Yth @prabowo
cc @DPR_RI@Gerindra@JimlyAs@mohmahfudmd
USULAN REFORMASI POLRI
A) Pangkat Jenderal bagi perwira tinggi dihapuskan. Diganti sistem kepangkatan polisi di negara maju.
B) Organisasi Polri dipecah menjadi 5 Polwil, yang diketuai oleh Kapolwil 1) Polwil Sumatera Bangka dan Kepri 2) Polwil Jawa Bali, NTB dan NTT 3) Polwil Kalimantan 4) Polwil Sulawesi & Maluku Utara 5) Polwil Papua dan Ambon. Semua Kapolwil adalah bawahan Mentri Keamanan Dalam Negeri (akan dibentuk). Jabatan Kapolri otomatis hilang.
C) Polwil membawahi Polres sebagaimana yang ada sekarang. Di setiap provinsi dibentuk Kompolda anggotanya terdiri dari ketua DPRD Tk 1, Gubernur, Kajati, dan 2 wakil sipil.
D) Di Pusat dibentuk organisasi Polisi semacam FBI dibawah Kementrian Keamanan Dalam Negeri, yang menangani kejahatan yang mengancam keamanan negara dan kejahatan tingkat tinggi. Personelnya diambil dari Kamneg, Intelkam, Densus dan dibantu BIN
E) Densus dibubarkan
Klaim pada posting itu, isinya **mencampurkan satu fenomena fisika yang nyata — acoustic levitation — dengan beberapa kesimpulan yang tidak benar**.
Yang benar: **suara memang dapat memberikan gaya pada benda**. Gelombang suara membawa energi dan momentum sehingga ketika mengenai benda muncul *acoustic radiation pressure*. Jika gaya ke atas dari medan akustik sama dengan berat benda,
F _acoustic_ =mg
benda dapat melayang. Acoustic levitation memang merupakan bidang penelitian nyata. NASA sudah menelitinya sejak puluhan tahun lalu, dan riset modern menggunakan ultrasound, standing waves, phased arrays, serta acoustic traps.
Tetapi pernyataan dalam video:
> “Kalau mengetahui frekuensi atom batu dan memberikan frekuensi yang sama, berat batu akan dibatalkan”
**tidak benar secara fisika.**
Batu tidak mempunyai satu “frekuensi atom batu”. Batu terdiri dari berbagai mineral, atom dan ikatan kristal dengan banyak sekali mode vibrasi. Yang ada adalah berbagai **resonant modes / phonons**. Memberikan getaran pada salah satu frekuensi resonansi dapat membuat batu **bergetar lebih kuat**, bahkan mungkin retak jika energinya cukup besar, tetapi **tidak menghilangkan massanya dan tidak membatalkan gravitasi**.
Analogi sederhananya seperti jembatan yang terkena angin pada frekuensi resonansinya:
resonansi ===> amplitudo getaran meningkat}
tetapi bukan:
resonansi =====> m=0
atau
g=0.
### Tetapi menariknya: suara memang bisa mengangkat benda yang cukup berat
Di sini video tersebut sedikit lebih dekat dengan kenyataan daripada kelihatannya.
Ada teknik bernama **Near-Field Acoustic Levitation (NFAL)**. Dalam eksperimen, benda planar **10 kg** pernah dibuat melayang tanpa kontak mekanis. Jadi klaim bahwa “batas maksimum sekarang hanya 2 kg” juga tidak tepat sebagai batas universal.
Namun ada detail yang sangat penting:
**10 kg itu melayang hanya puluhan sampai ratusan mikrometer dari permukaan ultrasonik.**
Jadi kira-kira:
> vibrating plate
> ↑
> lapisan udara sangat tipis
> ↑ ~0,05–0,2 mm
> benda 10 kg
Ini lebih mirip **air bearing tanpa kontak** daripada batu yang melayang beberapa meter di udara.
Sebaliknya, acoustic levitation yang benar-benar **mid-air dan jauh dari transducer** masih terutama menangani benda kecil dan ringan. Bahkan penelitian terbaru Agustus 2026 yang sangat menarik berhasil mengembangkan single-sided acoustic levitation sampai sekitar **397 mm**, tetapi objek yang dimanipulasi tetap objek kecil, bukan berton-ton.
### *Kalau batu 90 ton, masalahnya menjadi ekstrem*
Ini bagian yang menurut saya paling menjelaskan mengapa ide dalam video tidak realistis.
Batu 90 ton mempunyai berat sekitar:
F=mg
=90.000 X 9,81
= ~ 883.000 N
Jadi suara harus memberikan gaya ke atas sekitar **883 kilonewton secara terus-menerus**.
Dalam model ideal sekali—anggap batu memantulkan seluruh gelombang suara secara sempurna—tekanan radiasi maksimum kira-kira:
P_rad_ ~ 2I\c
Dari hubungan itu, untuk sekadar menahan 90 ton terhadap gravitasi diperlukan acoustic power orde:
P _acoustic_ ~ mgc/2
yang menghasilkan sekitar: 150 MW
**acoustic power.**
Itu adalah batas ideal; sistem nyata akan membutuhkan input jauh lebih besar karena refleksi tidak sempurna, penyebaran gelombang, pemanasan udara, turbulensi, ketidakstabilan benda, dan kerugian lainnya.
Sebagai perbandingan, NASA sendiri mencatat bahwa levitasi akustik di gravitasi bumi dapat membutuhkan tingkat tekanan suara menuju **~200 dB**, yaitu tingkat ekstrem yang berbahaya dan sudah masuk wilayah nonlinear acoustics.
Jadi untuk batu 90 ton, problemnya bukan sekadar:
> “cari frekuensi yang tepat.”
Problem utamanya adalah:
[Anda tetap harus menghasilkan gaya ke atas sebesar 883.000 N]
Energi itu tidak bisa dihindari dengan “resonansi”.
### *Ada satu kesalahan lain dalam video yang sangat mudah dibuktikan*
Pernyataan bahwa:
> “90 ton mustahil diangkat bahkan oleh hydraulic lift modern”
jelas salah.
Crane modern seperti Liebherr LR 13000 mempunyai kapasitas maksimum **3.000 ton**. Jadi 90 ton hanya sekitar 3% dari kapasitas maksimumnya.
Untuk pembangunan piramida sendiri, penelitian arkeologi memang masih memperdebatkan detail persis sistem konstruksinya, tetapi metode berbasis **sledges, ramps, ropes, levers dan kemungkinan counterweights** merupakan mekanisme fisik yang serius dan sedang terus dimodelkan; tidak diperlukan hipotesis pembatalan gravitasi dengan suara.
### Lalu apakah sound bisa menjadi semacam “directed energy”?
**Dalam pengertian fisika: ya.**
Kita bisa memfokuskan energi akustik:
transducer array ===> focused acoustic ===> radiation pressure ===> force pada benda
Bahkan penelitian terbaru menunjukkan gelombang akustik dapat memberikan **gaya sekaligus torque**, sehingga benda dapat didorong atau diputar tanpa disentuh.
Tetapi saya tidak akan menyebutnya “senjata untuk mengangkat benda berat”. Secara praktis, ketika energinya dibesarkan sampai level ekstrem, jauh sebelum kita mendapatkan teknologi yang nyaman untuk menerbangkan batu 90 ton, kita akan menghadapi **shock waves, turbulensi, pemanasan, vibrasi dan kerusakan material**.
Jadi ada perbedaan fundamental:
> **Acoustic levitation = melawan berat benda dengan acoustic radiation force.**
> **Bukan = menghilangkan berat benda dengan menemukan “frekuensi atomnya”.**
رفع الأجسام بذبذبات الصوت :
علوم الأولين :
العلوم ا��محرمه
علوم الترددات والذبذبات الصوتية
الصوت قادر على رفع الأجسام بترددات معينة
الأمر ينطبق على أحجار الأهرامات لأنه مستحيل أن ترفع 90 طن يدوياً بل حتى أقوى الرافعات الهيدروليكية في زمننا لا تستطيع ذلك
لكن للصوت قوة جبارة ، فإذا عرفت تردد ذرة الحجر وطبقت عليه نفس التردد ستلغي ثقله
حالياً أثقل شيء يمكننا رفعه بالصوت لا يتجاوز وزنه الكيلوغرامين
العلوم الحقيقيه طمست للأسف
"Gibran Kaesang terima 93 M dari perusahaan pembakar hutan. 90 M dipakai untuk membeli saham.
2 tahun lalu Jokowi lewat Kaesang, di Malaysia, terima 5 T dari pengusaha Kalsel. Uang itu dipakai untuk beli kebun sawit di Malaysia" (Abdullah Hehamahua)
#BongkarKorbanKPPS2019
Hampir semua jenis pelanggaran hukum pernah terjadi di PIK. Itulah kenapa mereka ingin sekali menguasai puluhan ribu jelata dan menguasai laut dan pantai sepanjang ratusan kilometer
Kalau arsip Fotokopi Ijazah terlegalisasi bercap basah 2005, 2010 & 2014 benar-benar hilang dan tidak dicari, maka kesempatan Publik menguji keasliannya terhadap sumber asli akan tertutup.
“Keaslian akan dipaksa” hanya berdasarkan kesaksian @UGM, @POLRI, Teman Kuliah beserta Pemiliknya di Sidang @KRMTRoySuryo2 dan @DokterTifa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang akan menjadi Fakta Persidangan sebagai fakta Hukum.
Selaku orang awam saya tak keberatan. Namun selaku Peneliti Kebijakan Publik, ada GAP besar: jejak administratif yang menghubungkan Fotokopi Legalisasi bercap basah dengan sumber aslinya sepanjang 2005–2025 akan Gelap.
https://t.co/LAR7Jt9IoO
Kenapa Jokowi duduknya sejajar dan bahkan disebelah kanannya presiden @prabowo.
Mereka bertiga tertawa lepas seolah tak ada persoalan dengan dua orang yg duduk di sisi kiri dan kanannya.
Jokowi diduga punya persoalan ijazah dan korupsi.
Gibran juga diduga punya masalah dengan surat penyetaraan pendidikannya.
Apakah Prabowo sengaja mempertontonkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwasanya dia membela Jokowi dan Gibran?
Per pagi ini, Rabu 19 Agustus 2026, hadiah Sayembara untuk menunjukkan Ijazah SMA/sederajat Gibran sudah menjadi Rp 1.051.050.000,- naik signifikan karena ada yang mewakafkan tanahnya dengan nilai Rp 700 juta, dan sudah saya verifikasi.
Ada yang bilang, kenapa pakai sayembara sih?
Agar banyak pihak terlibat memikirkan hal penting ini. Menjaga aturan main kontestasi pilpres agar dihormati, tidak diakali. Syarat umur sudah diakali, mosok syarat pendidikan diakali lagi?
Soal langkah hukum tentu terus dilakukan. Soal argumentasi hukum tata negara sudah pula berulang saya jelaskan.
Soal bantahan dari para buzzer dan termul ... ya begitulah. Nggak perlu serius ditanggapi.
Minta mereka dan Mas Gibran tunjukkan saja ijazah SMA/sederajat tersebut, sebagaimana Gibran pernah terbuka mengundang wartawan dan menunjukkan ijazah S1nya.
Kalau memang ada, kenapa dipersulit?
Kecuali memang tidak ada, silakan berhenti (mundur), atau terpaksa kita dorong untuk diberhentikan (impeachment).
Bukan karena soal pribadi Gibran, tetapi soal menjaga kehormatan etika dan konstitusi bernegara.
Salam Integritas!
Sudah puluhan ribu siswa keracunan MBG, anehnya tak ada satupun yang dipidana?
Data Kemenkes yang dikutip Kompas mencatat 33.626 korban keracunan terkait proyek MBG. Angka itu bahkan belum termasuk rentetan kasus terbaru yang terus bermunculan di berbagai daerah.
Bismillah, menyoal ijazah Mas Gibran bin Jokowi yang sedang punya kuasa tentulah berisiko. Biasanya suara kritis dan suara kebenaran yang membuat penguasa tidak nyaman dibungkam dengan 3 modus: Dibeli, Dikriminalisasi, Dihabisi.
Tapi kebenaran tetap harus disampaikan walaupun hanya satu ayat.
Demi kita menjaga etika moralitas berbangsa, dan kehormatan serta kewibawaan jabatan seterhormat Wakil Presiden.
Lengkapnya, simak pernyataan video saya di atas.
Salam Integritas!
JIKA JOKOWI DAN GIBRAN TIDAK SEGERA DIADILI AKAN JADI AIB BAGI NKRI...
PRESTASI JOKOWI DAN GIBRAN SAMA-SAMA NGAKU KULIAH TAPI TAK PUNYA IJAZAH....‼️
#2026BangkitlahRevolusi#2026BangkitlahRevolusi
🆘🆗
Filistin'de işgalci İsrail askerleri bir Filistinli genci döverek bayıltıp arabaya atıp kaçırıyorlar. Bu zulme sessiz kalma!
#FreePalestine#StopIsrael#ÖzgürFilistin
Kursus Bahasa Inggris saja, walau dapat sertifikat, tak bisa setara SMK karena di SMK ada matematika, Bahasa Indonesia, Agama, dan banyak mapel lain.
Apalagi yang kursus Bahasa Inggris gak lulus. Mana bisa disetarakan?
#2026BangkitlahRevolusi#2026BangkitlahRevolusi
.
Kalo gak ada Dokumen yang Tersimpan/tercatat di administrasinya, yaa...berarti benar. Ijazah UGM jokowi itu Asli "MADE IN PASAR PRAMUKA. 🤣
Pribahasa.
Yang namanya bau Bangkai, serapat apapun ditutup-tutupi. Pasti bakal kecium juga baunya.
.