Sebagai gambaran di puskes gw, alkes pakai ulang (termasuk set alat gigi) tuh memang disterilisasi tapi pas udh sore puskesnya tutup. Karena tugas sterilisasi itu kadang dilimpahkan kpd cleaning service. Mesinnya memang sederhana tinggal masukin alkesnya, jalanin mesinnya
saya saksi ini nyata gaes.
punya banyak temen dulu di teknik UGM makan sehari cuma sekali.
kostannya atapnya rendah perbulan 100K
kalau makan padang isinya nasi segunung, kriuk2 segunung, bumbu segunung sama tempe (gak pake telor/ikan/ayam)
kemana2 pake sepeda
banyak penerima beasiswa bidik misi
sekarang ada yg kerja di pertamina, tambang, garuda, kerja di luar negeri jg banyak, banyak yg keren2.
masuk teknik --> rill perbaiki ekonomi.
masuk teknik di kampus oke --> peluang berhasilnya lebih besar lagi, karna networking dosen dan alumninya kuat2.
terus buat cowok2,
jujur masuk teknik itu brandingnya cukup bagus di kampus, jadi cari pasangan mayan kebantu🗿
Akhirnya tembus juga solusi buat menekan inflasi medis di swasta.
Nanti klaim asuransi maksimal 250% dari klaim BPJS, 75% Pertama ditanggung BPJS, 175% ditanggung swasta.
Coordination of Benefit (KAPJ), Suplemen Pendukung Daya Tahan Asuransi Kesehatan https://t.co/yCQNoIH8p6
Filosofi pemerintah kita itu beda dgn SG.
Di SG kesehatan pendidikan bisa gratis. Tapi LKY sengaja bikin berbayar. Kenapa? Biar ada tanggung jawab dan rasa memiliki.
Di Indo, program2 pemerintah banyak yg gratis. Macam MBG ini, mutu gak terjaga, mau protes? "Namanya jg gratis"
Masuk FK itu cuma beli hak untuk beli lotre menuju kesejahteraan bernama dr spesialis
Beli hak aja kok mahal2
Nanti untuk masuk PPDS msh bayar lagi utk nebus lotre lagi
It's a very expensive lottery, you need to study for years, and the win chance is still not 100%
Dua orang ini masa akhir orba berseberangan secara pemikirin ekonomi. Sampai ada istilah Widjojonomics vs Habibienomics. Dl dicekokin senior di kampus, Widjojonomics ini bikin ekonomi kacau. Mafia Barkeley. Ketika Pak Widjojo meninggal, Pak Habibie berpidato mewakili keluarga
@rama_wanz@NakesPuskesmas Yakin mau didemo ratusan jt orang? 😅 Yang jelas memang dari masalah ini setidaknya ada 3 aspek, Pemerintah tidak prioritaskan biaya kesehatan ke BPJS, masyarakat bnyk yg GK taat bayar iuran, nakes yg TDK berani demo ke pemerintah.
Karena masih penasaran, kok bisa sih BPJS Kesehatan ini katanya defisit sampai 2 Triliun setiap bulan padahal klaim kepesertaannya udah mencapai 278 juta orang?
Saya coba akses SISMONEV JKN buat mengulik datanya. Dan ada beberapa temuan menarik dan yang gak lazim juga menurutku
🧵
@platogrixx@mhmmd_jati Betul... Di awal emang JKN BPJS ini terlalu OP, bisa mngcover seluruh pnyakit (kec estetik). Msyrakat jarang tau biaya asli sakit mereka. Iuran & subsidi pmrnt yg tdk naik scr signifikan slm 10 thnn, tp inflasi kesehatan naik terus buat JKN melempem
@QueenImaIsBack Kalau utk biaya berobat, bisa jadi. Tapi kalau utk menggaji nakes layak, Belum tentu, selama pendapatan median masyarakat masih rendah, health expenditure masih rendah juga, gaji layak masih jadi angan2
@Snyasatu Masyarakat tdk tau bhw biaya kesehatan itu "Mahal", aplgi ditmbah inflasi kesehatan tiap tahun, biayany semakin mahal. Bnyak yg pikir 150rb/bulan itu pantas, nyatanya premi tertinggi tsb tak menutup biaya kesehatan. Aplgi dri 99% pserta, bnyk yg PBI (tdk byar) dan sdkt yg kelas 1
Ga usah heran lah kenapa faskes di Malaysia itu jauh lebih bagus dari Indo..
Gaji Pokok Nakes
Malaysia: Dokter 13,7 juta, Perawat 8 juta
Indo: Dokter 3-4 juta, Perawat 2-3 juta
Pajak alat kesehatan
Malaysia: 0%! (emang seharusnya gitu)
Indo: 11% (aneh banget, kenapa yak?)
Belanja kesehatan dari GDP/PDB
Malaysia: 4%
Indonesia: 2,7%
Memang, biaya kesehatan di Malaysia lebih mahal.
Malaysia menghabiskan 25,8 juta /tahun
Indo hanya 7,5 juta/tahun
Tapi...upah di Malaysia jauh lebih tinggi dari Indo
Malaysia: 16 juta/bulan
Indo: 3,3 juta/bulan
SUDAHLAH INDO KALAH SAMA MALAY DI BIDANG KESEHATAN.
FOTO 1: WIKIMEDIA (Chongkian)
FOTO 2: WIKIMEDIA (Rochelimit)
@BudiBukanIntel Poinnya bukan itu, poinnya adalah pola pikir masyarakat masih banyak berpikir pekerjaan sektor kesehatan itu "pengabdian". Nanti sentimennya malah negatif ke nakes yng demo
Dokter2 Malaysia yg sekolah di Indonesia ini sisa2 dekade 90-00, di mana Malaysia butuh banyak dokter tapi FKnya cuma sedikit.
Apakah mereka terus asal mendirikan FK tanpa peduli akreditasi seperti solusi kita? Nggak.
Mereka kirim mahasiswanya ke PTN terbaik di Indonesia dan
@ikhwanuddin IDI itu organisasi Profesi... Kalau masalah berserikat untuk demo, Nakes dan namednya belum siap, masyarakatnya juga belum siap kalau melihat nakes demo...