mau kalian katakan apapun tentang Dia... MEGAWATI SOEKARNO PUTRI..
Dia adalah Pelaku sejarah Besar di Negeri ini..
Bagi saya... Dia lah Ibu bagi Negara ini....
Sehat selalu Ibu....
Megawati mengenang kembali dinamika Pilpres di MPR tahun 1999.
Sejarahnya empat tokoh kunci reformasi berdialog dengan mahasiswa pada Rumah Gus Dur di Ciganjur Jakarta pada 10 November 1998.
Ada Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gus Dur, Amien Rais & Mega.
Salah satu dorongan pertemuan itu adalah percepatan Pemilu dilaksanakan pada 1999.
Kesepakatan tak tertulis hari itu, siapa pun (partai) yang menang Pemilu 1999 maka ia akan dicalonkan bersama di Pilpres di MPR.
Pemilu dilaksanakan pada 7 Juni 1999. Partai yang dipimpin Mega yaitu PDI Perjuangan meraih 33, 74 persen. Juara.
Pun jika dikonversi ke kursi, PDI Perjuangan meraih 153 kursi dari total 500 kursi di DPR.
Pemilik suara untuk Pilpres di MPR adalah 700 orang yang terdiri dari 500 anggota DPR, 135 perwakilan daerah & 65 perwakilan daerah.
Prosesnya melalui Sidang Umum MPR.
Selanjutnya Sidang Umum MPR itu dijadwalkan ditanggal 20 Oktober 1999.
Artinya ada rentan waktu 2 bulan dari panitia pemilihan suara mengumumkan hasil Pileg ke Pilpres.
Pada rentan waktu itulah Amien Rais bermanuver. Kemudian Poros Tengah dibangun oleh lima partai Islam yaitu PKB, PAN, PPP, Partai Keadilan & PBB. Koalisi Pragmatis.
Dalam opini publik, Mega digembosi citranya karena dia perempuan.
Mega kalah oleh Koalisi Poros Tengah. Lalu, Mega di tanggal 21 Oktober 1999 terpilih menjadi Wapres RI.
Dua tahun pemerintahan berjalan Poros Tengah pecah. Kabinet tidak stabil.
Ketua MPR Amin Rais yang juga Ketua Umum PAN bersiteru dengan Gus Dur.
Ketua Umum PPP Hamzah Haz mundur dari Kabinet Gus Dur tahun 2000. Mereka juga bersiteru.
SBY & Jusuf Kalla di Resuffle.
Oleh Poros Tengah tanpa PKB pula diinisiasi pemakzulan Gus Dur.
Syaratnya tentu kehadiran minimal 2/3 dari seluruh anggota MPR yaitu 466 anggota.
Kalau ada yang bilang pemakzulan Gus Dur adalah Mega, itu keliru besar. PDI Perjuangan hanya punya 153 kursi.
Dan antara Mega & koalisi Poros Tengah tak pernah terbangun komunikasi politik.
Kenapa Mega tak mendamaikan Koalisi Poros Tengah ? Jawabannya bukan urusan Mega. Itu pertarungan politik pragmatis.
Mega tidak tertarik pula membangun koalisi berdasarkan kepentingan pragmatisme politik jangka pendek.
IG Anwarsaragih.
Di suatu negara yang aneh
Negara tropis = buah mahal
Negara maritim = ikan mahal
Negara CPO = migor mahal
Negara SDA = listrik dan BBM mahal
Negara hukum = tunggu viral
Swasembada pangan = beras mahal
Bebas aktif = ikut BOP
Negara religius = korupsi nya banyak, sampai kitab Tuhannya dikorupsi
Semuanya karena sistem yang buruk dan political will yang tidak berpihak rakyat tapi berpihak cepat balik modal dan nambah kekayaan pribadi hehe
@hansssolo "TIDAK SEKALI PUN"
Seandai tidak ada Pilihan lain atau @prabowo Lawan kotak kosong saya akan pilih kotak KOSONG..
PROGRAM nya Prabowo Gak ada yg bagus...
dan utk sekarang saya tetap hormat ke Dia karena dia RI-1 .