Indonesia di twitter udah kayak mau kiamat, tp ternyata temen2 gue yg cuman main ig dan tiktok baru tau kalo di 2026 beberapa kali ada demo?? 😭 bahkan some of them baru tau ttg HURU HARA yg terjadi di Indonesia esp yg menyangkut prabowo
ini tuh bisa di sebut kesenjangan bermedia sosial gasih?? glad that gue kenal app ini.. i think, gue yg skrg bisa terbentuk salah satunya faktor karena main twt…
Bilang Indonesia suram, disuruh cari negara lain. Bilang beras mahal, disuruh tanam padi sendiri.
Titik terendah WNI: Punya Presiden yg kemampuan problem solvingnya buruk.
Kalian harus nonton ini.
"Indonesia sedang tidak baik-baik saja" di 크랩 KLAB dari KBS, media Korea.
Professor Youngkyung Ko dari Yonsei bilang:
1) IHSG ambruk, terburuk di Asia
2) Rupiah melemah, tapi efek ekonomi dalam negerinya sangat parah, dibanding negara lain yang mata uangnya lemah juga
3) Danantara, tidak ada transparansi, peluang cuci uang lewat patriot bond,
4) MBG makan anggaran sangat besar, pemborosan. Dengan pengelolaan ngawur. Keracunan di mana-mana
5) Korupsi yang dilakukan BGN dalam tata kelola MBG, dari konflik kepentingan dan pengadaan.
Elu dipajakin dari A sampai Z.
A) Gaji tiap bulan dipotong pajak,
B) THR juga kena pajak,
C) Dapet bonus kena pajak juga,
D) Beli barang mahal kena pajak barang mewah,
E) Rumah kena pajak bumi dan bangunan,
F) Motor harus bayar pajak tiap tahun,
G) Mobil juga bayar pajak tiap tahun,
H) Belanja di supermarket tiap itemnya kena pajak,
I) Makan di restoran kena pajak,
J) Beli barang di luar negeri juga bayar bea cukai,
K) Bunga tabungan kena pajak juga dari negara,
L) Apply kerjaan pakai meterai, bayar ke negara,
M) Resign kerjaan juga bikin surat pernyataan pakai meterai,
N) Harga meterainya dinaikin dari 6000 ke 10000, naik 67%.
O) Ditilang juga bayarnya ke negara,
P) Bikin SKCK juga bayar ke aparat negara,
Q) Beli tanah kena pajak,
R) Beli rumah kena pajak,
S) KPR kena pajak,
T) Bayar listrik kena pajak,
U) Beli pulsa kena pajak,
V) Bayar internet kena pajak,
Yang elu dapet:
1) MBG
2) Kopdes Merah Putih
3) Sekolah Garuda
4) UKT masih tetep mahal
5) Presiden keliling dunia, pidato, keliling dunia, pidato ...
6) Wapres keliling Indonesia bagi-bagi bansos
7) Pemadaman bergilir
8) Pertamax naik
9) Korupsi BGN
10) Dubes negara lain dibiarin nunggu berbulan-bulan
11) Hakim gajinya naik, ada yang sampai 300%, tapi guru enggak
12) Kenapa gaji guru tidak bisa baik? Kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik? Uangnya gak adaaaa
13) Rupiah terendah sepanjang sejarah terhadap dolar
14) Cari kerja masih susah
15) Lima orang meninggal dunia pas training jaga toko kelontong
16) Mahasiswa BEM demo terima duit dari polisi.
17) Demo dukung MBG dapet panci, goodie bag, sama duit 100 ribu
Di Amerika, harga buku hanya setara satu jam kerja. Upah minimum di sana sekitar $15/jam, sedangkan harga buku $15-20. Artinya mereka bisa membeli satu buku hanya dengan 1 jam kerja, seperti halnya kita membeli es teh jumbo di pinggir jalan.
Di Jepang, satu buku juga bisa dibeli dengan satu jam kerja. Upah minimum disana sekitar ¥1000-1200/jam. Harga buku ¥900-1300.
Di Jerman, satu buku = satu makan siang. Hanya dengan 2 jam kerja.
Di Inggris, satu buku bisa dibeli hanya dengan setengah jam kerja. Buku bukan jadi barang yang harus ditimbang antara 'beli atau tidak' buku sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seperti roti.
Di Norwegia, negara ikut menanggung harga buku, negara hadir memberikan subsidi dan distribusi yang merata, karena mereka percaya: bangsa yang cerdas dimulai dari buku yang mudah disentuh.
Di Malaysia. Buku masih bisa dijangkau hanya dengan 2 jam kerja.
Singapura. Satu buku bisa dibeli dari sisa makan siang.