We've been calling out that company for years because of the constant mistreatment towards 🦊, you're calling out that company for months to bring back the most favored member back to the group to achieve your own selfish agenda, we are not the same.
ah, it's your bias, if it's not, u go blind. #fullshade
@txtdarimaskael5 LOH KAN DENGAN KAYAK GINI ORANG ISLAM MASUK SURGA KAK, BAHKAN ITU GA CUKUP KALO CUMA DISETRUM SAMA DITABRAK DOANG, KATANYA HARUS DIBUNUH JUGA POKOKNYA SAMPAI MATI
nih para religio-fascist, hal ini yg terjadi akibat pengaruh dari kalian kemarin, tapi kalian masih sibuk cuci tangan
pake stun gun lho ini, udah benar-benar menganiaya ini
tapi kalian masih aja sibuk cuci tangan
kekerasan pada transpuan kembali terjadi, kali ini pelaku ngejar-ngejar korban dan mengarahkan semacam stun gun (kejut listrik) kepada korban.
woi anjing, sakit ya pada ya? kalo timbul resitensi karena hal ini jangan lagi lu sebut konflik horizontal ya anjing, mayoritas kontol!
gini ya moslem, gua jelasin dikit, semoga paham😊
perempuan dan LGBT itu sama sama kelompok yang selama ini sering mengalami diskriminasi, kekerasan, dan pembatasan hak. makanya banyak organisasi perempuan juga ikut bersuara soal isu LGBT. bukan karena "agendanya sama", tapi karena perjuangannya memang sering beririsan
patriarki dan norma gender yang kaku netepin gimana seseorang "seharusnya" hidup: perempuan harus feminin, laki laki harus maskulin, dan semua orang dianggap harus heteroseksual. ketika ada orang yang dianggap menyimpang dari norma itu, baik perempuan yang menolak peran tradisional, laki laki gay, lesbian, maupun trans, mereka sering menjadi sasaran diskriminasi dan kekerasan. karena itu, misogini, seksisme, homofobia, dan transphobia sering kali saling berkaitan dan berakar pada cara pandang yang sama tentang gender
makanya perjuangan organisasi perempuan dan komunitas LGBT sering berjalan beriringan. banyak isu yang mereka perjuangkan juga sama: hak untuk hidup aman, bebas dari kekerasan berbasis gender, bebas dari diskriminasi, dan memperoleh perlindungan hukum yang setara. kalau prinsipnya adalah "setiap orang berhak hidup tanpa kekerasan dan perlakuan yang tidak adil" ya wajar kalau solidaritasnya juga meluas ke kelompok lain yang mengalami hal serupa
dan semoga gaada yg bawa argumen "nanti perempuan harus berbagi toilet sama trans" ya, karena lucu aja banyak orang yang tiba tiba mengatasnamakan hak perempuan ketika membahas isu trans, tapi jarang kelihatan bersuara soal persoalan yang selama ini benar-benar dihadapi perempuan. femisida, KDRT, pelecehan seksual, perkawinan anak, sampai perlindungan korban kekerasan seksual sering kali jauh lebih sepi perhatian, jadi kesannya perempuan baru diingat ketika bisa dijadikan tameng buat nyerang kelompok minoritas lain, setelah itu, isu isu perempuan yang sebenarnya ya ditinggal lagi🙂↔️
jadi kalau Aliansi Perempuan Indonesia ikut menyuarakan isu LGBT, itu bukan sesuatu yang aneh ya moslem. banyak organisasi perempuan melihat bahwa sistem yang membatasi dan mengontrol perempuan sering kali juga merugikan kelompok LGBT, mereka melawan sistem dan struktur diskriminasi yang sama
semoga sekarang kamu paham ya, moslem. kalau masih ga paham juga, capedeh😊
"Hidup Perempuan! Hidup Buruh! Hidup LGBT!"
Begitulah suara tuntutan yang digemakan dalam aksi Aliansi Perempuan Indonesia (API) hari ini.
Aksi berpusat di depan Gedung Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham), Jakarta Selatan, sebagai bentuk peringatan sekaligus seruan untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan diskriminasi terhadap kelompok ragam gender dan seksualitas.
Aksi berlangsung pada pukul 13.00 hingga 16.30 WIB dengan mengusung tuntutan "Hentikan Kekerasan Terhadap Ragam Gender dan Seksualitas."
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen organisasi yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia—menyatakan solidaritas terhadap perjuangan HAM tanpa diskriminasi.
Peserta aksi menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan tindakan persekusi yang masih dialami kelompok ragam gender dan seksualitas. Mereka juga menolak berbagai kebijakan yang dinilai diskriminatif serta mendesak negara untuk menjamin perlindungan hak asasi manusia bagi setiap warga negara tanpa membedakan identitas gender maupun seksualitas.
📸Elvina Manuella Simanjuntak/Konde.co.
nemu bacaan bagus banget di instagram tentang hal ini. it expresses my feelings as a woman who's been told to accept everything as it is, as if i deserve to go through all of it. simi kunle, i hope you always sleep in good grace every night :')
https://t.co/ETDM3GQwJR
makanya istilah provider hanya sebatas nafkah finansial lalu cowo udah dibilang provider tuh apaan bgt, pdhl yg ngeprovide juga banyakan perempuan termasuk kerja mental dan domestik itu termasuk provider.