Wakil Ketua BEM UI Fatimah Azzahra : Kritikan dijawab sebagai antek asing sehingga harapan tersebut menjadi sirnah, awalnya mahasiswa memandang ada harapan baru pada pemerintahan Prabowo Subianto ternyata tidak. #BEMUI#MahasiswaUI
Ahahahah..
MBG bukan bus sekolah 🥱
Mau diibaratkan apapun... MBG itu tetap sj proyek dg potensi korupsi terbesar sepanjang sejarah.
Korupsinya harian bossss!!!
Suka jawaban yg tenang gini
Tapi menghujam jantung..
Tidak smua butuh bus sekolah
Tapi smua butuh sarana prasarana pendidikan yg lbh baik
Klo sopir bus ugal2an, ga bisa diganti saat busnya sedang jalan
Hentikan dulu busnya, ganti sopirnya
Monmaap
Ternyata usia tidak menjamin kecerdasan & kejernihan berpikir
Ketika otak sdh tertutup napsu menjilat 🥱
Jujur 🙏, Bang Tyo (Mantan Ketua BEM UGM) ini emang kritikannya pedas banget.
Gw cuma takut kalo ada apa2 dengan beliau. Semoga tetap sehat dan selamat dalam lindungan Allah
Ketua BEM UGM 2025, Tyo hadir dalam "aksi Gejayan memanggil" malam ini.
Tiyo Ardiyanto: "prabowo-gibran membunuh anak anak indonesia, dengan cara membodohi mereka sambil mengencangkan perut perutnya."
"kita dikasih MBG tapi pendidikan kita tidak diprioritaskan"
HIDUP RAKYAT INDONESIA!!!!
Analogi "Ikan Asin" langsung menusuk ke jantung pertahanan para aktivis istana!
Feri Amsari gak tanggung2 nyindir psikologis ke @budimandjatmiko dan Said Iqbal soal batasan antara menjaga idealisme vs tergiur godaan kekuasaan.
Siapa yg paling kesindir sama ucapan Bung Feri?
Sangat bangga padamu kawan👏
Hal ini tidak terlepas dari dukungan para orang tua dan teman yang mendukung untuk terus berkarya bahkan hingga bisa tembus ke dunia International.
Film ini membuktikan Lewat kerja keras dan kreativitas, sekelompok anak SMK berhasil menghadirkan film animasi berkualitas internasional, bahkan tanpa bantuan AI.
✨GARUDA DI DADAKU✨
Sudah tayang di Bioskop🚨🚨🚨
Dukung karya anak bangsa dengan menonton di bioskop resmi. Jangan merekam, mengunggah ulang, atau menyebarkan versi bajakan.
Generasi Emas atau Generasi Cemas?
Hanya 2 jam dari Jakarta, anak-anak Desa Tanjungan, Cikeusik, Pandeglang harus berjuang menerjang jalanan lumpur pekat setiap hari demi bisa sekolah.
Seragam bersih langsung kotor, keselamatan fisik pun terancam.
Ironi luar biasa di usia Kabupaten yang sudah menginjak 152 tahun.
Wilayahnya dekat dengan pusat pemerintahan Banten dan Ibu Kota, tetapi pembangunan infrastruktur dasarnya seperti terisolasi di zaman batu.
Kondisi ini memicu kritik tajam terhadap tata kelola anggaran daerah. Publik mempertanyakan komitmen nyata dari dinasti politik lokal yang sudah mencengkeram dan memimpin Pandeglang selama 26 tahun terakhir melalui lingkaran keluarga yang sama.
Lebih dari seperempat abad kekuasaan berputar, mengapa hak paling mendasar anak-anak untuk mengakses pendidikan dengan aman saja tidak pernah sampai ke desa mereka?
Rakyat butuh kerja nyata, bukan sekadar janji politik dan jargon masa depan.