Disaat genting, masyarakat rentan dipengaruhi oleh gestur populis dan emosional. Akibatnya bencana dinormalisasi sebagai sesuatu yang tidak bisa dihindari. Alas, different years, same problems.
BRIN atau pemangku kebijakan riset yang lain (Kemdiktisaintek) harus memformulasikan pertanyaan yang tepat dan memberikan insentif untuk riset preventif—berfokuskan pada ketahanan—bukan semata mata restoratif.
Pertanyaan riset berikut, contohnya, sangat sederhana, genting, tapi tidak pernah (setahu saya) ada jawabannya: "untuk tanah dengan kemiringan tertentu, berapa banyak pohon, berikut jenis dan pola penanamannya, yang dibutuhkan agar tegangan geser banjir bandang dapat ditahan oleh tanah yang diperkuat jaringan akar." I don't mean qualitative solutions like "tobat ekologis" ... but how many exactly?
Di tengah meningkatnya banjir Aceh–Sumatra, ini harus menjadi salah satu fokus sebagai landasan regulasi. Bukan sekadar memperbaiki infrastruktur yang hancur, tetapi menghitung secara ilmiah apa yang diperlukan agar tanah tidak runtuh sejak awal.
Harus ada insentif untuk melakukan riset interdisipliner karena jawaban atas pertanyaan di atas hanya bisa diperoleh bila hidrologi, ekologi, dan mekanika tanah digabungkan dalam satu sistem. Ekologist harus bekerja sama dengan matematikawan, civil engineers, dan satellite imagerist.
Here’s a possible research pathway: Tekanan geser hidrolik (akibat hujan deras) dapat dihitung dari Shallow Water Equation, aliran bawah permukaan dari persamaan Boussinesq, dan deformasi tanah tropis (sebagai soft deforming porous media) dari kerangka poroelastisitas Biot yang memperhitungkan perubahan pori, tekanan air, dan konsolidasi.
Akhirnya, penguatan tanah oleh akar bisa dihitung lewat Mohr–Coulomb Failure Criterion dengan tambahan root cohesion term. Di sinilah jumlah pohon masuk sebagai variabel desain, bukan dekorasi. Riset seperti https://t.co/ii7IBIxCG9 menunjukkan bahwa kita bisa meng-coupling semua proses ini dan menyelesaikannya secara numerik untuk lansekap Indonesia.
Artinya beban maksimal yang harus ditahan tanah bisa dihitung, dan jawaban atas pertanyaan berapa banyak pohon bukan opini tetapi hasil simulasi. Di masa genting seperti sekarang, pemerintah harus berani memprioritaskan riset pencegahan seperti ini, karena tanpa itu kita hanya akan terus hidup dari satu restorasi ke restorasi berikutnya.
Anyone interested in doing a PhD with me on this?
@maman1965@largurda_ind@JNE_ID Buku Re dan Perempuan; untuk pertama kalinya membaca data² skripsi dalam bentuk novel😭 dari buku itu pula saya lebih dalam mengetahui dunia malam ibu kota, dan melihatnya tidak hanya dari kacamata benar dan salah.
Sebarkanlah sesukamu narasi buruk tentang diriku.
Aku tidak akan mencoba membersihkannya.
Karna nantinya, sampah yang kau sebar akan berbalik sendiri kepada harga dirimu.
Tuhan, meski setelah kejadian itu aku sudah tak berani lagi melangitkan namanya. Tapi aku yakin Kau tahu kalau nama itulah yg masih ada di dalam renungan ku.
اللهم اجعلنا من الحاضرين مع الحاضرين من أهل الحضور.
Ya Allah jadikanlah kami dari pada orang yang hadir, bersama orang yang hadir dari pada ahli hudhur (orang yang hadir hatinya).
الزواج ليس عن العثور على شخص مثالي، بل عن تعلم رؤية العيوب بقلب واسع ومليء بالتفهم
Pernikahan bukan tentang menemukan seseorang yang sempurna, tapi tentang belajar melihat ketidaksempurnaan dengan hati yang lapang dan penuh pengertian.
— Gus Mus
قال إبراهيم بن أدهم:
"فمن لم يواس الناس بماله وطعامه وشرابه، فليواسهم ببسط الوجه، والخلق الحسن".
Ibrahim Bin Adham berkata :
"Barangsiapa yg tidak bisa menolong orang lain dengan harta, makanan ataupun minuman, maka tolonglah mereka dengan wajah yang berseri dan akhlak mulia"
Yaa Sayyidi .. Ya Rasulullah, kami sedang berada di bulan kelahiranmu. ridhai, sayangi dan syafa'atilah kami..💚🤍
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد في الاولين والاخرين
*افرد سجادة صلاتك، واجلس عليها، واروي قصصًا لله. لديك يدان فقط، فلا تُجبر على إمساكهما جميعًا.*
"Bentangkan sajadahmu, duduk di atasnya dan berceritalah kepada Allah. Tanganmu hanya ada dua, jangan dipaksa untuk menggenggam semuanya."
Bukan aku tak mau atau menunda mengungkapkan. Aku ingin. Tapi ternyata aku kelewat takut. Aku belum benar-benar paham.
Entah ini bagian dari pengecut atau penjaga. Semoga akan selalu membumbung.