Sekber Koalisi Advokasi KBB, dan Komnas Perempuan mengundang kawan-kawan hadir dalam Diskusi & Peluncuran Buku (Hybrid)
Kursus Pembuat Perubahan: Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan
🗓 Senin, 17 November 2025
⏰ Pukul 13.00–16.00 WIB
📍Ruang Persahabatan, Komnas Perempuan & ZOOM
🔗 Link Registrasi: https://t.co/qM7SJacGLO
📄 Bahan Diskusi: https://t.co/kr3KaxAp4K
Sekber Koalisi KBB baru saja ikut menerbitkan buku “Kursus Pembuat Perubahan Lokal: Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan”. Apa kekuatan dan keterbatasan modul ini sebagai buku sumber untuk mengadakan lokakarya mengenai KBB? Siapa saja yang dapat memanfaatkannya untuk mengadakan latihan di tingkat komunitas mengenai KBB? Apa saja kelengkapan yang perlu dipersiapkan untuk mulai mengadakannya?
Presentasi buku dan komentar akan disampaikan oleh:
Alifa Ardhya (Sekber Koalisi KBB), Andy Yentriyani (Ketua Komnas Perempuan 2020-2025), Dahlia Madanih (Wakil Ketua Komnas Perempuan 2025-2030), Pdt. Johan Kristantara (PGI), dan Pratiwi Febry (YLBHI)
Sambutan: Ihsan Ali-Fauzi (PUSAD Paramadina)
Moderator: Daden Sukendar (Komisioner Komnas Perempuan 2025-2030)
📺 Disiarkan langsung melalui YouTube Komnas Perempuan
🏷 Gratis e-Sertifikat bagi yang berminat
📱 Informasi lebih lanjut: WA 081511666075
Salam,
Sekber Koalisi Advokasi KBB Indonesia
Sabtu, 8 November 2025. Nobar dan diskusi film UNION bersama Project Multatuli x @ashokaindonesia x @pusadparamadina. 🎞️🎥
📍: Aula HB Jassin, Perpustakaan Jakarta, TIM, Cikini
Buku baru: Modul buat bikin kursus-kursus soal kebebasan beragama dan keyakinan di Indonesia. Apa saja keterbatasannya? Persiapan apa saja?https://t.co/PlCEkAQ4U8
Prabowo bilang: "Indonesia siap menampung pengungsi dari Gaza."
Kedengarannya mulia. Tapi kalau kita nggak hati-hati, ini justru bisa jadi bagian dari genosida sistematis Israel.
Thread.
Yang harus kita lakukan:
Desak penghentian genosida, bukan alihkan korbannya
Tolak eksodus sebagai solusi
Perjuangkan hak rakyat Palestina untuk kembali ke tanah mereka
Demokrasi Butuh Kita!
💥 UU ini bukan hanya tentang militer, tapi tentang masa depan demokrasi kita. Jangan biarkan kita kembali ke era otoritarianisme!