerah tersebut hanya dengan menghormati gencatan senjata yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Ini adalah propaganda, kebohongan, dan bukan realitas medan perang.
Satu-satunya bagian yang benar dari narasi Israel adalah tekanan Amerika. Washington campur tangan karena situasi semakin memburuk di luar kendali Israel dan karena eskalasi Netanyahu mengancam kepentingan AS yang lebih luas.
Israel tidak berhenti karena telah meraih kemenangan. Israel berhenti karena dipaksa untuk berhenti.
Bukti paling jelas bukanlah di Ali al-Taher tetapi di Kfartebnit, sekitar 3 kilometer (bukan 300 meter seperti yang dikatakan propaganda Israel), di mana Hizbullah menghancurkan Merkava terakhir dengan empat perwira Israel di dalamnya. Di antara mereka adalah Letnan Kolonel For Gedalia Ben Simhon, komandan Batalyon Lapis Baja ke-52 (The Breachers) dari Brigade ke-401 (Iron Tracks), bersama dengan tiga anggota kru.
Jenazah mereka masih belum ditemukan karena pasukan pendudukan Israel tidak dapat mencapai tank yang hancur. Jenazah-jenazah tersebut masih berada di dalam Merkava yang terbakar, menyatu dengan puing-puingnya.
Jika Israel menguasai medan perang, mereka tidak memerlukan mediasi Amerika dan Prancis untuk mengambil jenazah mereka. Mereka akan langsung pergi dan mengambilnya.
Sebaliknya, Israel terpaksa meminta perantara untuk menegosiasikan akses. Hizbullah telah menawarkan pertukaran, jika tidak, tidak ada yang akan mendekati Merkava yang terbakar. Negosiasi sedang berlangsung, dan Hizbullah akan mengungkapkan syarat-syaratnya pada waktunya.
Inilah kenyataan yang ingin disembunyikan Israel: sebuah pasukan yang mengklaim kendali tidak dapat mengambil jenazah perwira mereka sendiri dari tank yang hancur. Sebuah pasukan yang mengklaim keberhasilan tidak membutuhkan mediator untuk mencapai jenazah mereka. Sebuah pasukan yang mengklaim mengepung Ali al-Taher tidak akan bernegosiasi di bawah tembakan di Kfar Tebnit.
Gencatan senjata bukanlah bukti kekuatan Israel. Ini adalah bukti bahwa eskalasi Israel menemui jalan buntu, bahwa Hizbullah menetapkan batasan di medan perang, dan bahwa Washington harus campur tangan sebelum Netanyahu menyeret kawasan itu ke dalam krisis yang lebih luas. (dari @ejmalrai )
--
Tapi, masalahnya, Israel ketika kalah, ia meluapkan kemarahannya dengan membombardir desa-desa, kota, bahkan ibu kota, Beirut, untuk membantai warga sipil. Inilah metode Israel selama ini: membantai warga sipil sebanyak-banyaknya, berharap pasukan perlawanan (baik Hez di Lebanon, Hamas dll, di Gaza; militer Iran) mau tunduk. Tapi, rakyat di negara-negara tsb paham situasinya dan mereka mendukung perlawanan, karena hanya dengan melawan-lah mereka akan bebas sebenuhnya dari kejahatan AS-Israel.
Foto: Merkava ringsek di Lebanon
Pasukan militer Amerika Serikat (AS), yang didukung jaringan intelijen gabungan termasuk CIA dan Mossad, mengerahkan peralatan senilai puluhan miliar dolar, termasuk armada angkatan laut yang sangat canggih dan berbagai kapal induk serta model jet tempur generasi terbaru, dilaporkan menembakkan rudal senilai jutaan dolar, menargetkan sumber air minum penduduk distrik Bemani di Kabupaten Sirik, Hormozgan.
Alih-alih menyasar instalasi militer, serangan yang menggunakan alutsista mutakhir senilai jutaan dolar tersebut justru menghancurkan sumber air minum penduduk setempat.
Insiden ini memperpanjang daftar kerusakan fasilitas sipil oleh militer AS, setelah kejadian serupa sebelumnya menimpa wilayah Minab dan Lamerd. Serangan di tengah puncak musim panas ini memicu kekhawatiran besar, mengingat wilayah Hormozgan merupakan daerah yang rentan terhadap krisis air bersih.
Hingga saat ini, pihak Washington belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan penargetan fasilitas air minum yang menjadi urat nadi kehidupan warga sipil tersebut.
PERNYATAAN PERS KEDUTAAN BESAR REPUBLIK ISLAM IRAN
Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyampaikan bahwa menyusul pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata tanggal 08 April 2026 serta berlanjutnya tindakan agresi rezim Zionis terhadap Lebanon dan Republik Islam Iran, termasuk melalui kerja sama dengan militer teroris Amerika Serikat dalam serangan selama dua pekan terakhir terhadap kapal-kapal dan berbagai sasaran Iran di wilayah selatan negara kami, serta keterlibatannya bersama Amerika Serikat dalam aksi perompakan maritim terhadap bangsa Iran, Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran pada Minggu malam, 07 Juni 2026, dalam pelaksanaan hak inheren untuk membela diri sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, telah menyerang sejumlah sasaran militer di wilayah utara Palestina yang diduduki.
Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, sembari menegaskan tekad kuat bangsa Iran untuk mempertahankan keamanan dan kepentingan nasionalnya secara tegas di mana pun diperlukan, mengingatkan bahwa gencatan senjata di Lebanon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesepakatan gencatan senjata tanggal 08 April 2026. Oleh karena itu, Pemerintah Amerika Serikat memikul tanggung jawab langsung atas berbagai pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh rezim Zionis beserta segala konsekuensi yang timbul darinya, termasuk setiap eskalasi ketegangan di kawasan.
Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menegaskan bahwa setiap tindakan provokatif dan petualangan agresif yang dilakukan oleh rezim Zionis terhadap Lebanon maupun Republik Islam Iran akan dihadapi dengan respons yang tegas, menyeluruh, dan menghancurkan dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran.
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK ISLAM IRAN – JAKARTA
The Iranian navy, which has been destroyed eight times, has apparently closed the Strait of Hormuz again, because the United States, for the seventh time, won the war that wasn’t a war, so now the United States has to open the Strait of Hormuz that was already open before the not-war began.
The not-war began because Iran had uranium that was totally, completely, beautifully obliterated, so they can’t build the nuclear bomb they weren’t building, which is why the United States had to start the not-war it definitely didn’t start.
Now the United States, which has nuclear weapons, is threatening to use nuclear weapons to stop Iran from getting nuclear weapons, because nuclear weapons are far too dangerous for countries with nuclear weapons to allow other countries to have.
If the United States saw the United States doing what the United States does in other countries, the United States would invade the United States to liberate the United States from the tyranny of the United States.
saya terhentak mengikuti kasus BGN, malam kemarin Pak Dadan diberhentikan, paginya kantor digeledah, malam ini ditahan.
saya ikuti penjelasan dari Kejaksaan sejam lalu, dan merangkumnya sebagai berikut:
1. Kejaksaan menetapkan tiga orang tersangka. Mereka adalah bekas pimpinan inti di Badan Gizi Nasional: Kepala badan, dan dua wakil kepala.
2. sejak 6 Januari 2025, pemerintah menjalankan MBG sebagai program prioritas nasional, dengan anggaran Rp85,27 triliun di 2025, dan Rp80 triliun di 2026.
3. Kejaksaan menemukan pola, bahwa yayasan-yayasan yang seharusnya menjadi mitra pelaksana, ternyata terafiliasi dengan para pejabat itu sendiri.
4. proses penunjukan mitra pun tidak berjalan netral. verifikasi yang seharusnya objektif, justru diintervensi.
5. dampaknya, yayasan-yayasan itu disebut menerima insentif miliaran rupiah setiap hari.
6. penyimpangan juga merembet ke pengadaan barang:
- Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan total pengadaan sekitar Rp1 triliun;
- Pengadaan 32.000 pasang sepatu yang tidak sesuai ketentuan dan adanya mark-up;
- Pengadaan tablet sebanyak 31.000 sekian unit yang tidak sesuai ketentuan dan adanya mark-up; dan
- Pengadaan televisi 75 inci sebanyak 5.400 unit yang tidak sesuai ketentuan dengan adanya mark-up harga.
7. ketika KAK tidak lagi dibuat berdasarkan kebutuhan, melainkan mengikuti kepentingan,indikasinya: mark-up harga, spesifikasi tidak tepat, dan output yang tidak mendukung tujuan program.
8. menariknya, kasus ini bermula laporan masyarakat soal dapur MBG yang tidak sesuai spesifikasi. Dari situ, penyelidikan dilakukan, dalam waktu satu minggu.
9. sampai sekarang, angka kerugian negara masih dihitung.
10. saat ini tiga tersangka sudah ditahan, penggeledahan dilakukan di berbagai lokasi, dan barang bukti elektronik telah diamankan. Penyidikan masih berjalan, dan kemungkinan tersangka baru masih terbuka.
11. dari sisi hukum, Kejaksaan juga menegaskan satu batas penting: tidak semua hubungan atau afiliasi itu salah. yang menjadi masalah adalah ketika afiliasi itu dipakai secara melawan hukum dan menciptakan konflik kepentingan dalam pengambilan keputusan.
sedih memang, karena sebaik apa pun kebijakannya, akan hancur bila di tangan yang salah. 😔
(sumber foto: BBC)
🚨Anthropic just showed a 24-minute workshop on how to actually do prompts for Claude.
Taught by the people who built it.
Free. No registration. No paywall.
I've seen $300 courses that don't cover what they teach in the first 8 minutes.
Watch it and bookmark it now!
WA dari temen. Siang. Jam 12.
"Bro, ponakan lo sering mual di mobil gak?"
"Iya parah. Tiap perjalanan muntah."
"Coba buka Settings iPhone lo."
"Hah? Emang kenapa?"
"Accessibility → Motion → Vehicle Motion Cues."
"Aktifin."
"Ini ngapain?"
"Udah aktifin aja. Besok perjalanan gak muntah."
Aku aktifin.
Besoknya, ponakkanu gak muntah pertama kalinya.
🔥 Epic exchange
🇺🇸 Trump at 5:00 PM: “No President has ever done this. We got Iran talking about nukes — maybe even giving them up. Historic.”
🇺🇸 Obama at 6:00 PM: “Already did that in 2015. No missiles. No war. Iran shipped out 97% of its enriched uranium, and the Strait of Hormuz stayed open.” 🔥👏
Guys, lu pada tahu nggak kenapa Habibie mencopot Prabowo dari Pangkostrat?
Dan yang lebih penting lu pada tahu nggak bahwa pencopotan itu terjadi dalam kurang dari satu hari setelah Habibie menerima laporan?
Ini bukan gosip.
Ini diceritakan sendiri oleh Habibie
dalam wawancara yang direkam tahun 2006.
Ini konteksnya dulu:
Mei 1998. Soeharto baru saja mundur.
Habibie dilantik sebagai presiden.
Indonesia dalam kondisi paling kacau sejak 1965 demonstrasi massal, kerusuhan, ekonomi hancur, dan kepercayaan publik terhadap negara di titik nol.
Habibie baru duduk di kursi presiden.
Belum hafal protokolnya.
Dia sendiri cerita waktu mau duduk di kursi kerja presiden, dia bingung mau duduk di mana karena tidak tahu posisi duduk yang benar sebagai presiden.
Sampai protokol yang kasih tahu.
Di tengah situasi sekacau itu Wiranto datang menemui Habibie dengan laporan yang sangat serius.
Ini isi laporan Wiranto:
Ada gerakan pasukan Kostrat yang bergerak menuju dua titik: Istana dan kawasan Kuningan tempat rumah Habibie berada.
Pangkostrat saat itu: Prabowo Subianto.
Wiranto juga menyampaikan satu hal lagi yang sangat penting: dia memegang Kepres yang memberikan kewenangan bertindak mengamankan situasi kalau keadaan membutuhkan "seperti Supersemar."
Bayangkan momen itu.
Presiden baru yang baru beberapa hari menjabat. Pasukannya sendiri bergerak tanpa perintah.
Dan Pangab datang dengan Kepres yang bisa memberinya kewenangan mirip Supersemar.
Habibie mendengar semua itu.
Diam sebentar.
Lalu menyimpulkan satu hal tentang Wiranto:
"Saya terkesan orang ini jujur."
Dan ini keputusan Habibie:
Tidak ada rapat panjang.
Tidak ada sidang kabinet darurat.
Tidak ada negosiasi.
Habibie memberikan petunjuk langsung kepada Wiranto:
"Sebelum matahari terbenam Pangkostrat diganti.
Dan kepada penggantinya ditugaskan untuk segera mengembalikan semua pasukan Kostrat ke tempatnya masing-masing."
Satu kalimat perintah.
Satu hari. Selesai.
Prabowo dicopot dari Pangkostrat sebelum hari itu habis.
Dan ini pertemuan yang paling mengejutkan setelahnya:
Prabowo tidak terima.
Dia datang langsung ke ruang kerja presiden menemui Habibie.
Habibie sebenarnya bisa menolak.
Tidak ada kewajiban protokol untuk menerima perwira yang baru dicopot tanpa permintaan formal.
Tapi Habibie menerima karena dua alasan pribadi:
Satu — ayah kandung Prabowo adalah Prof. Sumitro Djojohadikusumo yang sejak Habibie SMA sudah jadi idolanya. Keluarga yang sangat dihormatinya secara intelektual.
Dua — Habibie menduga mungkin ada titipan pesan dari ayah mertua Prabowo yaitu Soeharto yang saat itu sudah tidak bisa ditemui langsung.
Tapi yang terjadi di ruangan itu sama sekali tidak seperti yang Habibie perkirakan.
Prabowo menurut cerita Habibie sendiri langsung berkata:
"Anda ini presiden apa? Naif."
Dan ini jawaban Habibie yang menurut gue paling berkarakter dalam seluruh cerita ini:
Tidak marah.
Tidak tersinggung.
Tidak balas dengan ancaman atau kemarahan.
Habibie menjawab santai:
"Masa bodoh.
Yang penting saya presidennya.
Saya yang menentukan finish."
Lalu Habibie menambahkan refleksi yang sangat jujur: banyak orang memandangnya sebelah mata "Habibie kan tukang, bisa buat kapal terbang, mejanya penuh teknologi, tidak ngerti yang lain."
Tapi bagi Habibie justru itu keuntungan.
Karena dia tidak merasa terhina oleh kata-kata itu.
Dan ini yang paling penting untuk dipahami:
Habibie adalah presiden yang legitimasinya paling dipertanyakan dalam sejarah Indonesia.
Naik bukan karena dipilih rakyat.
Naik karena Soeharto mundur.
Banyak yang meremehkannya.
Banyak yang menganggapnya tidak punya otoritas nyata.
Banyak yang berpikir dia hanya boneka transisi yang bisa dikendalikan.
Tapi dalam momen paling krusial itu ketika pasukan bergerak tanpa perintah menuju Istana dan rumahnya sendiri Habibie tidak panik.
Tidak ragu.
Tidak menunggu situasi makin memburuk.
Dia memberi satu perintah.
Sebelum matahari terbenam.
Dan ketika perwira yang dicopot itu datang menyebutnya naif di mukanya langsung dia menjawab dengan ketenangan orang yang tahu persis di mana otoritasnya berdiri.
Yang penting saya presidennya.
Saya menentukan finish.
Habibie mencopot Prabowo
bukan karena dendam pribadi.
Bukan karena politik.
Tapi karena ada gerakan pasukan yang tidak sesuai struktur komando bergerak menuju Istana dan rumah presiden tanpa perintah resmi.
Dan dalam sistem militer manapun di dunia itu bukan sesuatu yang bisa dibiarkan.
Tidak peduli siapa yang memimpin gerakan itu.
Tidak peduli seberapa dekat hubungan personalnya dengan presiden.
Habibie mungkin dianggap naif oleh banyak orang.
Tapi orang yang dianggap naif itu dalam satu hari mengambil keputusan militer yang mungkin menyelamatkan Indonesia dari skenario yang jauh lebih buruk dari yang benar-benar terjadi.
Dan 27 tahun kemudian perwira yang dicopot itu menjadi presiden.
Sementara yang mencopot sudah lama berpulang dan dikenang sebagai salah satu tokoh paling bersih dalam sejarah republik ini.
Sejarah punya cara tersendiri untuk menjawab siapa yang naif dan siapa yang tidak.
RUMAH ITU MASIH BERDIRI SAMPAI SEKARANG!
Di kampung gua ada rumah lumayan besar tapi selalu kosong.
Bukan karena nggak ada yang mau beli. Bukan karena nggak ada yang mau nginep.
Tapi karena semua orang yang pernah tinggal di kampung ini tau apa yang ada di dalam sana.
Dan gua salah satu yang tau. Karena gua yang ngalaminnya langsung.
@SudutTakKasat @redontsleep
@lembarkelam_ @ilustrasikelam@ceritaht #bacahorror #bacahoror #suduttakkasat #ceritahoror #WarungHorror #threadhoror #ceritaserem #asupanhorror #mistis #misteri #horor
Jet F-5 Iran Versus Jet F-15 AS
Pada 2 Maret 2026 (jam 7:33 pagi waktu Iran), terjadi sebuah tragedi memalukan bagi AS. CENTCOM (Komando Pusat AS) mengakui bahwa sistem pertahanan udara mereka "salah sasaran" hingga menghantam tiga jet tempur F-15 milik mereka sendiri.
Tapi, tidak ada penjelasan soal alasan sebenarnya. Kenapa? Karena kenyataannya terlalu memalukan untuk dibuka ke publik.
Penyebab kekacauan total itu ternyata adalah operasi super nekat dari dua pilot Iran. Mereka terbang menuju pangkalan militer AS di Kuwait hanya menggunakan jet tempur F-5 hasil upgrade—sebuah pesawat yang desain aslinya sudah berumur 67 TAHUN!
Bagaimana bisa jet tua menembus sistem pertahanan berlapis AS? Jet itu terbang rendah demi menghindari radar, dan dengan keberanian luar biasa, kedua pilot ini berhasil menyusup dan membombardir pangkalan militer AS di Kuwait. Bunker pesawat, depot peralatan, sistem radar canggih, hingga jet-jet tempur di dalamnya luluh lantak oleh serangan Iran.
Serangan ini memicu kepanikan massal hingga sistem pertahanan AS error dan menembaki jet F-15 milik AS sendiri yang terdeteksi di radar (ingat, jet-nya Iran tidak terdeteksi radar).
Kerugian ditaksir mencapai $5 Miliar dolar (sekitar Rp 80 Triliun lebih).
Dan yang paling bikin geleng-geleng kepala... setelah mengacak-acak pangkalan AS, kedua pilot Iran beserta kedua jet tua tersebut berhasil pulang ke pangkalan mereka dengan selamat tanpa lecet sedikit pun!
Ini membuktikan satu hal: banyak yang mengira perang modern hanya soal siapa yang punya teknologi paling mahal dan canggih. Tapi Iran menunjukkan bahwa mental, nyali, dan taktik juga amat menentukan.
Btw, di TV pernah ada mantan perwira AU (lupa namanya) yang diwawancarai soal Iran, dia mengatakan bahwa film-film animasi yang dibuat Iran menceritakan pertempuran udara melawan AS memang seperti aslinya (maksudnya, beliau karena ngerti soal perang dan jet tempur dll, bisa mendeteksi bahwa adegan di film-film animasi buatan Iran itu riil/masuk akal).
Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir.
Dan dia ngomongnya
bukan sebagai pembela Nadiem.
Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja.
Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah:
Ahok bilang dengan sangat tegas:
pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika.
Chromebook itu bukan laptop biasa.
Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus.
Harganya jauh lebih terjangkau
dari laptop konvensional.
Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau.
Ahok kasih contoh nyata.
Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar.
Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia.
Itu bukan mimpi.
Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada.
"Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan.
Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia."
Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat:
Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang:
"Saya pikir ini sengaja."
Logikanya sederhana dan sangat keras.
Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai.
Lebih sulit dibohongi.
Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu.
Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa.
Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan.
MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama.
Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana.
"Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus,
kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?"
Yang paling menohok soal survei dan legitimasi:
Ahok tidak berhenti di situ.
Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas.
Pemerintah melakukan survei.
Rakyat bilang mereka suka makanan gratis.
Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG.
Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan.
Tapi Ahok membaliknya:
kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata.
Itu bukan preferensi yang genuine.
Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi.
"Mereka juga pintar.
Dia survei, Pak.
Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi."
Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun:
Ahok tidak membela Nadiem secara personal.
Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah:
Menteri itu tidak pernah menyentuh
anggaran secara langsung.
Menteri membuat kebijakan.
Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya.
Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah:
apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit?
Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri?
PPATK sudah menjawab:
tidak ada.
Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun.
"Saya pikir ya ini soal profesionalisme.
Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya."
Ahok tidak sedang bicara soal
Chromebook sebagai produk.
Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa:
apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa?
MBG memberikan makan hari ini.
Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup.
Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan.
Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.
This billboard is now apparently displayed in central Tehran.
The message is hard to miss: Trump’s mouth sealed shut by a stylized Strait of Hormuz, alongside the slogan “At The Breaking Point.”
Not exactly the messaging of a regime preparing the ground for a quick deal.
Source: @NZZ
The Telegraph: Trump Kini Menghadapi Tiga Pilihan; Semuanya BURUK
Opsi 1: Mengalah pada Iran
Jika Trump segera mencapai kesepakatan dengan Tehran untuk membuka Selat Hormuz dan menurunkan harga minyak, ia akan dituduh melakukan "penyerahan diri" di dalam negeri AS. Hal ini akan dianggap sebagai kegagalan total dari kebijakan tekanan maksimum (maximum pressure).
Opsi 2: Meningkatkan ketegangan militer
Setiap upaya untuk membuka Selat Hormuz secara paksa atau menyerang infrastruktur utama Iran dapat memicu perang regional skala penuh. Opsi ini akan mendorong harga minyak melampaui $150, membawa bursa saham global ke ambang kehancuran, dan menjerat AS dalam rawa konflik yang jauh lebih besar daripada Irak dan Afganistan.
Opsi 3: Mempertahankan status quo
Jika ia tidak melakukan apa-apa dan hanya menunggu, tingginya harga energi dan inflasi yang diakibatkannya (harga bensin mencapai $6 di AS) akan mendorong ekonomi global ke jurang resesi. Dalam skenario ini, Iran akan terus melanjutkan ekspor tidak resminya, dan elektabilitas Trump dalam jajak pendapat domestik akan merosot lebih jauh.
CNN: Serangan Iran MENGHANCURKAN pangkalan-pangkalan utama AS di Timur Tengah.
Beberapa fasilitas kini SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DIGUNAKAN.
Para pejabat AS TERKEJUT: ‘Belum pernah kami melihat yang seperti ini… serangan cepat dengan teknologi canggih’