Kunjungan Tim Agrinas ke Kopdes di NTT membuka mata:
1️⃣ Karyawan Kopdes cuma gotong royong tanpa gaji, hanya manajernya yg dibayar Agrinas.
2️⃣ 400 KK di Desa tersebut diminta belanja Rp1 juta/bulan, agar omset Kopdes Rp400 juta/bulan.
Inilah program yg membebani warga desa.
Gue nemu harga bensin di Amerika langsung dari foto pompa bensin beneran.
Terus gue bandingin sama Pertamax Indonesia yang baru naik.
Hasilnya agak mencengangkan:
Pertamax RON 92 Indonesia sekarang: Rp16.250/L
Bensin setara di Amerika?
Louisiana: Rp17.862/L
Texas: Rp17.391/L
California: Rp28.158/L
New York: Rp21.299/L
Tapi tunggu dulu.
Kalau masukin faktor gaji minimum, ceritanya jadi makin brutal.
Memanjatkan rasa syukur tak terhingga ketika menyaksikan Tia naik ke atas panggung wisuda di Harvard, menerima ijazah sambil menggendong Ibrahim, lalu Ali berdiri menyambut di samping panggung.
Setahun lalu, kami melepas Tia dan Ali berangkat dengan bayi yang baru berusia satu bulan. Tentu, ada rasa khawatir yang manusiawi. Mereka menjadi orangtua baru di negeri asing saja sudah merupakan tantangan besar, apalagi ketika dijalani beriringan dengan studi master di universitas dengan tuntutan akademik yang sangat tinggi seperti kampus ini.
Alhamdulillah, masa penuh perjuangan itu tuntas mereka lalui. Ijazah Master of Education dari Harvard Graduate School of Education yang diterima hari ini adalah simbol pencapaian akademik, yang di baliknya ada harga kesabaran, kerja sama, dan keteguhan yang mereka bertiga harus bayar sebagai keluarga muda.
Terima kasih kepada semua yang telah mendoakan dan memberikan dukungan selama mereka menjalani babak kehidupan di Cambridge, Massachusetts, ini.
Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup mereka ke depan, serta ilmu yang didapat bisa menjadi bekal kontribusi Tia dan Ali bagi bangsa dan bagi lingkungan di sekitar mereka. Aamiin yra.
Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths https://t.co/kWEld3J9dR
Indonesian authorities used online disinformation campaigns to brand activists and journalists as "foreign agents" and silence dissent, sometimes leading to physical threats, Amnesty International said. https://t.co/sFoBm6AbMx
>Mumpung gabut saya rangkumin isi videonya (khususnya buat buzzer)
>Anies bilang kondisi Indonesia sekarang tuh lagi ga baik-baik aja. Rupiah jatoh ke titik terendah sepanjang sejarah, harga barang naik, lapangan kerja makin dikit, daya beli masyarakat melemah.
>ke depan jg tantangannya masih panjang. Dunia lagi panas gara-gara geopolitik ama konflik Timur Tengah, ditambah El Nino kuat. Jadi masalah datengnya barengan, bebannya rakyat jadi dobel
>yg paling dibutuhin sekarang itu kepastian bukan sekadar narasi tenang aja atau masalah dianggap ga ada. Kepastian muncul kalo pemerintah transparan, buka semua data, kasih arah yg jelas, dan keliatan negara ini mau dibawa ke mana
>Masalahnya yg kejadian malah kebalikannya. Data yg ditampilin cuma yg bagus-bagus, yg jelek disimpen. Pejabat jg sering becanda atau terlalu enteng ngomongin masalah serius. Kebijakan hari ini beda ama besok, akhirnya pada bingung
>Padahal warning udah dateng dari banyak pihak. Dari ekonom dalam negeri, lembaga keuangan dunia, sampe media dalam dan luar negeri
>Solusi dia: berhenti kasih obat tidur ke rakyat. Buka semua data apa adanya, jujur ama kondisi, bikin kebijakan yg jelas dan konsisten, terus pemerintah harus beneran serius dari atas sampe bawah
Pemerintah US Lagi kelabakan karena Kongres minta penjelasan knapa mereka nyerang Iran, padahal secara konstitusi semua perang harus disetujui kongres.
Kata menhan US "kita ga mulai perang" secara konteks utuh sepertinya merujuk pada puluhan tahun Iran 'mengganggu' kepentingan US di timteng.
Kata Menlu US "kita serang karena kalo ga, kita bakal diserang dulu dan bakal banyak korban"
Kedua pernyataan ini berseberangan dengan Pentagon yg menurut sumber "gaada tanda2 Iran bakal berani nyerang US dulu"
Di sisi lain, kita tahu semua 2 hari lalu siapa yg tiba2 nyerang Iran, siapa yg mindahin 30% kekuatan militernya ke Iran.
Ini menandakan adanya kepanikan eksekutif US karena melihat rendahnya dukungan publik, dunia, sekutu, dan bahkan kongres di serangan ini.
Kita bisa liat di awal serangan, Presiden Trump bilang kalo serangan ini untuk mengganti rezim. Tapi sekarang narasi berubah! Menhan bilang "kita ga ada maksud ganti rezim!"
Kemudian Trump menyampaikan bahwa Iran ingin negosiasi dan US mau membuka diskusi. Padahal pihak Iran bilang TIDAK AKAN NEGOSIASI DENGAN US. Ini adalah tanda paling utama bahwa ada kepanikan di US karena model venezuela ternyata ngga berhasil di Iran. Tapi US gamau bilang "oke, ayo diskusi" dulu karena itu artinya KALAH.
Kepanikan ini menguatkan bukti bahwa serangan kemarin sebenernya bukan kemauan US, tapi terpaksa masuk kancah perang karena tekanan dari Israel. Inilah yg di highligh Rep @JoaquinCastrotx.
Jika memang ini yg terjadi, jika memang benar2 tidak ada tanda2 Iran nyerang, maka Presiden Trump dapat dianggap melanggar konstitusi dan bisa berujung pemakzulan (lagi).
Secara politik, Demokrat bisa ambil 'keuntungan' dengan mulai memperkenalkan sosok anti-perang, pro ekonomi dan kedamaian untuk diajukan sebagai capres selanjutnya.
Dan gw yakin, ada kemungkinan besar pemerintahan selanjutnya akan dipegang Demokrat.