dan seakan rohnya keluar dalam tubuh, kembali seperti tak terjadi apa-apa.
"Ultah? Siapa?"
"Kila."
Mulutnya membentuk huruf o. Tampak tak tertarik setelah tahu siapa. Wajar, sih. Mereka berdua sebatas saling kenal dan mutualan medsos. Sofi punya cara hidup yang sama sekali ber
"Oi, sudah ambil donat belum?"
Pertanyaan itu diacungkan oleh temanku padaku, yang baru saja memasuki kelas. Aku pun melihat sekotak donat yang dimaksud, dikerubungi oleh teman-temanku yang perempuan.
Aku menggeleng, bereaksi pada dua hal.
...
Aku kembali ke masa kini, menelan roti overpriced pembuat mulut enek.
Kubantu proses pencernaannya dengan menyesap kopi susu panas, pesananku.
"Tadi temenku ultah, lo," sentilku membuka percakapan.
Kawan bicaraku, yang pandangannya tersesat dalam ruang sekitar,
Susah payah kita semua sekolah yg bener sampai SMA/S1 tapi ga akan pernah bisa jadi wapres, cari pekerjaan pun sulit. Cuma Gibran doang ga lulus SMA yg bisa jadi WAPRES krna punya ordal langsung bapaknya dan pamannya
LMAO, THIS COUNTRY IS SO FCKN FUNNY!!!!
LOWONGAN KERJA RAKYAT JELATA:
1) Usia maksimum 25/30/35 tahun
2) Pendidikan minimum S1
SYARAT WAKIL PRESIDEN
1) Usia minimum 40 tahun
(TAPI GAK JADI, EHEHEHEK)
2) Pendidikan minimum lulus SMA
(TAPI GAK JADI, EHEHEHEK)
Kok pada butt hurt ya sama pertayaan ini, padahal menururku wajar aja. Justru timbul pertanyaan lain, apa pemain lokal (tanpa darah campuran) ga ada yg bagus? Atau karena akademi sepak bola sini yg ampas?