+ apartemennya pagi ini.
“Tolong bukakan pintu terlebih dahulu. Ada temanku,” pintanya. “Aku mau ke kamar mandi.”
“Oh? Kenapa tidak dibel?” sahut pria itu. Hyunjae yang tengah terduduk segera bangkit. Ia berjalan menuju pintu utama kediaman Irene, kemudian membukakan pintu. +
(cont.) pilihanku." Ia menyambung kalimat.
Lagipula, di samping status serta kehadirannya bersama Kim Jaeyoon yang tidak dapat tertangkap publik, Irene rasanya akan lebih nyaman apabila berada di tempat yang jauh dari keramaian.
"Jadi, kau mau makan apa?"
@aboutjaeyoon
(cont.) Bukannya pemilih atau tak menyukai ramen. Opsi tersebut ia kesampingkan guna membuat Jaeyoon mengonsumsi hidangan lain selain makanan instan.
"Kau yang tentukan makanan, aku tentukan destinasi," ujar sang nona.
"Dan tentu saja, tempat ramai tidak akan menjadi (cont.)
(cont.) makanan. Apabila Irene akan memilih untuk tidur dan menonton film saat hari libur, keduanya ia rasa akan memilih untuk makan dan pergi mencari kuliner menarik.
( @aboutjaeyoon )
(cont.) "Selain ramen," tegas sang nona.
"Aku bisa menyarankan beberapa tempat yang bisa kita kunjungi, atau bertanya pada Shiina dan Mijoo jika tidak tahu tempat yang sesuai dengan keinginanmu."
Kedua anggotanya tersebut ia kenal baik sebagai penyuka (cont.)
(cont.) arah Jaeyoon, lalu bertanya pertanyaan klise yang kerap diucapnya untuk menutupi segala tanda tanya dalam benak.
"Kau sudah makan?"
( @aboutjaeyoon )
(cont.) Kendati demikian, hari ini menjadi seperti kali-kali sebelumnya.
Pertanyaan tersebut hanya sempat bersarang di benak sang nona. Ia tak melisankannya, lantaran berpikir tak memiliki hak atas pertanyaan tersebut. Alih-alih demikian, ia justru menoleh ke (cont.)