'Jangan digangguin, beda kelamin'
Jadi ada mba-mba kisaran seumuran anak SMA, lagi makan ice cream di pinggir jalan sambil nunggu temennya. Tiba-tiba bapak-bapak nyamperin terus ngegodain. Si mba-mba risih dan jalan menjauh biar ga diganggu, tetapi malah diikutin dengan terus digodain.
Untungnya ada bocil akamsi yang lagi main bola, mereka langsung sigap jadi garda terdepan mba-mba itu sampe nyuruh mbanya lari dari si bapak.
Respect banget sama orang tua dan lingkungannya yang bikin anak kecil itu uda pada paham masalah begini👍
1. MBG di korupsi
2. IKN batal jadi ibukota
3. Kopdes the next MBG
4. BUMN sering rugi (bagi bagi jabatan)
5. Rupiah sekarat
6. Naikin dan pungut PAJAK adalah program pemerintah paling sukses
Aku benci bilang ini
Tapi dari era Hasan Wirajuda sampai Bu Retno ya..
Ga pernah dengar itu:
- Dubes2 menunggu lama untuk dapat surat kredensial
- Terlambat mengucapkan belasungkawa saat kepala negara lain meninggal
- Terlalu sering keliling luar negeri
- Dan yang paling baru, ngirim pejabat hanya selevel Dubes untuk menghadiri pemakaman kepala negara lain.
Sorry to say. Jangan heran kalau ada yang bilang:
Worst foreign policy ever in Indonesian history.
Siapa sih yang punya komando diplomasi di Kemlu?
Aku mikirnya negara ini emang sengaja menciptakan kemiskinan struktural yang tidak terlihat. Mulai dari gaji diset sedemikian rupa, sampai mindset orang-orang yang bekerja jadi berpikir "mending dapat duit segini daripada tidak sama sekali". Ini sinyal bahaya karena orang jadi takut buat berkembang. Padahal ada potensi lebih di dalam dirinya.
“my (our) government didn’t support us”
dawg while indonesia is one of the powerhouse countries for speed category?? WE SERIOUSLY NEED TO NUKE THE GOVERNMENT
ASTAGA !!!!
GELAP DI SUMATERA,
PEMADAMAN BERGILIR DIJAWA
MATI TOTAL DI KALIMANTAN
YANG DILAKUKAN PEMERINTAH?
JUAL LISTRIK KE SINGAPURA?
LOGIKA APA INI?
WAHAI ANTEK-ANTEK ASING !!!
Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah 🇮🇩 tidak memenuhi undangan Iran utk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yg terbunuh dlm serangan militer ilegal.
Yg saya dengar, berbagai upaya gigih Iran utk mengundang Pemerintah 🇮🇩 tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri - tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita.) Akhirnya, yg hadir hanya Dubes RI di Teheran - yg dianggap oleh Teheran sbg sikap menyepelekan undangan ini, bahkan dianggap sbg tamparan. Sementara Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Kazakhtan, Mesir, Pakistan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh dll (lihat daftar dibawah) sama sekali tidak ragu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Pakistan pada tingkat Presiden. 🇮🇩 sbg negara berpenduduk muslim terbesar di dunia satu-satunya yg ABSEN mengirim delegasi. Bahkan Malaysia nampak lebih bebas aktif dari Indonesia.
Apakah ini berarti polugri "bebas aktif" kita mulai LUNTUR krn 🇮🇩 takut/sungkan thdp Amerika ? Has “FEAR” become a factor in Indonesian foreign policy ? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan MANAJEMEN sistem politik luar negeri yang penuh masalah - sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yg berani mengambil keputusan. Paling tidak 🇮🇩 bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta - tapi beliau justru keliling Asia Tengah utk kunjungan yg sifatnya rutin.
Kita seakan melupakan bhw Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dgn hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antara kedua negara. Kehadiran delegasi resmi 🇮🇩 dlm acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei (yg sayangnya tidak terjadi) seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momen persahabatan RI-Iran sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bhw adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yg melanggar hukum dan norma internasional.
Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dlm situasi yg sensitif, kita bersembunyi.
Please remember : bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkan
Boleh dikutip.
Seorang pengusaha dan investor asal Inggris Martyn Terpilowski ikutan memberi kritik soal penunjukan Ginka dan asisten Raffi Ahmad sebagai komisaris BUMN. Lewat akun Linked-in miliknya, Martyn mengungkapkan kekecewaannya dan melihat kalau pemerintah nggak peduli dengan pandangan investor internasional terhadap Indonesia.
Bahkan di kolom komentarnya, ia menyebut penunjukan komisaris-komisaris ini dengan “ludicrous appointments”
Sampe mumet googling “Prof” Gama ini siapa dan dia Guru Besar dari universitas apa. Ternyata influencer trading dan ASSISTEN PROFESSOR alias BUKAN PROFESSOR beneran.
Yailah kurang-kurangin lah yang begini. Ngabisin waktu hamba buat googling aja 😮💨
Miris banget liat foto ini…
Foto yang seharusnya jadi kebanggaan, malah jadi bahan tertawaan sekaligus sedih mendalam.
Seorang pria asing, Gaurav Srivastava, berpakaian biasa, tersenyum lebar sambil “memberi penghargaan” ke Presiden Prabowo Subianto. Senyumnya lebar, tangannya mantap. Sementara Prabowo terima dengan serius.
Tapi kenyataannya?
Pria itu penipu kelas internasional yang pura-pura jadi agen CIA.
Dia sukses menyusup ke lingkaran elite pertahanan Indonesia, mendekati Presiden dan adiknya Hashim, lalu mengalirkan puluhan juta dollar ke perusahaannya.
Investigasi Tempo + jurnalis India ungkap semuanya.
⚠️‼️ ORANG HILANG ‼️⚠️
💚 Tolong bantu UP & SHARE ya. Nadira masih belum ditemukan. Semua akun media sosialnya deactivate, akun WhatsApp sudah terhapus, dan SIM card diduga sudah dirusak. Hilang tiba-tiba. Mohon bantu sebarkan, semoga segera ditemukan. 🙏🥹
Eks Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal, lewat akun IG pribadinya, menyampaikan kritik kepada pemerintah RI yang terkesan menyepelekan udangan Iran ke pemakaman Ayatollah Ali Khameini yang tewas dibunuh Israel pada 28 Februari 2026 lalu.
Pemerintah nggak memenuhi undangan dari Iran dengan mengutus delegasi resmi, dan yang hadir hanya Dubes RI di Teheran. Hal ini, oleh Teheran, dianggap sebagai sikap menyepelekan undangan.