¡¡AQUÍ ES DONDE SONRÍE EL PLANETA FÚTBOL!! 🇯🇵❤️⚽
Japón no solo dio una exhibición de fútbol ante Túnez. También volvió a demostrar por qué es una de las selecciones más admiradas y respetadas del mundo.
Tras el partido, los jugadores dejaron el vestidor impecable y escribieron un mensaje de agradecimiento para Monterrey por el cariño con el que fueron recibidos.
Pero hubo más.
Antes de marcharse, Hajime Moriyasu se acercó a la afición, formó corazones con sus manos y dejó una frase que conquistó a todos:
🗣️ “Espero que nos sigan apoyando… salvo que algún día nos enfrentemos a México. En ese caso, lo entendería”.
Qué forma tan elegante de agradecer. Qué manera tan genuina de conectar con la gente.
Dentro de la cancha enamoran con su fútbol. Fuera de ella, dejan lecciones de humildad, respeto y educación.
Japón no solo gana admiradores por cómo juega. También por cómo se comporta. 👏🇯🇵
TAUFIK HIDAYAT - PENYIKSA, PENCULIK, PEMERKOSA - BURON POLISI
Ini muka asli & KTP dia, tolong bantuan netizen untuk mencari manusia biadab bejat laknat ini 🤬 Segera hubungi:
Polda Jabar: https://t.co/d2zRddePkf
Polri: 021-110 atau 021-72120599
Wajah terduga pelaku penganiaya berat wanita di bandung tanpa efek filter
Taufik Hidayat 14/06/96
Share wajah terduga kita bantu korban untuk dapat keadilan,bila bertemu dijalan hubungi 110,terduga bekerja sebagai penagihan hutang
TAUFIK HIDAYAT nama penyiksa perempuan di Bandung, tolong bantuan netizen untuk mencari buron biadab ini. Jika ketemu, segera hubungi:
@humaspoldajbr > https://t.co/d2zRddePkf
@DivHumas_Polri > 021-110 atau 021-72120599
Kalau nanti tarif listrik sampai naik, jangan cuma marah ke PLN. Salah satu yang harus ikut disalahkan adalah MBG.
Kok bisa?
Mari saya jelaskan.
Masalah listrik hari ini salah satunya berawal dari pasokan batu bara ke PLN yang tidak lancar. Padahal batu bara itu bahan bakar utama banyak pembangkit listrik kita.
Kenapa bisa terjadi?
Karena ada yang namanya DMO (Domestic Market Obligation)
Sederhananya, perusahaan batu bara diwajibkan menjual sebagian produksinya untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk ke PLN.
Masalahnya, harga batu bara untuk PLN dipatok lebih rendah dibanding harga pasar ekspor.
Jadi secara bisnis, pengusaha batu bara lebih "tergoda" menjual ke luar negeri karena marginnya lebih besar.
Kalau pemerintah mau bikin pasokan PLN aman, harga batu bara DMO harus dibuat lebih kompetitif.
Tapi konsekuensinya biaya produksi listrik PLN naik.
Nah, dari sini pilihannya cuma dua:
tarif listrik dinaikkan, atau subsidi/kompensasi listrik ditambah.
Saat ini, subsidi listrik sekitar Rp90–100 triliun per tahun.
Jika ditambah kompensasi untuk menahan tarif, beban listrik di APBN bisa tembus Rp245,58 triliun.
Masalahnya, ruang fiskal negara sudah keburu disedot program jumbo seperti MBG.
Jadi ketika subsidi listrik butuh tambahan, pemerintah akan bilang APBN terbatas.
Ujung-ujungnya?
rakyat lagi yang diminta untuk mengerti:
bayar listrik lebih mahal,
atau terima pemadaman bergilir.
Dan semua ini tidak akan terjadi kalau ratusan triliun APBN tidak dikunci untuk MBG.
Ini mestinya bs ditarik lg kerangka masalahnya.
1. Kurang 20jt ton krn apa?
2. Pasokannya gak ada? Atau pasokannya ada tp harganya belinya kemurahan sehingga yg jual ogah?
3. Kalo krn pasokan gak ada, dr sisi tambangnya pd produksi apa engga? Kalo ternyata ga produksi, dicek lg RKAB nya udah pd diapprove sm pemerintah blm?
4. Kalo sebabnya krn harga beli yg ditawarkan ke penjual terlalu rendah, coba bandingkan sm harga pasar, apakah harga yg rendah itu bener2 jauh dr harga keekonomian (pasar)? Kalo ternyata iya, wajar para penjual itu utk menolak.
Jd ya penyebabnya gak hanya sekedar berhenti di “Kekurangan pasokan batubara” aja.