“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Israel yesterday kidnapped four women. Two are footballers in the Palestinian National Team.
Their names are: Natali Abu Dia and Rand Halwani.
Is it normal to kidnap footballers, @FIFAcom? Where are sports media organisations? This story should be the headline everywhere.
Hussam Ebu Safieh, "İsrail'in rehineler için ölüm cezası" ile öldürülecek olan Filistinli doktorlardan biridir (diğer 95 doktor arasında).
Onu öldürmelerine izin verme.
Bunu yeniden yayınlayın.
🇮🇱💥🇵🇸 SIONISMO É PERVERSIDADE
Uma soldado judeu israelense grava vídeo para suas redes sociais, enquanto pisa e tortura uma mulher palestina.
Esta imagem sintetiza o que é “israel”
“You Arab whores! We will kill you, drink your blood and rape your girls!”
Maccabi Tel Aviv fans in Stuttgart last week.
This is who the UK government and media defended as victims of “antisemitism”.
Call Israelis out for rape, you’re an “antisemite”.
🇮🇳 A Muslim man was brutally stabbed to death in a public place by Hindutva mobs on suspicion of being in a love relationship with a Hindu girl, which they names 'Love Jihad'.
Guys, Felix Siauw baru ngomong sesuatu di podcast Helmy Yahya yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari seorang ustaz Indonesia dalam waktu lama.
Dan intinya satu kalimat yang langsung dilontarkan:
"Orang Indonesia tidak pernah menjadi Islam."
Bukan karena KTP-nya.
Tapi karena cara berpikirnya.
Masalah pertama
kita salah paham soal tawakal:
Felix kasih contoh yang sangat konkret.
Ada pesantren roboh.
Respons orang Indonesia:
"Qadarullah, ini takdir Allah."
Felix langsung potong:
itu bukan tawakal.
Itu kebodohan yang dibungkus agama.
Karena setiap insinyur teknik sipil yang melihat bangunan tiga lantai dengan pondasi yang salah sudah bisa prediksi itu akan roboh.
Tidak perlu menunggu roboh untuk tahu.
Dan kalau kita sudah tahu sebabnya tapi tidak dikerjakan lalu ketika roboh bilang qadarullah itu bukan pasrah pada Allah.
Itu menyalahkan Allah atas kelalaian kita sendiri.
Rasulullah memakai baju besi
dua lapis di medan perang.
Seorang sahabat tanya kenapa.
Jawabannya sederhana:
karena sebab akibat adalah bentuk tawakal yang sesungguhnya.
Bekerja sekeras mungkin baru serahkan hasilnya.
Masalah kedua
"enggak apa-apa mereka ambil dunia,
yang penting kita akhirat"
Felix bilang dia ingin kritik keras kalimat ini.
Karena logikanya terbalik total.
Cara masuk surga menurut ulama ada empat:
dengan ilmu,
dengan kekuatan,
dengan harta,
atau dengan doa.
Kalau kamu tidak punya ilmu,
tidak punya kekuatan,
tidak punya harta kamu hanya tersisa doa.
Dan kalau kamu bilang "yang penting akhirat" sambil tidak mengerjakan satu pun dari empat jalan itu dengan serius kamu sedang tidak mengejar akhirat.
Kamu sedang memakai akhirat sebagai alasan untuk tidak berusaha.
Rasulullah miskin bukan karena tidak bisa kaya.
Beliau miskin karena memilih memberi semua yang dimiliki kepada yang membutuhkan.
Miskin by choice bukan miskin karena tidak punya pilihan.
"Kalau dunia aja kamu enggak bisa nguasain,
jangan ngomong akhirat.
Akhirat itu lebih susah dari dunia."
Masalah ketiga
tidak ada critical thinking:
Ini yang paling mendasar dan paling merusak menurut Felix.
Ayat pertama yang turun kepada Rasulullah adalah iqra baca, berpikir, analisa.
Di saat itu bahkan tidak ada buku.
Tidak ada perpustakaan.
Artinya perintah iqra bukan sekadar membaca teks tapi perintah untuk berpikir kritis terhadap segala sesuatu.
Tapi apa yang terjadi di Indonesia?
Pertanyaan dibungkam.
Otoritas tidak boleh diganggu gugat.
Santri yang dilecehkan menerima
karena percaya itu "ritual penyucian."
Orang tua yang anaknya diperlakukan tidak wajar diam karena takut melawan ulama.
Felix bilang ini adalah abuse of authority yang masif dan akarnya adalah ketidakmampuan berpikir kritis yang sudah ditanamkan sejak kecil.
Padahal bahkan Rasulullah sendiri melatih sahabat untuk tidak buta taat.
Ada sahabat yang diperintahkan pemimpinnya masuk ke dalam api sebagai hukuman.
Mereka ragu dan datang bertanya ke Rasulullah.
Jawaban Rasulullah:
"Untung kalian tanya aku.
Kalau kalian masuk,
kalian tidak akan keluar selamanya."
Dari situ keluar hadis:
taatlah kepada makhluk selama tidak bermaksiat kepada Allah.
Artinya Islam dari awal mengajarkan untuk mempertanyakan bahkan otoritas.
Masalah keempat faktor struktural yang sering dilupakan:
Felix tidak hanya menyalahkan internal.
Ada faktor eksternal yang sangat besar yang tidak boleh diabaikan.
Di zaman kolonial Belanda,
ada sistem pembagian kelas berdasarkan akta kelahiran STBL.
Kelas pertama orang Eropa.
Kelas kedua orang Arab, India, Cina.
Kelas ketiga pribumi dan pribumi Muslim ada di posisi paling bawah.
Akta kelahiran itu menentukan siapa yang boleh sekolah di mana, siapa yang boleh masuk restoran mana, siapa yang boleh masuk pemerintahan.
Bukan soal kemampuan tapi soal sistem yang dirancang untuk memastikan satu kelompok tidak bisa mengakses kekayaan dan pengetahuan.
Itulah mengapa sampai hari ini di daftar orang terkaya Indonesia dan dunia dominasi Muslim sangat kecil dibandingkan populasinya.
Ini bukan semata karena etos kerja.
Ini juga karena sistem yang dibangun ratusan tahun untuk menutup akses.
Korelasi yang menarik antara keyakinan dan peradaban:
Felix membawa temuan arkeologi di Gobeklitepe, Turki bangunan berusia 11.000 tahun yang mendahului rumah dan ladang pertanian.
Para arkeolog menyimpulkan bahwa manusia tidak membangun keyakinan setelah perutnya kenyang.
Justru sebaliknya keyakinan dibangun dulu,
baru peradaban lain mengikuti.
Ini membalik teori lama bahwa agama
adalah produk kemakmuran.
Ternyata keyakinan adalah fondasinya.
Tapi ada yang salah kaprah.
Felix memisahkan dengan jelas:
bukan agamanya yang menentukan maju atau mundur suatu bangsa tapi kepedulian.
Romawi maju bukan karena agama tertentu tapi karena mereka peduli pada kotanya,
pada infrastrukturnya, pada warganya.
Ketika kepedulian itu hilang Romawi hancur.
Bukan karena Tuhannya berubah.
Felix menyimpulkan dengan satu pertanyaan keras yang ditujukan kepada dirinya sendiri dan seluruh ulama Indonesia:
"Rasulullah bilang ilmu dicabut dengan wafatnya para ulama. Ketika ulama pergi tanpa meninggalkan warisan berpikir yang benar yang terpilih adalah pemimpin-pemimpin bodoh.
Dan pemimpin bodoh membuat kebijakan bodoh yang menghancurkan umatnya."
Artinya yang paling bertanggung jawab atas kondisi umat bukan politisinya. Bukan penjajahnya. Tapi mereka yang seharusnya mendidik cara berpikir dan memilih untuk tidak melakukannya.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan podcast Helmy Yahya bersama Felix Siauw. Semua pandangan adalah pendapat pribadi narasumber dalam konteks diskusi keagamaan dan peradaban. Pembaca dianjurkan untuk memverifikasi referensi sejarah dan hadis dari sumber primer.
NEW: Muslim Girl Kidnapped and Raped in Uttar Pradesh
A 14-year-old female Muslim student of Madrassa Mohsinat, who was kidnapped, tortured and kept hostage for three days, was repeatedly raped by Hindu men in Uttar Pradesh Kannauj’s district.
According to her father, Akeel, the girl stepped out of the hostel around 8 AM to buy food items but did not return. The Madrassa authorities immediately informed the family, prompting a desperate search.
Akeel told local news that on the day of the incident, the accused, Deepu, told his daughter that her mother wanted to see her. Believing him, she followed Deepu to a house. As soon as she realised it was a trap, she tried to run away, but Deepu and his associates dragged her inside the house, gagged her mouth and then held her hostage for nearly three days.
The victim was forcibly made to drink alcohol, after which she fell unconscious. Deepu and his associates repeatedly raped her and, applied sindoor on her forehead and a toe ring on her feet. A sindoor and toe ring are considered sacred symbols of a newly married Hindu woman.
Her family and other neighbours conducted a search and finally found their daughter tied to the rooftop of Deepu’s house. She was rushed to the district hospital and is currently undergoing treatment.
An FIR has been registered against the accused. While Deepu fled the scene during the rescue, police have detained one accused for interrogation.
Elderly Palestinian Woman Beaten To Death During Israeli Raid
Sabriya Shamasneh, an elderly Palestinian woman, was brutally beaten to death by Israeli occupation soldiers last night during a military raid on her home in Jayyus in the occupied West Bank.
Muslim woman burnt alive for rejecting marriage proposal
"You are Hindu, I am Muslim.
I cannot marry you."
In Kolkata, a 30-year-old Muslim woman died after being set on fire by a Hindu man whose marriage proposal she had rejected.
The accused, identified as Siddhartha Chariwal, was arrested shortly after the victim gave a dying declaration to the police.
The accused lured the woman to a secluded spot under the pretext of a job interview. Once she reached the location, an argument reportedly broke out between the two. Chariwal then poured kerosene on the woman and set her on fire.
She suffered 90 percent burns and succumbed to her injuries on Monday.
#India
"Israel wants to live in peace with its neighbours" is the biggest lie of all time.
This is the West Bank.
No Hamas, no war, yet attacked like this daily by "settlers" backed by the IDF.
A savagely violent Jewish supremacy armed by the EU/UK/US
A video recently published by Israeli media shows professional footballer Menashe Zalka throwing a grenade from a building in southern Lebanon. Zalka is taking part in the Israeli army’s invasion operations in Lebanon. This is not the first time; he had previously also taken part in Israel’s attacks on Gaza.
A midfielder, Zalka serves as captain of the Israeli team Hapoel Hadera. How is someone openly participating in genocide and occupations allowed to play football? @FIFAcom
Israeli Forces Tortured Child in Front of His Father in Gaza
Israeli forces subjected a one-year-old child to abuse and torture to pressure his father into giving confessions in Al-Maghazi refugee camp in central Gaza, according to local and family sources.
Osama Abu Nassar, while taking his child to buy supplies a few days ago, he was caught in gunfire near his home and forced by Israeli soldiers to leave his 18-month-old son on the ground and approach the Israeli checkpoint, where he was stripped of his clothes.
According to witnesses, the army then took the child and interrogated the father at the checkpoint. The forces tortured the child in front of his father, including burning his leg with cigarettes, pricking, and inserting a metal nail into his leg, as confirmed by a medical report.
The child, Karim, was released after 10 hours and handed over to his family through the International Red Cross, while the father remains in detention.
📷 Osama Al-Kahlout