Fanfiction character introduction
"Ketika dunia membisu, nyanyian menjadi senjata, keheningan menjadi teror, kepercayaan menjadi rasa curiga."
"Jika—jika embun salju jatuh di tangan, jangan biarkan menghilang.."
#fanfiction#fuyumillust#fuyusagi@FuyumiCelestia
WOWWW ADA MERCH FUYU DI BOOTHNYA MY BEBEBH GUWEEHHHH >\\\\\<
Gaskeun beli disini sekalian borong merchnya Mongdyyy ❤✨👉👈 nanti tag kita kalau kalian beli dari booth ini!
Catet ges nomor boothnya AE-16 yaa!! 💕
【Fuyumi Schedule】݁ ˖Ი𐑼⋆
Seperti biasa Fuyu telat post schedule hehe~ („• ֊ •„)
Fuyu hari Senin ini mau coba stream yaaa, semoga masih ada tenaga buat stream! (˶˃ ᵕ ˂˶) .ᐟ.ᐟ
Oiya, gimana kabar kalian wahai Buntalkers tercinta??
Fuyu masih dikasih kesehatan ehe ~ („• ֊ •„)੭
🎨Design schedule by @KujiraSeikai
📷Art by @MiyaMain1
Haaiii para Buntalkers~(˃̣̣̥ᯅ˂̣̣̥)
Mohon maaf stream Fuyu yang Mobile Legends di postpone dulu yaa (っ- ‸ - ς)
Pala Fuyu lagi pusing ges, mau istirahat dulu. Kalian jaga kesehatan ya walau panas-panas begini~
Mari kita mengturu jamaah hari ini ദ്ദി◝ ⩊ ◜.ᐟ
Fanfiction Character Introduction
Angin berhembus dengan pelan, meniup lembut uraian rambut putihnya. Tatapan sendu, penuh kesengsaraan tersirat di wajahnya ketika ia menatap jurang dalam yang penuh dengan aroma dari kematian.
"Tak apa berbohong jika demi kebaikan."
"Meski namaku terukir dalam kesalahan."
Ia menoleh ke samping, "bukankah itu lirik lagu yang kau tulis, Nishikujou Shiro? Lagu yang naif dan kaku, menyedihkan."
Topeng retak dikenakannya, menutupi separuh wajah yang penuh kebohongan. "Kau membunuh mereka, dan apa yang kau dapatkan setelah semua itu, Hando?"
"Bahkan anak kecil pun akan tahu kalau kita hanya memiliki dua pilihan, teman lama. Selamatkan manusia dan dunia akan mati, atau selamatkan dunia, dan manusia akan binasa. Takdir memang kejam, namun ia adalah alasan aku ada di sini, memburu kalian, Asteria."
"Katakan padaku—apakah aku salah jika aku memilih menyelamatkan dunia ini?!" Dengan tangan terkepalkan, ia memusatkan gema resonasinya, memadatkannya dan menciptakan sebilah pedang dari kehampaan.
_Resonance: Dreamer, Hando Al_
#fanfiction #digitalart #fuyusagi
Fanfiction character introduction
"Ketika dunia membisu, nyanyian menjadi senjata, keheningan menjadi teror, kepercayaan menjadi rasa curiga."
"Jika—jika embun salju jatuh di tangan, jangan biarkan menghilang.."
#fanfiction#fuyumillust#fuyusagi@FuyumiCelestia
Fanfiction Character Introduction
"Bertahanlah! Sedikit lagi." Kulit putih bersihnya bercucuran keringat ketika tongkat sihirnya memancarkan gema resonasi. Napasnya terengah-engah, rasa lelah menyelimuti dirinya. Namun baginya, nyawa setiap manusia adalah hal yang sangat berharga.
Luka disembuhkan dengan nyanyian seindah lagu pengantar tidur. ".. luka ku.. pulih..?" Prajurit yang terbaring lemah itu menatap lengannya yang terputus kini sudah tersambung kembali. "Hah.. jangan lengah lagi loh ya!"
"Vio, kuserahkan pertahanan posko medis kepadamu, jangan lupa, dirimu wakil kapten divisi pertama, jangan mempermalukanku."
"Tenang saja, Kizu. Takkan kubiarkan setetes darah pun terjatuh sia-sia lagi!" Vio berdiri, menggigit biskuit sticknya sambil mengedipkan sebelah matanya. "Sekali lagi, terimakasih atas bantuanmu, nona Vio." Prajurit tadi menundukkan kepala dengan lemah.
Nona? Ah, Aku laki-laki."
"Hah?"
"Satu lagi orang tertipu." Ujar Kizuna menahan tawa.
"Resonance: Hope, Vio"
#fanfiction #fuyusagi #digitalart
Fanfiction character introduction
"Ketika dunia membisu, nyanyian menjadi senjata, keheningan menjadi teror, kepercayaan menjadi rasa curiga."
"Jika—jika embun salju jatuh di tangan, jangan biarkan menghilang.."
#fanfiction#fuyumillust#fuyusagi@FuyumiCelestia